Home / NTB

Hearing Publik: PPS Desak Kemenhaj NTB Sanksi Tegas Travel Nakal Buntut Jamaah Umrah Terlantar

- Wartawan

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Perhimpunan Pemuda Sasak (PPS) saat menggelar audiensi dengan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB di Mataram.(Foto istimewa)

Perwakilan Perhimpunan Pemuda Sasak (PPS) saat menggelar audiensi dengan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB di Mataram.(Foto istimewa)

MATARAM Halontb.com – Perhimpunan Pemuda Sasak (PPS) mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menggelar audiensi terkait nasib puluhan jamaah umrah asal NTB yang sempat terlantar di Arab Saudi. Kedatangan massa yang dipimpin langsung oleh Presiden PPS, Taupik Hidayat, bertujuan menuntut kepastian kepulangan jamaah serta tindakan tegas terhadap agen perjalanan yang bertanggung jawab.

Dalam sesi hearing tersebut, Taupik menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Ia mengapresiasi langkah cepat Kanwil Kementerian Haji NTB yang telah merespons aduan masyarakat dan melakukan langkah-langkah darurat.

“Alhamdulillah, Pak Kanwil sudah memanggil agen travel tersebut. Harapan kami jelas, jamaah dipulangkan terlebih dahulu. Setelah hak jamaah terpenuhi, baru pihak travel diproses dan dibina sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Taupik menambahkan, kasus ini harus menjadi evaluasi besar bagi pemerintah agar lebih proaktif dalam mengidentifikasi travel yang bermasalah sebelum jatuh korban lebih banyak.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umroh NTB, H. Lalu M. Amin, S.H., menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah mitigasi sejak isu ini mencuat di media sosial. Pihaknya telah melayangkan surat panggilan resmi kepada penyelenggara perjalanan tersebut untuk dimintai klarifikasi.

Data terkini menunjukkan sebanyak 41 jamaah yang sempat terlantar, dengan sebagian di antaranya telah berhasil kembali ke tanah air. Sementara itu, sekitar 30 jamaah lainnya dijadwalkan tiba pada Kamis, 2 April 2026.

“Kami terus memprioritaskan keselamatan mereka. Setelah mereka tiba, kami akan melakukan konfirmasi langsung kepada para jamaah untuk mendapatkan kronologi yang valid,” jelas Lalu M. Amin.

Pemerintah menegaskan tidak akan segan mengambil langkah hukum terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) jika terbukti melakukan pelanggaran fatal. Sanksi yang disiapkan mulai dari teguran administratif hingga tindakan ekstrem berupa pembekuan dan pencabutan izin operasional.

Sebagai upaya preventif di masa depan, Kanwil Kemenhaj NTB kembali mengingatkan masyarakat untuk memegang teguh prinsip “5 Pasti Umrah” sebelum mendaftar:

1. Pasti Travelnya (Memiliki izin resmi).
2. Pasti Tiketnya (Ada jadwal berangkat dan pulang).
3. Pasti Jadwalnya.
4. Pasti Hotelnya (Akomodasi resmi dan jelas).
5. Pasti Visanya.

“Kami berharap masyarakat lebih teliti dan tidak mudah tergiur harga murah tanpa legalitas yang jelas, agar insiden serupa tidak terulang kembali,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Kuta Jangan Hanya Dijual sebagai Surga Wisata, Sistem Perlindungan Wisatawan Harus Naik Kelas
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:59 WITA

ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima

Rabu, 30 September 2026 - 13:15 WITA

11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Rabu, 30 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Rp1 Investasi Sosial Menghasilkan Rp2,56 Manfaat, Pelajaran dari Desa Berdaya Medana

Berita Terbaru