Jerat Hukum Kian Dekat: Korupsi Masker Covid-19 NTB, Enam Pejabat Segera Jadi Tersangka!

- Wartawan

Sabtu, 22 Maret 2025 - 01:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan masker COVID-19 di NTB. (Foto: Istimewa)

Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan masker COVID-19 di NTB. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Kasus dugaan korupsi pengadaan masker Covid-19 di NTB memasuki babak baru. Polresta Mataram memastikan enam calon tersangka segera ditetapkan sebelum Idul Fitri, setelah melewati proses penyelidikan panjang yang dimulai sejak Januari 2023.

“Kami kejar, mudah-mudahan sebelum lebaran sudah kami tetapkan tersangka,” ujar Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, Kamis (20/3).

Enam orang yang akan dijerat dalam kasus ini berinisial WK, K, CT, MH, RA, dan DN. Di antara mereka, terdapat mantan pejabat penting, termasuk mantan Wakil Bupati Sumbawa dan mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum penetapan tersangka, penyidik masih akan memeriksa ahli dari BPKP NTB serta ahli pidana untuk memperkuat dasar hukum kasus ini.

Dugaan Korupsi: Markup Harga dan Kualitas Masker Dipertanyakan

Hasil audit BPKP NTB mengungkap adanya kerugian negara mencapai Rp 1,58 miliar akibat markup harga dan pengadaan masker yang tidak sesuai spesifikasi.

Regi menjelaskan bahwa harga masker yang seharusnya Rp 10 ribu per unit, dinaikkan menjadi Rp 12 ribu. “Selisih harga itu tidak bisa diubah karena anggarannya sudah baku, sehingga berdampak pada kerugian negara,” tegasnya.

Tak hanya soal harga, sumber lain menyebut bahwa masker yang disediakan dalam proyek ini tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharuskan. Dugaan ini semakin memperkuat indikasi adanya tindak pidana korupsi yang melibatkan berbagai pihak.

Mantan Wakil Bupati Sumbawa di Pusaran Skandal

Nama Dewi Noviany, mantan Wakil Bupati Sumbawa, turut disebut dalam kasus ini. Ia juga dikenal sebagai adik kandung dari mantan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Noviany telah diperiksa penyidik pada 23 Desember 2024 lalu sebagai saksi. Saat pengadaan masker pada 2020, ia menjabat sebagai Kasubag TU di BPKAD NTB. Namanya muncul dalam penyelidikan karena diduga berperan sebagai pemodal dalam proyek pengadaan masker tersebut.

Penyidikan kasus ini mengalami kemajuan pesat sejak statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan pada September 2023. Kini, Polresta Mataram memastikan bahwa mereka telah mengantongi bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan enam orang dalam dugaan korupsi ini.

Dengan semakin dekatnya penetapan tersangka, publik menantikan langkah tegas kepolisian. Apakah ini akan menjadi awal dari terbongkarnya lebih banyak skandal korupsi di NTB ? Atau justru kasus ini akan menemui jalan buntu seperti kasus-kasus lainnya? Masyarakat menanti keadilan !.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Lombok Barat Pastikan Lokasi Tambang Emas di Sekotong Sudah Tidak Beroperasi
Proyek Prestisius, Dugaan Korupsi Serius: Kasus Lahan Samota Masuk Tahap Penuntutan
Polsek Kuripan Bubarkan Praktik Judi Sabung Ayam, Tidak Ada Ruang untuk Penyakit Masyarakat
Nama Bandar dan Pengedar Dikantongi, Polda NTB Gas Pol Berantas Narkoba di Mataram
Tragis! Pemuda di Lombok Barat Tewas Diduga Bunuh Diri , Sekolah Bantah Isu Bullying
Koalisi Rakyat NTB Minta Kejati Usut Tuntas BPKAD, Tim Transisi, dan Anggota DPRD yang Belum Mengembalikan Dana
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Tanjung Menangis
Puluhan Massa Gelar Aksi di Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Sempat Blokade Jalan Bertong–Telaga

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:19 WITA

Naik Drastis! Jumlah Kendaraan di Pelabuhan Lembar Melonjak Hingga 40 Persen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:44 WITA

KUR Nol Persen di Depan Mata, Bank NTB Syariah Siapkan Layanan Cepat dan Terintegrasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 04:35 WITA

NTB Terang Benderang di Hari Raya, Cadangan Listrik Aman, PLN Panen Apresiasi

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:39 WITA

SPKLU Kian Masif, Mudik Ramah Lingkungan Jadi Tren Baru di NTB

Minggu, 22 Maret 2026 - 01:30 WITA

45 SPKLU Disiagakan PLN NTB, Mudik Kendaraan Listrik Kini Lebih Tenang dan Terjamin

Sabtu, 21 Maret 2026 - 01:23 WITA

Idulfitri Tanpa Kedip Listrik, PLN NTB Jamin Pasokan Stabil Saat Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:14 WITA

Takbiran Penuh Cahaya di Mataram, PLN Pastikan Listrik Stabil di Tengah Lonjakan Aktivitas

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:06 WITA

Bank NTB Syariah, Pertumbuhan Nyata Tertutup Beban Sementara

Berita Terbaru