Ketiga, pahami dan arifi eksistensi orang lain. Komunikasi antara lain dimaknai sebagai proses yang transaksional. Transaksi dalam konteks ini bersifat psikis dengan cara hadir untuk menjadi diri mitra komunikasi kita sehingga kita benar-benar memahami eksistensinya. Proses transaksi dalam komunikasi seperti inilah yang memungkinkan setiap pikiran dan pesan yang kita sampaikan akan sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi mitra komunikasi kita.
Ketika hendak merumuskan kebijakan penyesuaian harga BBM, pemerintah harus hadir dan merasakan jeritan hati rakyat yang akan menerima efek domino dari kebijakan tersebut. Dari hasil transaksi seperti ini diharapkan hadir rumusan kebijakan yang tepat dalam membuat katup pengaman sosial dari dampak penyesuaian harga BBM.
Masyarakat juga secara transaksional harus hadir dalam diri pemerintah agar bisa membayangkan betapa sulitnya posisi pemerintah dalam mengambil kebijakan penyesuaian harga BBM, yakni antara menyelamatkan keuangan negara dari subsidi BBM yang konon 80 % nya dimanfaatkan oleh pengguna BBM dari kalangan berada dan memikirkan dampak ikutannya bagi rakyat yang belum pulih benar dari hantaman pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keempat, mentradisikan dialog yang efektif. Dialog menjadi agenda penting untuk mempertemukan para pihak yang berbeda pendapat tentang suatu hal. Mereka bisa mencari solusi atas persoalan yang dipermasalahkan.
Dialog akan efektif dan menghasilkan keputusan terbaik bila semua pihak yang hadir di dalamnya punya niat baik untuk menemukan solusi, bukan bersikukuh mempertahankan keinginan walau dinilai lemah dan kurang argumentatif. Solusi terbaik biasanya lahir dari proses dialog yang tenang, rasional dan demokratis di tempat yang nyaman secara fisik dan psikis.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


































