LOMBOK BARAT, Halontb.com — SD Negeri 3 Suka Makmur di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk mencetak prestasi. Dalam enam tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Jumawardi, S.Pd., jumlah peserta didik sekolah ini melonjak dari 155 menjadi 198 siswa, seiring dengan deretan prestasi akademik dan non-akademik yang terus bertambah.
Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah ini menerima 28 peserta didik baru yaitu 16 laki-laki dan 12 perempuan sehingga total siswa dari kelas I hingga VI kini berjumlah 198 orang, terdiri dari 105 laki-laki dan 93 perempuan.
Baca juga: SMAN 1 Gerung Gelar MPLS Ramah, Aman, dan Nyaman, Bekali 405 Siswa Baru dengan Pendidikan Karakter
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak tahun 2020 jumlah siswa kami terus meningkat. Saat itu sekitar 155 orang, sekarang sudah mencapai 198 siswa. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SDN 3 Suka Makmur terus meningkat,” ujar Jumawardi, Sabtu (18/7).

Lonjakan kepercayaan masyarakat ini tidak lepas dari program pembiasaan pagi yang diterapkan secara konsisten. Setiap pukul 07.00 WITA, gerbang sekolah ditutup dan seluruh siswa mengikuti kegiatan literasi, senam, doa bersama, serta pembentukan karakter selama 30 menit sebelum jam belajar dimulai.
Baca juga: Membanggakan! Siswa MAN Lombok Barat Siap Harumkan Nama NTB di Piala Dunia Anak Indonesia 2026
Untuk memperkuat minat baca, sekolah memanfaatkan media digital yang menayangkan cerita rakyat dan materi edukatif. Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) juga diterapkan setiap hari sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
“Ini menjadi budaya sekolah yang terus kami pertahankan,” kata Jumawardi.
Baca juga: Awali Tahun Ajaran Baru, MAN Lombok Barat Gelar Anugerah Prestasi untuk Inspirasi 330 Siswa Baru
Selain program pembiasaan, sekolah aktif mengembangkan bakat siswa lewat kegiatan ekstrakurikuler karate, seni tari, seni budaya Sasak, pramuka, dan renang. Upaya ini membuahkan sejumlah prestasi membanggakan.

Pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024, Muhammad Sabil Subuhi meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Lombok Barat cabang seni saat masih duduk di kelas III, mengalahkan peserta dari kelas yang lebih tinggi, dan berhasil melaju ke tingkat Provinsi NTB.
Di cabang olahraga, tim renang sekolah menyabet Juara 1 tingkat kabupaten, sementara cabang seni tari meraih Juara 2 tingkat kabupaten. Sekolah ini juga tampil sebagai juara umum pada kompetisi tingkat gugus yang diikuti tujuh SD dan satu perguruan tinggi agama, dengan raihan Juara 1 Olimpiade IPA, Juara 1 Matematika, serta Juara 2 Pendidikan Seksualitas dan Cerdas Cermat.
“Seluruh capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari dukungan Dinas Pendidikan, para guru, orang tua siswa, hingga masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada sekolah,” ujar Jumawardi.
Baca juga: Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028
SDN 3 Suka Makmur tercatat sebagai salah satu “Sekolah Penggerak” hasil seleksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2022–2024. Status ini mendorong sekolah untuk terus berinovasi sekaligus terbuka kepada wali murid, seluruh aktivitas siswa dipublikasikan lewat media sosial resmi sekolah agar orang tua dapat memantau perkembangan anak.
Perhatian pemerintah daerah pun mengalir. Siswa sekolah ini kerap tampil dalam agenda resmi Bupati Lombok Barat, termasuk Car Free Nite, dan mendapat kunjungan langsung dari Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, saat acara pelepasan siswa kelas VI tahun lalu.
Baca juga: Tekan Angka Pernikahan Dini, DSP3A Lombok Barat Jadikan Gerung Selatan Percontohan Desa Ramah Anak
Di balik capaian tersebut, sekolah ini masih bergulat dengan keterbatasan sarana. Dari tujuh rombongan belajar yang ada, hanya tersedia lima ruang kelas.
“Kami memiliki tujuh rombongan belajar tetapi hanya lima ruang kelas, sehingga sementara ini pembelajaran dilakukan secara bergiliran agar proses belajar tetap optimal,” jelas Jumawardi.
Baca juga: Cetak Prestasi Nasional, Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Emas di AKSI 2026
Sistem belajar bergantian pagi dan siang ini menjadi solusi sementara sambil menanti penambahan ruang kelas yang kian mendesak seiring bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun.
Sebagai penutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini, sekolah menghadirkan juru dongeng Kak Fiki Efendi untuk menumbuhkan minat baca dan keberanian bercita-cita sejak usia dini. Seluruh siswa disebut mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias dari awal hingga akhir.
“Melalui dongeng, anak-anak lebih mudah termotivasi, berimajinasi, dan berani bercita-cita,” kata Jumawardi.
Baca juga: Harumkan NTB di Tingkat Nasional, Siswa MAN Lombok Barat Sabet Medali Emas Islamic Olympiade VII
Jumawardi menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa seluruh pencapaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ia menyebut penguatan karakter, budaya literasi, dan prestasi akan terus menjadi prioritas sekolah dalam mempersiapkan generasi mendatang.
“Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu mencetak Pelajar Pancasila yang berkarakter, berbudaya, berprestasi, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” pungkasnya.











