Gebrakan Desa Giri Sasak Luar Biasa! Gandeng Untar, Ribuan Warga Serbu Program Pengobatan Gratis Skala Nasional

- Wartawan

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, tampak antusias mengikuti layanan kesehatan gratis dalam kegiatan Metta Day ke-31 yang digelar Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta, Kamis (22/1/2026). Program berskala nasional ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan, layanan medis, hingga pembagian obat dan kacamata gratis, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Giri Sasak.(Foto: Istimewa)

Warga Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, tampak antusias mengikuti layanan kesehatan gratis dalam kegiatan Metta Day ke-31 yang digelar Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta, Kamis (22/1/2026). Program berskala nasional ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan, layanan medis, hingga pembagian obat dan kacamata gratis, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Giri Sasak.(Foto: Istimewa)

Halontb.com – Pemerintah Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, bekerja sama dengan Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta menggelar program pelayanan kesehatan gratis berskala nasional bagi masyarakat pada Kamis (22/1/2026).

Kegiatan bertajuk Metta Day ke-31 ini melibatkan sekitar 70 tenaga medis profesional dan mendapat sambutan luar biasa dari warga, dengan jumlah peserta diperkirakan menembus 1.000 orang.

Kepala Desa Giri Sasak, Hamdani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Tarumanagara yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia secara bergilir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini berskala nasional dan dilaksanakan bergantian di berbagai provinsi. Tahun ini NTB mendapat kesempatan, dan Desa Giri Sasak menjadi salah satu dari enam desa di NTB yang dipilih. Komunikasi sudah kami lakukan sejak 2025, dan Alhamdulillah baru bisa terlaksana pada Januari 2026,” ujar Hamdani di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, tujuan utama pelaksanaan program ini adalah membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif secara tiba-tiba.

“Keluhan masyarakat terkait BPJS yang mati mendadak cukup banyak. Melalui program pengobatan gratis ini, kami berharap bisa membantu sekaligus mengobati kekecewaan masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Metta Day Base ke-31 menyediakan berbagai layanan medis gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, hingga pemberian obat-obatan yang didatangkan langsung dari Jakarta.

Selain itu, tim medis juga melayani tindakan bedah minor, pemeriksaan serta perawatan gigi termasuk pencabutan gigi dan pembersihan karang gigi, pemeriksaan mata, hingga pembagian kacamata baca gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Untuk tindak lanjut pascaoperasi ringan, panitia bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Seluruh biaya, termasuk pembukaan jahitan pascaoperasi, sepenuhnya ditanggung oleh panitia Metta Day dari Untar.

“Tidak ada pembebanan biaya kepada desa, pemerintah kabupaten, maupun pemerintah provinsi. Semua ditanggung oleh panitia,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Hingga siang, jumlah warga yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan mencapai sekitar 500 orang dan diperkirakan terus bertambah hingga sore hari, mengingat kegiatan berlangsung sampai pukul 15.00 WITA.

“Pesertanya sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga lansia. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan di masyarakat memang sangat besar,” tambahnya.

Hamdani berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi perguruan tinggi lain, khususnya yang berada di Nusa Tenggara Barat, untuk bersinergi dengan pemerintah desa dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung.

“Kami berharap universitas-universitas di NTB dapat menggerakkan mahasiswa dan civitas akademika untuk turun langsung membantu masyarakat. Program seperti ini sangat bermanfaat dan dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

Apresiasi terhadap program ini juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Kuripan, R. Wijaya. Ia menilai, langkah yang dilakukan Kepala Desa Giri Sasak merupakan terobosan yang patut dicontoh oleh desa-desa lain di Lombok Barat.

“Program yang didatangkan oleh Kepala Desa Giri Sasak ini sangat luar biasa. Tidak banyak desa di Lombok Barat yang mampu menjemput program sebesar ini. Ini menunjukkan kepala desa harus aktif membangun jaringan dan mencari peluang bagi masyarakatnya,” ujar Wijaya.

Menurutnya, peran kepala desa tidak hanya sebatas pelayanan administratif, tetapi juga harus proaktif dalam menghadirkan program strategis dari luar demi kesejahteraan warga.

“Sekitar 75 persen peran kepala desa itu ke luar untuk menjemput program, dan 25 persen di desa untuk melayani masyarakat. Saya sangat bangga dan mengapresiasi Kepala Desa Giri Sasak. Ke depan, kami di Jagaraga juga ingin menerapkan pola yang sama,” pungkasnya.

Program pengobatan gratis ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan tenaga medis dalam memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan, sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPJS Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, RSUD Tripat Gerung Berikan Jaminan Ini!
47.000 Warga Lombok Barat Kehilangan Kepesertaan BPJS PBI, Begini Penjelasan DSP3A
Aksi Kemanusiaan Metta Day ke-31: Untar Jakarta Gelar Pengobatan Gratis di Lombok Barat
Di Balik Kasus Keracunan MBG: Antara Keselamatan Anak dan Tantangan Program Gizi Nasional
Setetes Darah, Sejuta Harapan: RSUD Tripat Gerung Hidupkan Semangat Solidaritas di HUT ARSADA ke-25
Transformasi Layanan Kesehatan Dimulai dari Maluk: TMC Hadir dengan Fasilitas Modern dan Spesialis Jiwa
“Kami Sudah Berupaya”: Ketika SOP Tak Cukup Menyelamatkan Nyawa Bayi
Puskesmas Aik Mual Luncurkan Inovasi RAGIL untuk Cegah Masalah Gigi sejak Dini

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:49 WITA

Pastikan Keamanan, Ditpolairud Polda NTB dan KSOP Pantau Bongkar Muat di Pelabuhan Lembar

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:06 WITA

Kapolda NTB Bersama Gubernur Pantau Arus Mudik dan Lepas Program Mudik Gratis Lembar–Surabaya

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:52 WITA

Patroli Ops Ketupat Rinjani 2026, Personel Polda NTB Evakuasi Korban Kecelakaan di Bypass Mandalika

Sabtu, 14 Maret 2026 - 03:40 WITA

Ops Ketupat Rinjani 2026: Polda NTB Cek Kesiapan Terminal Mandalika Jelang Arus Balik

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:38 WITA

Deteksi Dini Bahan Berbahaya, Polda NTB Kerahkan K9 Perketat Pengawasan di Pelabuhan Lembar

Senin, 23 Februari 2026 - 09:58 WITA

Kompak! Intip Kesiapan Kapolda, Gubernur, dan Danrem Jaga NTB Tetap Kondusif di Bulan Ramadhan

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:23 WITA

Sinergi Polri dan Polhut TNGR dalam Menjaga Kelestarian Ekosistem Gunung Rinjani

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:05 WITA

Operasi Keselamatan Rinjani 2026: Polres Lombok Barat Gelar Razia Stasioner, Tekan Angka Kecelakaan

Berita Terbaru