Paket Hemat’ yang Memiskinkan: Krisis di Balik Layar Driver Online NTB

- Wartawan

Sabtu, 19 April 2025 - 04:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor operasional Grab disegel, driver online geram: 'Kami bukan robot, kami manusia!' . (Foto: Istimewa)

Kantor operasional Grab disegel, driver online geram: 'Kami bukan robot, kami manusia!' . (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Aksi mogok massal yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 17 April 2025, menjadi bukti nyata bahwa kisis di balik layar platform transportasi online kini tak bisa lagi disembunyikan. Ratusan pengemudi Grab dan ojek online (ojol) menumpahkan kemarahan mereka dengan menyegel kantor Grab NTB di Jalan Selaparang, sekaligus menghentikan aktivitas aplikasi secara serentak di seluruh wilayah provinsi.

Aksi ini bukan sekadar protes dadakan, melainkan akumulasi dari rasa frustasi yang telah mengendap lama. Di balik wajah-wajah letih para pengemudi, tersimpan cerita tentang tarif yang tak masuk akal, potongan tak wajar, dan sistem yang semakin hari justru memiskinkan mereka.

Salah satu titik api penyulut aksi ini adalah implementasi program “paket hemat” dan “slot hemat” yang diterapkan sejak pertengahan April. Program yang diklaim sebagai strategi pemasaran itu, menurut para driver, justru secara sistematis memotong pendapatan mereka tanpa ada transparansi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagaimana bisa dari tarif Rp130.000 kami hanya terima Rp60.000? Kemana sisanya?” keluh Danimar, salah satu orator aksi. Ia menegaskan bahwa ini bukan sekadar persoalan uang, tapi tentang keadilan dan keberlangsungan hidup ribuan keluarga yang bergantung pada pekerjaan ini.

Tak hanya soal potongan, para pengemudi juga menyoroti isu “overload” pengemudi baru yang terus bertambah tanpa batas. Sementara jumlah penumpang stagnan, pendapatan pun makin sulit dibagi. Mereka menuntut moratorium pendaftaran driver baru agar kompetisi tidak menjadi beban yang membunuh pelan-pelan.

Ketua SPN NTB, Lalu Wira Sakti, menyebut bahwa skema bisnis yang diterapkan Grab telah menyimpang dari ketentuan pemerintah. Ia menyodorkan data bahwa potongan yang seharusnya maksimal 15 persen, kini bisa menyentuh angka 40 persen. “Tarif dasar pun tidak pernah disesuaikan dengan kenaikan biaya hidup. Ini bukan hanya merugikan, tapi menyengsarakan,” tegasnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah praktik manipulasi jarak dikenal di kalangan pengemudi sebagai “maaf kilometer” di mana aplikasi mencatat jarak lebih pendek dari yang sebenarnya ditempuh. “Itu artinya, ada bagian kerja kami yang tidak dihargai,” ujar salah satu pengemudi senior.

Yang paling ironis, menurut para peserta aksi, adalah sikap diam manajemen Grab NTB. Tak satu pun perwakilan keluar menemui mereka, bahkan setelah kantor disegel. “Ini menambah bukti bahwa kami dianggap bukan mitra, tapi hanya angka dalam sistem,” kata Danimar dengan getir.

Aksi hari itu mungkin akan dikenang sebagai salah satu titik balik dalam hubungan antara aplikator dan mitra. Sebuah penanda bahwa di balik kemudahan teknologi, ada manusia yang menuntut dihargai. Dan bahwa setiap klik pemesanan seharusnya disertai kesadaran bahwa di baliknya ada nyawa, keluarga, dan harapan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menguatkan Akar Ekonomi Lokal, Bank NTB Syariah Jadikan UMKM Fokus Utama Transformasi 2026
Skandal Lahan MXGP Samota Melebar, Penilai Harga Tanah Resmi Jadi Tersangka
Antisipasi Gangguan Listrik, PLN Perbarui Infrastruktur Transmisi Strategis di Sumbawa
Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, Bank NTB Syariah Hadirkan Pojok NTBS di Tiga Pasar Tradisional Mataram
TRC PLN UIW NTB Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Kabul, Perkuat Peran Sosial di Tengah Bencana
Di Tengah Medan Ekstrem Pascabanjir, PLN Berjuang Kembalikan Terang Warga Pelangan
Dari Bibit ke Berkah, Cara Bank NTB Syariah Memaknai Ulang Hadiah Ulang Tahun Daerah
Empat Tiang Roboh Tak Padamkan Listrik Kuta, PLN Buktikan Kesiapan Hadapi Gangguan Cuaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:26 WITA

Digugat PMH, BTN Cabang Mataram Terancam Uji Legalitas Appraisal dan Lelang Aset

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:21 WITA

Tragis, Ayah Tebas Anak Kandung di Lombok Barat: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:42 WITA

Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Dilaporkan Atas Dugaan Persetubuhan Terhadap Santriwati

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:50 WITA

Satu Jam Menunggu di Samping Api, Ini Pengakuan Pria yang Tega Bakar Ibu Kandungnya.

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:27 WITA

Anak Bunuh Ibu Kandung, Jenazah Dibakar di Sekotong untuk Hilangkan Jejak

Senin, 26 Januari 2026 - 10:50 WITA

Terkuak! Kades Sekotong Barat Ungkap Teka-teki Mobil Putih di Balik Tragedi Penemuan Mayat Terbakar

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:57 WITA

Terungkap! Bukan Korban Kejahatan, Ternyata Ini Penyebab Kematian Perempuan yang Ditemukan di Pantai Nipah Lombok Utara

Senin, 19 Januari 2026 - 16:20 WITA

Uang Negara Kembali, Pertanggungjawaban Menyusul: Kasus Samota Masuki Babak Penentuan

Berita Terbaru