LOMBOK BARAT, Halontb.com – Ratusan wali murid, jajaran pendidik, Komite MAN Lombok Barat, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat menyatukan langkah dalam Temu dan Musyawarah Wali Murid Kelas X, XI, dan XII. Acara yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) di halaman MAN Lombok Barat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen penandatanganan kesepakatan bersama untuk memperkuat kolaborasi antara rumah dan madrasah.
Suasana hangat namun penuh makna mewarnai pertemuan tersebut. Para hadirin sepakat bahwa pendidikan anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Diperlukan irama yang selaras antara pengajaran di madrasah dan pembinaan karakter di rumah agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
Baca juga: Awali Tahun Ajaran Baru, MAN Lombok Barat Gelar Anugerah Prestasi untuk Inspirasi 330 Siswa Baru
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa guru dan orang tua memikul amanah yang sama. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan upaya strategis untuk menyambungkan semangat pendidikan di kedua lingkungan utama kehidupan siswa.
“Anak-anak tidak boleh mendapatkan dua arah pendidikan yang berbeda. Rumah dan madrasah harus menjadi satu irama dalam membentuk karakter mereka,” ujar H. Kemas Burhan dalam sambutannya.
Baca juga: Membanggakan! Siswa MAN Lombok Barat Siap Harumkan Nama NTB di Piala Dunia Anak Indonesia 2026
H. Kemas memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan selama satu tahun pelajaran ke depan, meliputi penguatan karakter religius, peningkatan mutu akademik, penanaman budaya disiplin, pembinaan prestasi, serta pengembangan ekstrakurikuler. Madrasah juga menghadirkan program wali asuh untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif bagi siswa.
Ia mengingatkan bahwa waktu siswa di madrasah hanya sekitar tujuh hingga delapan jam per hari. Selebihnya, mereka berada dalam pengawasan keluarga. Oleh karena itu, dukungan penuh dari orang tua menjadi kunci keberhasilan implementasi berbagai program tersebut.
Baca juga: Tutup Tahun Ajaran 2025/2026, MAN Lombok Barat Panen Prestasi dan Umumkan Juara Umum
Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Barat, H. Muliarta, S.Sos., M.Sos., yang hadir sebagai saksi penandatanganan kesepakatan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif MAN Lombok Barat dalam membangun komunikasi aktif dengan orang tua siswa.
Menurut H. Muliarta, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kekuatan hubungan antara madrasah dan keluarga. Ia mendorong agar dialog seperti ini terus berlangsung secara berkelanjutan.
Baca juga: Cetak Prestasi Nasional, Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Emas di AKSI 2026
“Madrasah tidak boleh anti kritik. Justru masukan dari para wali murid adalah energi untuk terus memperbaiki diri. Semakin sering kita berdialog, semakin mudah kita mencari solusi bersama,” katanya.
H. Muliarta juga menitipkan harapan kepada pengurus Ikatan Alumni MAN Lombok Barat yang baru dikukuhkan agar dapat menjadi duta yang memperkenalkan kemajuan madrasah kepada masyarakat luas.
Baca juga: Tembus Kedokteran Unram Jalur SNBP 2026, Jasmine Elmira Hakim Harumkan Nama MAN Lombok Barat
Momentum silaturahmi ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan beberapa struktur penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan. Di antaranya adalah pengukuhan Tim Manajemen Mutu Madrasah yang dipimpin oleh M. Natsir, S.E., M.E., pengurus Ikatan Alumni yang diketuai Muhammad Taufiq, serta para Wali Asuh MAN Lombok Barat.
Langkah ini menjadi simbol keseriusan madrasah dalam memperkuat sistem penjaminan mutu, memperluas jejaring alumni, dan memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan yang optimal.
Baca juga: Harumkan NTB di Tingkat Nasional, Siswa MAN Lombok Barat Sabet Medali Emas Islamic Olympiade VII
Acara ditutup dengan penandatanganan dokumen kesepakatan bersama oleh Kepala MAN Lombok Barat, Ketua Komite, dan perwakilan wali murid, yang disaksikan langsung oleh H. Muliarta. Kesepakatan ini menjadi ikrar kolektif bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika orang tua dan guru berjalan dalam visi yang sama, pendidikan tidak lagi sekadar transfer ilmu, melainkan ikhtiar bersama melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.










