Dugaan Kriminalisasi Korban, Polresta Mataram Mandekkan Kasus Penganiayaan di Sunset Land

- Wartawan

Senin, 10 Maret 2025 - 03:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi yang menggambarkan adegan penganiayaan di Sunset Land. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi yang menggambarkan adegan penganiayaan di Sunset Land. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Bukran Efendi, seorang warga Mataram, menjadi korban kekerasan brutal yang dilakukan oleh Subandi, Direktur PT LNI, beserta empat rekannya di Sunset Land, Mataram. Namun, meskipun kasus ini telah masuk tahap penyidikan, Polresta Mataram terkesan lamban dan tidak serius dalam menangani laporan korban.

Kuasa hukum korban, Dr. Irpan Suryadiata, menduga ada upaya kriminalisasi korban dan perlindungan terhadap pelaku. Menurutnya, kepolisian justru mencari alasan untuk memperlambat proses hukum, alih-alih menegakkan keadilan.

“Kami sudah berulang kali menghubungi Kapolda NTB melalui WhatsApp, tapi tidak ada tanggapan. Penyidik beralasan saksi sulit dipanggil, tapi itu alasan yang mengada-ada. Jika kasus sudah di tahap penyidikan, seharusnya ada upaya jemput paksa. Mengapa ini tidak dilakukan?” ujar Irpan dengan nada kesal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kejadian: Dari Sunset Land ke Kantor PT LNI

Peristiwa ini terjadi pada 13 November 2024, ketika Bukran menghadiri rapat koordinasi di Hotel Golden Place, Mataram. Seusai rapat, ia diajak oleh Rina, istri Subandi, untuk mencari makanan bersama dua orang lainnya. Mereka kemudian menuju Sunset Land.

Tanpa diduga, setibanya di lokasi, Subandi dan empat orang lainnya langsung menganiaya Bukran. Ia dipukul, ditendang, dan diseret ke dalam mobil. Korban kemudian dibawa paksa ke kantor PT LNI di Desa Mantang, Lombok Tengah, di mana ia kembali diperlakukan dengan kasar.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka-luka serius dan segera melaporkan kejadian ini ke Polresta Mataram. Sayangnya, laporan itu hingga kini masih jalan di tempat.

Polisi Dinilai Tertutup, Pesan WhatsApp ke Direktur PT LNI Tak Dibalas

Selain mandeknya penyelidikan, pihak korban juga mengeluhkan minimnya transparansi dari kepolisian. Penyidik beralasan bahwa saksi tidak mau datang, tetapi mereka juga enggan melakukan penjemputan paksa.

“Lebih aneh lagi, saat kami tanyakan siapa tim buser yang ditugaskan menangkap pelaku, penyidik tidak mau menjawab. Bahkan ketika kami berikan informasi bahwa pelaku masih berada di Lombok Tengah, mereka tetap tidak mengambil tindakan,” tambah Irpan.

Di sisi lain, Subandi yang merupakan Direktur PT LNI masih bungkam. Hingga saat ini, pesan WhatsApp yang dikirim kepadanya untuk meminta klarifikasi tidak pernah direspons.

Ancaman Mosi Tidak Percaya, Kasus Siap Dibawa ke Kapolri

Melihat ketidakjelasan dalam penanganan kasus ini, pihak korban akan mengambil langkah lebih lanjut jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada perkembangan berarti.

“Kami akan melayangkan surat ke Kapolri, karena sudah jelas ada ketidakberesan dalam kasus ini. Jika perlu, kami akan menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk protes terhadap kinerja Polresta Mataram,” tegas kuasa hukum korban.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga saat ini masih belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini. Kejelasan nasib korban penganiayaan masih menggantung, sementara para pelaku masih bebas berkeliaran tanpa hambatan hukum.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas
BPK Ungkap Modus Pinjam Nama di 11 Sekolah Lombok Barat, Temukan Imbalan dan Kelebihan Bayar Rp1,4 Miliar
Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan
Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek
Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ
Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota
Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat
Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru