Gandeng Australia, NTB Terapkan Teknologi AI di Posyandu untuk Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil

- Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal secara simbolis menunjukkan dukungan saat peluncuran uji coba program riset 'Koneksi AI in Healthcare' di Posyandu Cempaka 2, Dusun Tempit, Desa Mekarsari, Narmada, Lombok Barat, Kamis (11/6).(Foto: Diskominfotik NTB)

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal secara simbolis menunjukkan dukungan saat peluncuran uji coba program riset 'Koneksi AI in Healthcare' di Posyandu Cempaka 2, Dusun Tempit, Desa Mekarsari, Narmada, Lombok Barat, Kamis (11/6).(Foto: Diskominfotik NTB)

Lombok Barat, Halontb.com – Nusa Tenggara Barat mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat desa. Melalui kolaborasi Indonesia–Australia dalam program riset Koneksi AI in Healthcare, teknologi AI diharapkan mampu membantu kader kesehatan mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi informasi kesehatan, serta mendukung deteksi dini berbagai risiko kesehatan pada ibu hamil dan anak.

Komitmen tersebut mengemuka saat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menghadiri pelaksanaan Program Kolaborasi Australia–Indonesia melalui proyek riset Koneksi AI in Healthcare di Posyandu Cempaka 2, Dusun Tempit, Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (11/6).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, dan dihadiri perwakilan mitra Australia, tim Koneksi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta para kader posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Sinta M. Iqbal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan inovasi teknologi untuk mendukung pelayanan kesehatan primer di NTB. Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah proses pendataan kesehatan yang membutuhkan waktu dan tenaga besar dari para kader kesehatan di lapangan.

“Para kader selama ini mengemban tugas yang sangat besar dalam mengumpulkan dan menginput data kesehatan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi AI, kami berharap proses pendataan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan menghasilkan data yang lebih akurat,” ujar Sinta.

Ia menegaskan bahwa teknologi tidak boleh hanya berhenti sebagai alat pendukung administrasi, tetapi harus mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, Sinta berharap teknologi AI dapat dikembangkan untuk membantu mendeteksi lebih dini berbagai risiko kesehatan, khususnya pada ibu hamil, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

“Kami berharap teknologi ini dapat membantu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko sejak dini sehingga penanganan dan pendampingan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” katanya.

Ia juga berharap hasil penelitian yang saat ini diterapkan di Desa Mekarsari dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah lain di NTB, termasuk Pulau Sumbawa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, menilai transformasi digital di sektor kesehatan menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat kualitas pelayanan publik. Menurutnya, penggunaan teknologi akan membantu menghasilkan data yang lebih akurat sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif.

“Digitalisasi kesehatan akan membantu kita memperoleh data yang lebih baik, terutama terkait kesehatan ibu hamil dan anak. Data yang akurat menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya.

Nurul Adha menambahkan bahwa deteksi dini terhadap kehamilan berisiko merupakan langkah strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak serta mencegah stunting. Dengan sistem pendataan yang lebih baik, pemerintah dapat mengidentifikasi faktor risiko lebih awal, memberikan pendampingan yang tepat, dan memastikan ibu serta anak memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan sejak dini.

Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta menghasilkan data kesehatan yang lebih akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

Program Koneksi AI in Healthcare merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Australia yang mendorong pemanfaatan inovasi teknologi dalam memperkuat layanan kesehatan primer. Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas data kesehatan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih efektif, presisi, dan berbasis bukti.

Transformasi layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fasilitas dan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi Indonesia–Australia, dukungan pemerintah daerah, serta peran aktif kader kesehatan di tingkat desa, NTB berharap mampu menghadirkan layanan kesehatan yang semakin cepat, akurat, dan responsif. Lebih dari itu, inovasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi NTB yang lebih sehat, berkualitas, dan siap menyongsong masa depan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RSUD Tripat Resmi Buka Layanan Cath Lab, Pemasangan Ring Jantung Perdana Didampingi RSJPD Harapan Kita
BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG
Viral Keluhan Pelayanan di Medsos, RSUD Tripat Gerung Minta Maaf dan Janjikan Evaluasi Total
Babak Baru RSUP NTB: Lepas dari Beban Utang, Siap Naik Kelas Jadi RS Pendidikan Unggulan
Apresiasi Baksos FK Unram, Kades Perampuan: Ini Bukti Nyata Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial untuk Warga
Dukung Ketegasan BGN Tutup 29 SPPG di Lobar, Wabup Nurul Adha: Langkah Nyata Jaga Standar Gizi Nasional
RSUD Gerung Disorot: Kisah Pilu Munawar yang Menahan Sakit Selama 5 Jam Demi Mengantre Obat
BPJS Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, RSUD Tripat Gerung Berikan Jaminan Ini!

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:42 WITA

Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah

Senin, 14 September 2026 - 15:49 WITA

Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara

Senin, 14 September 2026 - 09:31 WITA

Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara

Sabtu, 12 September 2026 - 05:40 WITA

Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar

Jumat, 11 September 2026 - 14:24 WITA

Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 03:58 WITA

Kasus Aborsi Ilegal di NTB, Izin Praktik Dokter Dicabut dan Rumah Sakit Kena Sanksi

Rabu, 9 September 2026 - 16:57 WITA

Kejari Mataram Terima Pengembalian Uang Pengganti Rp452 Juta dari Kasus Korupsi Pokir DPRD Lombok Barat

Berita Terbaru

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal (tengah) berfoto bersama jajaran usai menerima tiga apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Apresiasi tersebut meliputi bidang perumahan, pendidikan, dan pengelolaan sampah.(Foto: Istimewa)

Pemerintahan

NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Mulai Berdampak

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:00 WITA