Benang Kusut Masker UMKM: Ketika Bantuan Dewi Noviany Berujung Jeruji Besi

- Wartawan

Rabu, 6 Agustus 2025 - 14:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewi Noviany keluar dari ruang penyidikan dengan pengawalan petugas, usai ditetapkan sebagai tersangka korupsi masker. (Foto: Istimewa)

Dewi Noviany keluar dari ruang penyidikan dengan pengawalan petugas, usai ditetapkan sebagai tersangka korupsi masker. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Klaim ingin membantu pelaku UMKM di tengah pandemi justru menyeret Dewi Noviany ke balik jeruji. Mantan Wakil Bupati Sumbawa sekaligus adik kandung mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah itu akhirnya memenuhi panggilan penyidik dan ditetapkan sebagai tersangka keenam dalam skandal korupsi pengadaan masker tahun anggaran 2020.

Penyidikan terhadap kasus ini memang menyisakan banyak tanda tanya sejak awal. Dari pengadaan yang diklaim untuk mendorong UMKM, muncul dugaan kuat permainan harga dan peran terselubung sejumlah pejabat. Proyek senilai Rp12,3 miliar yang bersumber dari dana refocusing Covid-19 itu kini justru menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1,58 miliar, sebagaimana diungkap audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB.

Rabu (6/8/2025), Dewi Noviany datang memenuhi panggilan setelah sempat absen karena alasan kesehatan. Pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 10.45 WITA berlangsung penuh tekanan. Bahkan, ia sempat terlihat gemetar hingga tim medis dari RS Bhayangkara dipanggil ke ruang penyidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemeriksaan berjalan intensif. Saat itu, tersangka terlihat lemas, jadi kami putuskan panggil dokter,” jelas Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili.

Dalam pembelaannya, Dewi menyebut perannya tak lebih dari bentuk dukungan personal kepada UMKM di Sumbawa. Ia menyebut memberikan pinjaman pribadi sebesar Rp178 juta dan membantah pernah menjadi pengepul maupun koordinator dalam proyek.

“Saya tidak pernah mengatur pengadaan. Niat saya murni membantu,” katanya.

Namun, fakta hukum berkata lain. Penyidik memiliki cukup alat bukti untuk menetapkan Dewi sebagai bagian dari mata rantai kasus ini, bersama lima pejabat lain yang telah lebih dahulu ditahan:

* Wirajaya Kusuma (Kepala Biro Ekonomi Setda NTB)

* Kamaruddin (Pejabat Pembuat Komitmen)

* Chalid Tomassoang Bulu (Sekdispar NTB)

* Muhammad Haryadi Wahyudin (Fungsional DPMPTSP NTB)

* Rabiatul Adawiyah (ASN Bakesbangpoldagri NTB)

Surat penetapan tersangka dengan nomor B/673/V/RES.3.3/2025/Reskrim menjadi dasar koordinasi hukum antara kepolisian dan Kejari Mataram. Keenam tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini menjadi cermin rapuhnya pengawasan anggaran darurat saat pandemi. Di tengah krisis, sebagian oknum justru diduga menjadikan dana penanggulangan bencana sebagai ladang bancakan.

“Tidak peduli siapa yang terlibat. Proses hukum akan kami jalankan dengan profesional,” tegas AKP Regi.

Kini, publik menanti: akankah pengadilan membongkar sepenuhnya siapa aktor utama dalam pusaran proyek masker yang sarat aroma manipulasi ini ? .

Facebook Comments Box

Berita Terkait

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas
BPK Ungkap Modus Pinjam Nama di 11 Sekolah Lombok Barat, Temukan Imbalan dan Kelebihan Bayar Rp1,4 Miliar
Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan
Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek
Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ
Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota
Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat
Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru