Mataram, Halontb.com – Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan kesiapannya menjadi salah satu daerah yang mendukung percepatan transformasi energi nasional. Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan digitalisasi layanan kelistrikan, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memperkuat kolaborasi dengan media massa sebagai mitra strategis untuk mengawal penyebaran informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Media Gathering bertajuk “Synergy for Sustainable Growth” yang mempertemukan jajaran manajemen PLN UIW NTB dengan lebih dari 30 jurnalis dari berbagai platform media di Nusa Tenggara Barat. Pertemuan itu bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi forum strategis untuk membangun kesamaan persepsi mengenai arah transformasi sektor ketenagalistrikan di daerah.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi energi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat mengenai berbagai program PLN maupun kebijakan pemerintah di sektor energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu fokus yang dipaparkan adalah perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di NTB. Hingga 31 Mei 2026, PLN telah mengoperasikan 51 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 36 titik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
PLN menilai, ketersediaan SPKLU yang semakin luas akan memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik saat melakukan perjalanan antarkota maupun antarkabupaten. Seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia, kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama yang menentukan percepatan terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di daerah.
Tidak hanya membangun infrastruktur, PLN juga membuka peluang kemitraan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun investor yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan SPKLU. Skema kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan fasilitas pengisian daya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Nusa Tenggara Barat.
Transformasi layanan juga terus diperkuat melalui aplikasi PLN Mobile. Salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada media adalah fitur Trip Planner, yang memungkinkan pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman melalui informasi lokasi SPKLU terdekat, estimasi kebutuhan pengisian daya, hingga rute perjalanan yang lebih efisien.
Di sisi lain, PLN tetap menempatkan pemerataan akses listrik sebagai prioritas. Melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), hingga tahun 2025 sebanyak 12.300 rumah tangga di NTB telah menikmati sambungan listrik. Untuk tahun 2026, PLN bersama para pemangku kepentingan juga telah mengusulkan tambahan kuota bagi 15.000 rumah tangga, sebagai upaya memperluas akses energi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi PLN, transformasi energi tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang pemerataan manfaat pembangunan. Karena itu, sinergi dengan media menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kebijakan, inovasi, dan program pemerintah dapat dipahami masyarakat secara utuh, sehingga mampu mendorong partisipasi publik dalam mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, digitalisasi layanan, perluasan akses listrik bagi masyarakat, serta kemitraan yang semakin erat dengan media, PLN UIW NTB optimistis mampu menjadi motor penggerak transformasi energi di Nusa Tenggara Barat sekaligus mendukung target pembangunan nasional menuju masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
Editor : Reza











