Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Dilaporkan Atas Dugaan Persetubuhan Terhadap Santriwati

- Wartawan

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dua santriwati menutup wajah dengan tangan sebagai simbol trauma dan penderitaan korban dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren di Lombok Timur.(Foto: Istimewa)

Ilustrasi dua santriwati menutup wajah dengan tangan sebagai simbol trauma dan penderitaan korban dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren di Lombok Timur.(Foto: Istimewa)

MATARAM,Halontb.com – Dunia pendidikan keagamaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang isu miring. Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Lombok Timur, dilaporkan ke kepolisian atas dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwatinya. Pelaku diduga menggunakan manipulasi doktrin agama dan narasi mistis untuk melancarkan aksinya.

Kasus ini mencuat setelah Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mendampingi para korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda NTB. Berdasarkan keterangan Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi, pelaku menjerat korban dengan janji “keberkahan ilmu”.

Modus yang digunakan tergolong sangat rapi dengan memanfaatkan relasi kuasa. Pelaku mewajibkan korban menjalani ritual yang disebut sebagai “bersihkan rahim”. Dalam proses tersebut, terjadilah tindakan persetubuhan yang dipaksakan melalui tekanan psikologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain manipulasi agama, pelaku juga menggunakan narasi takhayul untuk mengintimidasi korban agar tidak melapor atau merasa bersalah.

“Berdasarkan penuturan korban, pelaku berdalih bahwa bukan dirinya yang melakukan persetubuhan tersebut secara sadar, melainkan sosok jin yang menyerupai dirinya,” ujar Joko Jumadi, Kamis (29/1/2026).

Hingga saat ini, baru dua orang santriwati yang secara resmi memberikan laporan. Namun, pihak LPA meyakini angka ini hanyalah fenomena gunung es. Mengingat pola kejadian di lingkungan tertutup, diduga masih banyak korban lain yang enggan bersuara karena rasa malu atau tekanan lingkungan.

Pengawalan Hukum dan Imbauan Publik
Pihak LPA Mataram berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya proses hukum di Polda NTB hingga tuntas. Selain memastikan sanksi hukum bagi pelaku, LPA juga fokus pada pemulihan trauma (trauma healing) bagi para penyintas.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk praktik pendidikan yang menyimpang, terutama yang menggunakan kedok ritual tertentu atau otoritas keagamaan untuk melakukan eksploitasi seksual.

LPA mengimbau bagi korban lain yang merasa mengalami hal serupa untuk segera melapor melalui hotline pengaduan guna mendapatkan perlindungan hukum yang maksimal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara
Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara
Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar
Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha (UNA), memberikan keterangan kepada sejumlah awak media seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Lombok Barat, Selasa (29/9/2026).(Foto: Halo NTB/Taufik).

Pemerintahan

Tiga Besar Calon Sekda Lombok Barat Segera Dipanggil Wabup UNA

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:12 WITA