Dana Tabungan Siswa Raib, Kades Babussalam Desak Pengembalian, Dikbud Lobar Turun Tangan

- Wartawan

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Babussalam, H. Ramli Ahmad.(Foto: Istimewa)

Kepala Desa Babussalam, H. Ramli Ahmad.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Polemik dugaan penggunaan dana tabungan siswa oleh seorang oknum guru di SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, terus menjadi perhatian publik. Kepala Desa Babussalam, H. Ramli Ahmad, meminta agar persoalan tersebut segera dituntaskan dengan mengedepankan pengembalian dana kepada para wali murid guna mencegah keresahan yang semakin meluas di tengah masyarakat.

Ramli mengaku mengetahui kasus tersebut dari informasi yang beredar di media sosial dan pembicaraan warga. Meski tidak terlibat langsung dalam proses penyelesaiannya, ia mengaku prihatin karena persoalan tersebut menyangkut uang milik siswa yang seharusnya dikelola secara aman dan bertanggung jawab.

Menurutnya, dana tabungan siswa merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik. Karena itu, setiap pihak yang diberi kepercayaan mengelola dana tersebut wajib mempertanggungjawabkannya secara penuh kepada para siswa dan orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Jangan sampai kasus serupa kembali terjadi di sekolah lain. Harus ada kejelasan dan solusi agar masyarakat mengetahui bagaimana penyelesaiannya,” ujar Ramli, saat ditemui di kantornya, Kamis (25/6).

Ia menjelaskan bahwa program tabungan siswa selama ini memang menjadi salah satu cara untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini. Namun, dana yang dititipkan siswa tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain di luar tujuan yang telah disepakati.

Ramli menilai persoalan keuangan merupakan hal yang sangat sensitif. Ketika dana yang dititipkan digunakan untuk kebutuhan lain, proses pengembaliannya sering kali menjadi masalah dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Kita berbicara soal uang. Ini sangat riskan. Ketika uang sudah digunakan, biasanya yang sulit adalah saat mengembalikannya. Karena itu harus ada tanggung jawab yang jelas,” tegasnya.

Lebih jauh, Ramli mengingatkan agar kasus yang terjadi di SDN 5 Babussalam menjadi bahan evaluasi bagi seluruh sekolah. Ia meminta pengawasan terhadap pengelolaan dana siswa diperketat sehingga tidak membuka peluang terjadinya penyalahgunaan dana di kemudian hari.

Ia juga mengkhawatirkan persoalan tersebut dapat berkembang menjadi gejolak sosial apabila tidak segera diselesaikan. Menurutnya, semakin lama penyelesaian dilakukan, semakin besar pula potensi munculnya ketegangan antara pihak sekolah dan masyarakat.

“Kami tidak ingin masalah ini berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Kalau masyarakat semakin emosi dan banyak pihak terlibat, tentu akan lebih sulit dikendalikan,” katanya.

Menanggapi tuntutan para wali murid yang meminta dana tabungan segera dikembalikan, Ramli menilai permintaan tersebut sangat wajar. Ia memahami bahwa sebagian orang tua sangat membutuhkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Karena itu, ia meminta pihak yang bertanggung jawab segera memenuhi kewajibannya dan membuat kesepakatan yang jelas terkait mekanisme pengembalian dana. Menurutnya, kepastian jadwal pengembalian penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Saya sependapat dengan keinginan masyarakat. Dana itu harus segera dikembalikan. Kalau perlu dibuat perjanjian yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Heni Murdianti.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Heni Murdianti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta kepala sekolah untuk memastikan oknum guru yang bersangkutan membuat surat pernyataan resmi di atas materai.

Dalam surat tersebut, guru yang bersangkutan menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh dana tabungan siswa yang telah digunakan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen awal dalam penyelesaian persoalan yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

“Tadi kami meminta ketegasan dari kepala sekolah agar yang bersangkutan membuat surat pernyataan resmi. Surat itu sudah dibuat di atas materai dan berisi komitmen untuk mengganti seluruh dana yang telah digunakan,” katanya.

Heni juga mengusulkan agar praktik pengelolaan tabungan siswa di sekolah dievaluasi secara menyeluruh. Bahkan, ia menyarankan adanya penghentian sementara atau moratorium program tabungan yang dikelola langsung oleh sekolah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Menurutnya, pendidikan tentang pentingnya menabung tetap perlu diberikan kepada siswa. Namun, pelaksanaannya dapat diarahkan melalui lembaga keuangan resmi seperti perbankan yang memiliki sistem pengawasan dan perlindungan dana yang lebih baik.

Mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada oknum guru tersebut, ia menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya menjadi kewenangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat. Sementara itu, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh dana tabungan siswa dikembalikan sesuai komitmen yang telah dibuat.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan para wali murid, guru yang bersangkutan disebut telah menyatakan kesediaannya untuk mengembalikan dana tersebut. Namun, proses pengembalian masih menunggu pencairan pinjaman dari pihak bank yang akan digunakan untuk menutupi seluruh dana tabungan siswa.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Lombok Barat. Warga berharap penyelesaian dilakukan secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab sehingga hak para siswa dapat segera dipenuhi serta kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tetap terjaga.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tabungan Siswa Ratusan Juta Diduga Dipakai Tebus Sertifikat Tanah, Oknum Guru di Lombok Barat Terancam Dipolisikan
Kembalikan Figur Ayah di Sekolah, SMKN 1 Gerung Jadi Pelopor Gerakan GEMAR di NTB
Tutup Tahun Ajaran 2025/2026, MAN Lombok Barat Panen Prestasi dan Umumkan Juara Umum
Cetak Prestasi Nasional, Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Emas di AKSI 2026
Belajar Sambil Bermain, Polda NTB Kenalkan Unit Polisi Satwa ke Siswa Sekolah Rakyat Lombok Barat
Sukses Jalankan Transformasi Digital, Kepala MAN Lombok Barat Apresiasi Kelancaran ASAS Berbasis CBT
Harumkan NTB di Tingkat Nasional, Siswa MAN Lombok Barat Sabet Medali Emas Islamic Olympiade VII
Perkuat Karakter dan Kesejahteraan Guru, Gubernur NTB: Jadilah Teladan yang Dicintai Murid

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:51 WITA

Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Lombok Barat Hijaukan Desa Lewat Aksi Tanam Pohon Alpukat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:13 WITA

Ketuk Palu! Pemkab Lombok Barat Tetapkan Pilkades Serentak 77 Desa 9 Desember, Cek Aturan Mainnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:20 WITA

Gandeng HIPPI NTB, Senator Evi Apita Maya Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Lombok Barat

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:01 WITA

Turun ke 14 Dusun di Lombok Barat, Lalu Irwansyah Triadi Jemput Aspirasi Warga Sekotong dan Lembar

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:23 WITA

Mengabdi Tanpa Batas: Kiprah Nyata Hj. Sari Yuliati, Srikandi Golkar Pusat Pejuang Aspirasi Lombok

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:26 WITA

Kasasi Kandas di MA: Eks Bupati Loteng Suhaili FT Resmi Jalani Eksekusi 8 Bulan Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 14:17 WITA

Resmi! Gajah Muda Nusantara Akan Gelar Kongres Nasional Perdana di NTB

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:44 WITA

Ketua Umum Laskar Gibran Bertemu Wapres Gibran, Laporkan Program Strategis dan Penguatan Peran Pemuda

Berita Terbaru