OPINI : Proses Pemerolehan Bahasa Ibu bagi Anak Penderita Disleksia

- Wartawan

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Siti Mahfuzatul Hayati , Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram 2024

Foto : Siti Mahfuzatul Hayati , Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram 2024

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024

Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics

Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disleksia adalah gangguan saraf pada bagian otak yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa, menyebabkan kesulitan dalam membaca, menulis, dan berbicara. Penderita disleksia cenderung memiliki ejaan yang buruk dan ingatan yang lemah, serta mengalami kesulitan dalam pengolahan kata. Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan disleksia dapat menjadi penyebab, meskipun penyebab pastinya belum diketahui. Anak-anak dengan disleksia seringkali memiliki sifat energik dan kemampuan bekerja keras, meskipun menghadapi kesulitan dalam perolehan bahasa. Identifikasi masalah disleksia pada anak umumnya melibatkan kesulitan dalam mengolah bunyi ucapan dan mengaitkannya dengan simbol tulisan seperti huruf.

Perbedaan dalam cara otak memproses bahasa lisan dan tulisan akan sangat mempengaruhi dalam hal pemerolehan bahasa. Perbedaan tersebut dapat mengganggu perkembangan  kemampuan bahasa dan literasi awal. Jadi, pengembangan keterampilan mendengar,berbicara dan membaca itu sangat penting dalam memperoleh bahasa. Sebagian besar anak sudah belajar berbicara dan memahami bahasa secara alami. Namun, membaca adalah keterampilan yang harus di ajarkan dan dipelajari. Melalui kegiatan bermain, orang tua dapat mengajarkan anaknya sejak dini untuk mengembangkan keterampilan bahasa yang dapat membantu anaknya mengembangkan kemampuan yang akan dibutuhkan untuk belajar membaca.

Pemerolehan bahasa pada bayi yang baru lahir berawal dari suara tangisan yang menjadi bentuk respon terhadap situasi yang dialaminya. Cara anak merespon akan berkembang dengan seiiring berkembangnya usia kemudian akan menyimpan stimuli bahasa pada memorinya. Pemerolehan bahasa pertama atau disebut dengan bahasa ibu merupakan proses dimana aturan-aturan bahasa dipelajari berdasarkan apa yang diterima dari bentuk paling sederhana hingga bentuk yang konpleks. Anak akan lebih cepat menguasai bahasa  jika dia memperoleh bahasa itu pada masa emas yaitu di usia 6-15 tahun. Pendapat lain juga mengatakan masa emas pada anak itu di usia sekitar 0-6 tahun. Akan tetapi, intinya batasan dari masa emas itu adalah masa pubertas. Masa emas adalah masa dimana otak manusia masih sangat elastis sehingga seorang anak dapat memperoleh bahasa pertama dengan mudah dan cepat.

Anak-anak penderita disleksia membutuhkan lebih banyak waktu untuk memproses suara menjadi bahasa. Mereka dapat mengalami kesulitan dalam berbicara, kurangnya kosakata, dan kesulitan menemukan kata. Gangguan disleksia seringkali terlihat saat anak memasuki masa pra sekolah, di mana kesulitan mengenali huruf dan memahami urutan bunyi dapat menjadi masalah.

Disleksia terdiri dari dua karakteristik utama, yaitu kelemahan dalam pemrosesan fonologis dan kesulitan membaca. Terapi wicara dapat membantu anak penderita disleksia, melibatkan latihan untuk meningkatkan keterampilan motorik, koordinasi, dan penggunaan kosa kata. Penggunaan papan tulis, permainan peran, dan membacakan buku dengan pelafalan yang benar adalah contoh terapi yang dapat membantu mencapai tujuan ini. Meskipun penderita disleksia menghadapi kesulitan belajar bahasa, terapi wicara dapat mempermudah proses pembelajaran mereka dalam membaca, menulis, dan berbicara.

Penulis Opini : Siti Mahfuzatul Hayati

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Di Balik Kilau Tambang: Menakar Dampak AMNT bagi Masyarakat KSB
DPRD KSB dalam Prahara: Badai Skandal atau Sekadar Drama Penegakan Hukum?
E-Katalog dan Ilusi Transparansi Digital
Revitalisasi Bank Sampah: Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sampah di Lombok
Hijau Bernilai: Ketika Pohon Sengon Menjadi Penyelamat Sumbawa
Menakar Peran Lembaga Nilai dalam Legislasi Daerah: Refleksi atas Perda Penyakit Masyarakat di KSB
TGB Pilih Saudara atau Sahabat?
Dukungan Penuh Rusmin Abdul Gani kepada Anindya Bakrie Sebagai Ketum Kadin Baru

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru