H.L Heri Prihatin Tetap Melaju Meski Musda Golkar NTB Ditunda: “Saya Datang untuk Melayani, Bukan Menguasai”

- Wartawan

Kamis, 22 Mei 2025 - 02:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H.L Heri Prihatin. (Foto: Istimewa)

H.L Heri Prihatin. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Ketegangan politik internal Partai Golkar NTB kian terasa, terlebih setelah Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar NTB yang semula dijadwalkan pada 24 Mei 2025 resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan ini disampaikan sebagai bagian dari arahan DPP Partai Golkar, yang menekankan pentingnya pelaksanaan Musda sesuai dengan regulasi dan mekanisme organisasi yang berlaku.

Meski agenda Musda tertunda, semangat perubahan justru semakin menguat. Salah satu tokoh senior Golkar NTB, H.L Heri Prihatin, menyatakan bahwa penundaan tersebut tidak menyurutkan niat dan komitmennya untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar NTB periode 2025–2030. Dalam konferensi pers yang digelar di Mataram, Rabu (21/5), Heri tampil percaya diri membawa visi besar untuk membenahi Golkar NTB dari dalam.

“Penundaan Musda ini harus kita sikapi dengan bijak. Justru ini momentum untuk melakukan konsolidasi gagasan secara lebih matang. Saya tetap siap. Ini bukan tentang siapa cepat dia dapat, tapi siapa yang paling siap melayani partai dan kadernya,” ujar Heri dengan nada tenang namun tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penundaan ini menjadi cermin bahwa DPP Partai Golkar ingin memastikan Musda berjalan dengan semangat demokrasi yang sehat dan menjunjung tinggi aturan internal partai. “Saya percaya DPP ingin yang terbaik. Kita semua harus menanggalkan ego, kembali pada semangat kaderisasi dan pengabdian,” tambahnya.

Heri menegaskan bahwa dirinya hadir bukan untuk menjadi pemecah belah atau merebut kekuasaan, melainkan untuk merawat dan melayani rumah besar Golkar. Ia mengaku terpanggil karena melihat banyak kader potensial yang selama ini terpinggirkan dan merasa kehilangan arah.

“Komunikasi internal tersumbat, loyalitas makin tipis. Ini bukan sekadar stagnasi organisasi, tapi krisis moral. Golkar butuh penyegaran dan pemulihan dari dalam,” katanya.

Dalam visi yang ia usung, Heri bertekad membuka ruang selebar-lebarnya bagi partisipasi kader, termasuk kaum muda yang selama ini hanya menjadi pelengkap. Ia ingin membangun Golkar dari akar rumput, bukan dari menara gading.

“Kalau saya diberi amanah, saya pastikan kader muda diberi panggung. Kita akan bentuk struktur yang inklusif, dari desa hingga provinsi. Golkar harus kembali pada jati dirinya sebagai partai kader,” ucap Heri.

Menanggapi isu pengkondisian suara yang kerap membayangi Musda Golkar, Heri memberikan pernyataan keras. “Kalau kita bicara demokrasi, mari kita jalankan secara fair. Jangan ada upaya-upaya pembelokan suara. Itu penghianatan terhadap semangat reformasi di tubuh partai,” ujarnya lantang.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada tokoh-tokoh Golkar NTB seperti Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana. Namun, Heri menyarankan keduanya untuk lebih fokus pada tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Bu Dinda dan Pak Mohan punya tanggung jawab besar di daerah masing-masing. Biarlah kepemimpinan Golkar NTB dipegang oleh figur yang bisa fokus penuh membesarkan partai. Saya siap jadi penghubung semua kekuatan,” tandasnya.

Di akhir pernyataannya, Heri menyuarakan harapan kepada para kader muda: “Jangan kehilangan harapan. Ini bukan hanya soal Musda, ini soal masa depan kita bersama. Saya hadir bukan untuk menguasai, tapi untuk melayani. Saya ingin Golkar NTB dipimpin oleh sosok yang kredibel, akuntabel, dan berintegritas. Dan saya siap mengemban amanah itu.”

Dengan Musda yang kini ditunda, publik dan kader Golkar NTB hanya bisa menunggu kejelasan jadwal dari DPP. Namun satu hal yang pasti, semangat perubahan yang diusung oleh HL Heri Prihatin telah memantik kembali harapan akan hadirnya demokrasi internal yang sehat dan kepemimpinan yang berpihak pada kader.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

IPR Jalan di Tempat, Koalisi Pemuda NTB Semprot Pemprov: Jangan Cuma Obral Janji Manis!
Refleksi Setahun Kepemimpinan Amar–Hanipah: Turunkan Stunting, Perkuat KSB Maju
Laskar Gibran Gelar Konsolidasi Nasional Daring, Ranggalawe: Perkuat Barisan Hingga Akar Rumput
Lalu Winengan Ingatkan Pengurus DPD KNPI Melalui Pesan Menohok, Ini Isinya !
Potret Nakhoda Baru: Daud Gerung Resmi Dilantik Jadi Ketua DPD KNPI NTB 2025–2028
Advokat Senior NTB Soroti Tim Ahli Gubernur, Dinilai Melampaui Kewenangan OPD
DPRD NTB Tegaskan Sikap: Polri Harus Tetap di Bawah Komando Presiden
Proses Izin Tambang Rakyat Lamban, Asosiasi Pemuda Koperasi Laporkan Pemprov NTB ke Ombudsman

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:04 WITA

Dari Bima ke Tanjung Balai: Jejak Pelarian Koko Erwin Terhenti, Skandal Narkoba dan Dugaan “Setoran” Aparat Kian Terbuka

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:51 WITA

Breaking News: Buronan Interpol WNA Kazakhstan Ditangkap di Lombok!

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:19 WITA

Fantastis! Polda NTB Sita Uang Tunai Rp3 Miliar Lebih dan 2,5 Kg Sabu dari Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:48 WITA

Dari Sawah ke Halaman Pribadi? Skandal Pokir Combine Harvester KSB Dibongkar, Rp11,25 Miliar Dipertaruhkan

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:38 WITA

Polemik Penonaktifan BUMDes Leseng, Ada Apa di Balik Kebijakan Kades?

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:52 WITA

Grebek Mafia Beras di Kediri! Satgas Pangan NTB Amankan Terduga Pelaku Pengoplos Beras Subsidi

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:29 WITA

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lotim, Terancam 12 Tahun Penjara

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:44 WITA

“Jangan Hanya Sapu Halaman Warga!” LH Sumbawa Desak Bersih-Bersih Internal, Tantang Transparansi Pemberantasan Narkoba

Berita Terbaru