LOMBOK BARAT, Halontb.com – Organisasi Dharmayana dari Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta kembali menggelar aksi kemanusiaan tahunan bertajuk Metta Day ke-31. Tahun ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya wilayah Lombok Barat, terpilih menjadi titik fokus pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di enam desa.
Ketua Pelaksana Metta Day ke-31, Melinda Gloria, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata misi cinta kasih organisasi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan. Program ini menyasar desa-desa dengan kriteria khusus, seperti akses kesehatan yang sulit, keterbatasan ekonomi warga, hingga minimnya tenaga dokter di wilayah tersebut.

“Metta Day adalah hari cinta kasih di mana kami melayani dengan cara memberi. Kami memberikan pelayanan pengobatan gratis tanpa dipungut biaya satu persen pun,” ujar Melinda saat ditemui di sela kegiatan di Kantor Desa Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat, Kamis (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi sosial ini menerjunkan tim medis yang terdiri dari 70 orang, termasuk 12 dokter yang meliputi spesialis bedah, dokter gigi, dan dokter umum, serta dibantu oleh 58 mahasiswa panitia.
Adapun layanan yang diberikan meliputi:
1. Pengobatan Umum & Cek Kesehatan: Pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, dan tensi.
2. Bedah Minor: Pengangkatan gumpalan kecil pada tubuh.
3. Kesehatan Gigi: Pencabutan gigi dan pembersihan karang gigi.
4. Bantuan Fasilitas: Pembagian kacamata baca gratis serta pemberian obat-obatan yang didatangkan langsung dari Jakarta.
Selain pengobatan, tim juga melakukan edukasi ke sekolah-sekolah dasar mengenai cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar, disertai pembagian bingkisan alat tulis. “Kami mengedepankan edukasi agar masyarakat tidak hanya berobat saat sakit saja, karena kesehatan adalah nomor satu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Giri Sasak, Hamdani, menyampaikan bahwa kehadiran Metta Day sangat membantu masyarakat, terutama warga yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Banyak masyarakat kami yang BPJS-nya tidak aktif secara tiba-tiba. Dengan adanya pengobatan gratis ini, beban masyarakat bisa sedikit diringankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga siang hari jumlah warga yang dilayani telah mencapai lebih dari 500 orang dan diperkirakan terus bertambah hingga mendekati 1.000 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan, termasuk tindak lanjut pasca bedah minor, tidak membebani anggaran desa maupun pemerintah daerah karena seluruh biaya ditanggung oleh panitia Metta Day bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Hamdani berharap program ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain, khususnya di NTB, untuk turut berperan aktif melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, mulai dari anak-anak hingga lansia. Semoga bisa menginspirasi universitas lain untuk melakukan hal serupa,” tutupnya.(TN)
Sumber Berita : Taufik Natanagara







