Di Balik Kasus Keracunan MBG: Antara Keselamatan Anak dan Tantangan Program Gizi Nasional

- Wartawan

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis mendapatkan penanganan medis pascakejadian dugaan keracunan di Lombok Tengah. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar ketat keamanan pangan dalam program gizi nasional.(Foto: Istimewa)

Siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis mendapatkan penanganan medis pascakejadian dugaan keracunan di Lombok Tengah. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar ketat keamanan pangan dalam program gizi nasional.(Foto: Istimewa)

Halontb.com-Dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah membuka kembali diskursus tentang tantangan besar dalam pelaksanaan program gizi berskala nasional. Di satu sisi, MBG menjadi harapan peningkatan kualitas gizi jutaan anak. Di sisi lain, kelalaian kecil dalam rantai produksi dapat berujung pada risiko kesehatan serius.

Sebanyak 38 siswa SD dan MI di Desa Darmaji dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG. Merespons hal tersebut, Ketua Satgas MBG NTB, H. Ahsanul Khalik, menyatakan bahwa keselamatan penerima manfaat merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Satgas MBG NTB mengusulkan penutupan sementara dapur MBG pemasok menu guna membuka ruang investigasi menyeluruh. Pemeriksaan mencakup potensi kelalaian pemilihan bahan baku, standar sanitasi dapur, hingga kepatuhan terhadap prosedur pengolahan dan distribusi makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua aspek akan kami evaluasi. Mulai dari kebersihan alat, kualitas air, hingga alur limbah dapur. Tidak boleh ada celah yang membahayakan anak-anak,” tegasnya.

Program MBG di NTB hingga akhir 2025 telah menjangkau lebih dari 1,65 juta sasaran, mulai dari balita, pelajar, santri, hingga ibu hamil dan menyusui. Selain dampak gizi, program ini juga menyerap hampir 26 ribu tenaga kerja lokal, dengan rata-rata 40–45 orang terlibat di setiap SPPG.

Namun, besarnya skala program menuntut sistem pengawasan yang lebih ketat dan konsisten. Satgas MBG NTB menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi pembelajaran penting agar pelaksanaan MBG ke depan semakin profesional, aman, dan berkelanjutan.

“Program ini untuk masa depan generasi kita. Maka tidak ada kompromi terhadap kualitas dan keselamatan,” pungkas Aka.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gandeng Australia, NTB Terapkan Teknologi AI di Posyandu untuk Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil
Viral Keluhan Pelayanan di Medsos, RSUD Tripat Gerung Minta Maaf dan Janjikan Evaluasi Total
Babak Baru RSUP NTB: Lepas dari Beban Utang, Siap Naik Kelas Jadi RS Pendidikan Unggulan
Apresiasi Baksos FK Unram, Kades Perampuan: Ini Bukti Nyata Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial untuk Warga
Dukung Ketegasan BGN Tutup 29 SPPG di Lobar, Wabup Nurul Adha: Langkah Nyata Jaga Standar Gizi Nasional
RSUD Gerung Disorot: Kisah Pilu Munawar yang Menahan Sakit Selama 5 Jam Demi Mengantre Obat
BPJS Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, RSUD Tripat Gerung Berikan Jaminan Ini!
47.000 Warga Lombok Barat Kehilangan Kepesertaan BPJS PBI, Begini Penjelasan DSP3A

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru