Perkembangan Bahasa pada Anak dengan Sindrom Down

- Wartawan

Minggu, 21 Januari 2024 - 15:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siti Mutiah,Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024 (Foto Istimewa)

Siti Mutiah,Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024 (Foto Istimewa)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024

Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics

Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dari perkembangan anak secara keseluruhan. Kemampuan berbahasa dapat tertunda atau dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemampuan kognitif, sensori motorik, psikologis, dan lingkungan. Pada anak normal, perkembangan bahasa umumnya sesuai dengan tahapan perkembangan. Anak-anak normal mampu mengucapkan kata-kata yang mereka gunakan. Namun, anak berkebutuhan khusus, seperti anak dengan sindrom down, dapat mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. Anak dengan sindrom down memiliki kesulitan dalam mengucapkan kata-kata, bahkan sulit untuk memahami apa yang orang lain katakan. Selain itu, mereka juga mengalami keterlambatan perkembangan mental pada kehidupan sehari-hari, seperti kemandirian, konsentrasi belajar, kemampuan mengolah kata, dan sulitnya berinteraksi dengan orang sekitar.

Sindrom Down adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh kelebihan kromosom 21. Orang dengan sindrom Down memiliki 47 kromosom, sedangkan orang normal memiliki 46 kromosom. Kelebihan kromosom ini menyebabkan perkembangan fisik dan mental penderita sindrom Down menjadi terhambat. Menurut data WHO, setiap tahunnya sekitar 300 hingga 500 bayi terlahir dengan sindrom Down. Di Indonesia, kasus sindrom Down juga cenderung meningkat. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2013, persentase anak usia 24-59 bulan yang penyandang sindrom Down adalah 0,13%. Penderita sindrom Down dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan jantung, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan perkembangan, dan terutama gangguan kebahasaan.

Perkembangan bahasa pada anak dengan sindrom Down sejalan dengan perkembangan bahasa anak-anak pada umumnya, bervariasi tergantung pada tingkat perkembangan bahasa masing-masing anak. Anak dengan sindrom Down seringkali menghadapi tantangan dalam perkembangan bahasa dan berkomunikasi. Anak dengan sindrom Down sering mengalami keterlambatan bicara dan kesulitan dalam mengucapkan kata-kata dengan jelas. Mereka dapat mengucapkan kata yang tidak akurat, mengalami gangguan suara, dan menghadapi ketidakmampuan dalam mengartikulasi suara dengan baik. Anak dengan sindrom Down memiliki keterbatasan dalam pemahaman, pengolahan, dan penggunaan kosakata baru. Mereka mengalami kesulitan mengaitkan kata-kata baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Anak dengan sindrom Down mengalami kesulitan memahami bahasa tubuh, mengenali ekspresi wajah, dan memahami aturan-aturan dalam memulai percakapan. Hal ini membuat mereka menghadapi tantangan dalam berkomunikasi secara sosial.

Memberikan metode pembelajaran pada anak sindrom Down dapat meningkatkan kecerdasan dan pemahaman dalam berbahasa. Metode alternatif yang dapat digunakan adalah metode berbasis visual, seperti belajar menggunakan gambar, papan tulis, kartu kata, agar anak dapat memahami dan mengingat konsep-konsep bahasa. Anak sindrom Down juga dapat mempengaruhi perkembangan fisik yang umum ditemukan, serta memiliki kemampuan yang unik, seperti bentuk wajah yang bulat, mata sipit, hidung pesek, telinga kecil, leher pendek, dan pertumbuhan yang lambat. Anak dengan sindrom Down diperkirakan tidak akan bertahan lama karena memiliki risiko kesehatan yang rendah, seperti masalah jantung dan masalah pernapasan.

Dalam meningkatkan perkembangan bahasa pada anak sindrom Down, sangat dibutuhkan peran orang tua untuk mendukung penggunaan bahasa yang benar. Orang tua dapat memberikan contoh dalam berbahasa dan berucap, seperti ketika anak mengucapkan kata atau kalimat dengan salah, orang tua dapat memberikan contoh pengucapan yang benar. Orang tua juga harus memiliki kesabaran dalam mendidik anak sindrom Down karena proses belajar bahasa membutuhkan waktu lama bagi anak sindrom Down. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan dorongan, pujian, dan dukungan yang positif saat berkomunikasi dan menggunakan bahasa.

Dapat disimpulkan bahwa anak sindrom Down mengalami hambatan pada perkembangan bahasa. Dengan bahasa yang baik, anak dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Selain itu, memberikan pelatihan berbasis visual dan keterlibatan orang tua dalam membantu perkembangan bahasa anak sangat penting. Orang tua dapat memberi rangsangan pada aktivitas sehari-hari anak.

Penulis : Siti Mutiah

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD KSB dalam Prahara: Badai Skandal atau Sekadar Drama Penegakan Hukum?
E-Katalog dan Ilusi Transparansi Digital
Revitalisasi Bank Sampah: Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sampah di Lombok
Hijau Bernilai: Ketika Pohon Sengon Menjadi Penyelamat Sumbawa
Menakar Peran Lembaga Nilai dalam Legislasi Daerah: Refleksi atas Perda Penyakit Masyarakat di KSB
TGB Pilih Saudara atau Sahabat?
Dukungan Penuh Rusmin Abdul Gani kepada Anindya Bakrie Sebagai Ketum Kadin Baru
Relativitas Bahasa dan Budaya

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 11:16 WITA

Polsek Batulayar Siaga Tangani Banjir di Jalur Senggigi

Jumat, 3 April 2026 - 20:06 WITA

Soroti Belanja Pegawai 34%, Lobar di Ambang Krisis Fiskal, DPRD: Jangan Sampai Nasib P3K Dikorbankan!

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

Hearing Publik: PPS Desak Kemenhaj NTB Sanksi Tegas Travel Nakal Buntut Jamaah Umrah Terlantar

Rabu, 1 April 2026 - 14:13 WITA

Waspada! Penipuan Berkedok Pembaruan Data Haji, Kemenhaj Lobar Imbau Jemaah Tidak Mudah Percaya

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:45 WITA

Viral Protes Pajak Parkir di Batu Bolong, Begini Penjelasan Bapenda Lobar!

Senin, 30 Maret 2026 - 05:40 WITA

Dari Desa hingga Nasional, Setahun Haerul Warisin Dinilai Sukses Ubah Wajah Lombok Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:55 WITA

Dari Ka’bah ke Ketidakpastian: Jamaah Umroh NTB Jadi Korban, Negara Ditantang Bertindak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:13 WITA

Arus Balik H+4 Lebaran 2026: Penumpang Lembar–Padangbai Melandai, ASDP Siaga Antisipasi Lonjakan Akhir Pekan

Berita Terbaru

Kondisi banjir di Jalan Raya Senggigi, Lombok Barat, dengan genangan air setinggi lutut yang melumpuhkan arus lalu lintas, Minggu (5/4/2026).(Foto istimewa)

NTB

Polsek Batulayar Siaga Tangani Banjir di Jalur Senggigi

Minggu, 5 Apr 2026 - 11:16 WITA