Viral Keluhan Pelayanan di Medsos, RSUD Tripat Gerung Minta Maaf dan Janjikan Evaluasi Total

- Wartawan

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Bangunan Gedung RSUD Patut Patuh Patju Gerung, Kabupaten Lombok Barat. (Foto: Humas RSUD Tripat Gerung).

Tampak Bangunan Gedung RSUD Patut Patuh Patju Gerung, Kabupaten Lombok Barat. (Foto: Humas RSUD Tripat Gerung).

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Keluhan warga terkait pelayanan di RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung, Kabupaten Lombok Barat, menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Unggahan salah satu anggota keluarga pasien mengungkapkan kekecewaan terhadap pelayanan yang diterima ayahnya saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut.

Dalam unggahannya, keluarga pasien mengaku telah tiga kali membawa sang ayah berobat ke RSUD Tripat Gerung dengan keluhan sulit makan. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, pasien disebut hanya diberikan obat pereda nyeri dan vitamin serta tidak disarankan untuk menjalani rawat inap.

Keluarga kemudian memutuskan mencari pendapat medis lain dengan membawa pasien ke dokter spesialis penyakit dalam. Berdasarkan pemeriksaan lanjutan, pasien disebut mengalami infeksi lambung yang memerlukan penanganan lebih intensif, termasuk pemeriksaan darah, rontgen, serta rawat inap karena kondisi hemoglobin (HB) yang rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Tripat Gerung,” tulis pemilik akun tersebut dalam unggahan yang kemudian ramai mendapat tanggapan dari warganet.

Menanggapi keluhan yang viral tersebut, pihak manajemen RSUD Tripat Gerung melalui Kepala Bidang Pelayanan, drg. I Nyoman Adnyana Putra, menegaskan bahwa manajemen rumah sakit tidak menutup mata terhadap kritik yang disampaikan masyarakat.

Menurutnya, begitu informasi tersebut muncul di media sosial, pihak rumah sakit langsung melakukan pengecekan dan investigasi internal terhadap pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), lokasi yang disebut dalam keluhan keluarga pasien.

“Kami tidak menyalahkan pasien maupun keluarga pasien. Menyampaikan aspirasi dan keluhan adalah hak masyarakat. Justru kami berterima kasih karena kritik seperti ini menjadi bahan introspeksi bagi rumah sakit untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan yang dilakukan dokter saat itu telah mengikuti standar operasional yang berlaku. Pasien diketahui datang ke IGD pada sore hari dan sempat menjalani observasi oleh dokter jaga.

Berdasarkan keterangan tenaga medis yang menangani, kondisi pasien saat observasi disebut mengalami perbaikan. Keluhan mual dan muntah berkurang sehingga pasien diperbolehkan pulang dengan membawa obat dan edukasi medis mengenai langkah yang harus dilakukan apabila kondisi kembali memburuk.

“Pasien bukan disuruh pulang begitu saja. Dokter sudah memberikan edukasi bahwa jika keluhan tidak membaik atau muncul kembali di rumah, pasien dapat segera kembali ke IGD yang beroperasi selama 24 jam,” jelas Nyoman.

Ia memahami kekhawatiran keluarga yang kemudian memilih mencari layanan kesehatan di tempat lain. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hak setiap pasien untuk mendapatkan pendapat medis kedua atau second opinion.

Meski demikian, manajemen rumah sakit mengakui bahwa munculnya keluhan tersebut menjadi sinyal penting untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan, khususnya di unit IGD.

Nyoman mengatakan pihak direksi telah mengagendakan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, termasuk kemungkinan penyesuaian penempatan petugas apabila diperlukan demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Kami tidak fokus mencari siapa yang salah. Fokus kami adalah melakukan perbaikan agar ada progres nyata dan jumlah keluhan masyarakat dapat ditekan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa RSUD Tripat Gerung melayani sekitar 12.000 hingga 15.000 pasien setiap bulan. Dengan jumlah pelayanan yang besar, keluhan dari masyarakat tetap menjadi perhatian serius yang harus ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan yang terukur.

Dalam kesempatan tersebut, pihak rumah sakit juga menyampaikan permohonan maaf kepada pasien maupun keluarga yang merasa belum mendapatkan pelayanan sesuai harapan.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila masih ada pasien yang merasa kurang nyaman atau belum puas terhadap pelayanan kami. Kritik dan saran yang disampaikan akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan,” ujar Nyoman.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang jelas antara tenaga medis dan keluarga pasien agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, kritik dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi konstruktif guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.

Pihak RSUD Tripat Gerung menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan demi terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih baik, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RSUD Tripat Resmi Buka Layanan Cath Lab, Pemasangan Ring Jantung Perdana Didampingi RSJPD Harapan Kita
BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG
Pasca OTT Bupati Lobar, Aktivis dan LSM Bentuk FBI: Desak Bersihkan Dinasti LAZ dan Evaluasi Total Birokrasi
Miq Tuan Dar Apresiasi Langkah Humanis Kapolres Baru Lombok Barat, Siap Bersinergi Jaga Kamtibmas
Tingkatkan Standar Pelayanan, ASDP Lembar Resmi Terapkan Sistem Zonasi dan Face Recognition
Polemik Berakhir Damai, Ponpes Al-Ishlahuddiny Terima Permohonan Maaf tvOne dan Imbau Jamaah Jaga Kondusivitas
Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028
Polemik Penyetopan Truk di Lombok Barat: Fakta Mediasi Terkuak, Dana CSR Disorot, Sopir Ancam Demo

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Sabtu, 12 September 2026 - 14:18 WITA

Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, MAN Lombok Barat Dorong Guru Jadi Penggerak Transformasi Pembelajaran

Sabtu, 12 September 2026 - 07:19 WITA

BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 7 September 2026 - 06:22 WITA

MAN Lombok Barat Jadi Tuan Rumah Pembukaan OMI 2026, 755 Siswa Berkompetisi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:17 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Maulid Nabi dan Tasyakkuran Milad, Teguhkan Semangat Meneladani Rasulullah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:34 WITA

Dikbud Lobar Klarifikasi Temuan BPK soal Dana BOS, Sebut Pengembalian Sudah Capai 60 Persen

Berita Terbaru