Tabungan Siswa Ratusan Juta Diduga Dipakai Tebus Sertifikat Tanah, Oknum Guru di Lombok Barat Terancam Dipolisikan

- Wartawan

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Depan SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

Tampak Depan SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Nasib pilu menimpa puluhan wali murid SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Uang tabungan anak didik mereka yang dikumpulkan selama setahun diduga digelapkan oleh oknum guru berinisial LA. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 105 juta.

Kasus ini mencuat setelah orang tua siswa menyadari bahwa tabungan milik siswa kelas 3 belum dibagikan, sementara siswa di kelas lain sudah menerima hak mereka pada Jumat (19/6/2026).

Salah satu orang tua siswa, Rodi, mengaku sangat terpukul. Ia mengungkapkan, anaknya memiliki tabungan sebesar Rp 2,5 juta. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya bekerja sebagai buruh pikul gabah. Uang itu saya sisihkan Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu setiap hari dengan harapan bisa dipakai beli beras. Saya sudah berutang beras ke pedagang karena dijanjikan tabungan anak akan cair, tapi sekarang malah belum ada,” ujar Rodi dengan nada kecewa saat ditemui di sekolah, Selasa (23/6/2026).

Rodi mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada LA. Sang guru, menurut Rodi, mengakui telah menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi, yakni menebus sertifikat tanah miliknya. “Alasannya dipakai buat nebus sertifikat tanah pribadi. Kenapa harus uang tabungan siswa yang dipakai?” keluhnya.

Hal senada disampaikan Ruminah, wali murid lainnya. Ia menyebut tabungan anaknya mencapai Rp 4 juta yang rencananya akan digunakan untuk membeli seragam sekolah baru.

Para wali murid telah melayangkan ultimatum kepada pihak sekolah. Mereka memberikan waktu hingga Jumat (26/6/2026) bagi LA untuk mengembalikan seluruh uang tersebut. Jika tidak ada itikad baik, para orang tua berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Kepala SDN 5 Babussalam, Muhazzab, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia mengakui bahwa LA mengelola sendiri uang tabungan siswa kelas 3 tersebut tanpa melalui bendahara sekolah.

“Kebetulan beliau mengelola sendiri. Memang ada miskomunikasi antara beliau dengan pihak sekolah dan bendahara, sehingga terjadi dinamika internal seperti ini,” ujar Muhazzab.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi terkait perkara tanah. Ia juga memastikan bahwa pihak sekolah tidak melakukan pembiaran dan telah berupaya melakukan langkah mitigasi.

“Kami sudah ingatkan sebelumnya. Terkait kesepakatan pengembalian, kami upayakan sesuai tuntutan wali murid, yakni satu minggu ke depan, meskipun guru yang bersangkutan awalnya meminta waktu dua minggu,” jelas Muhazzab.

Diketahui, total ada 27 siswa kelas 3 yang menjadi korban dalam kasus ini. Oknum guru berinisial LA sendiri disebut-sebut akan memasuki masa pensiun pada April 2027 mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak wali murid masih menunggu realisasi pengembalian dana tersebut sesuai batas waktu yang telah disepakati bersama pihak sekolah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kembalikan Figur Ayah di Sekolah, SMKN 1 Gerung Jadi Pelopor Gerakan GEMAR di NTB
Tutup Tahun Ajaran 2025/2026, MAN Lombok Barat Panen Prestasi dan Umumkan Juara Umum
Cetak Prestasi Nasional, Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Emas di AKSI 2026
Belajar Sambil Bermain, Polda NTB Kenalkan Unit Polisi Satwa ke Siswa Sekolah Rakyat Lombok Barat
Sukses Jalankan Transformasi Digital, Kepala MAN Lombok Barat Apresiasi Kelancaran ASAS Berbasis CBT
Harumkan NTB di Tingkat Nasional, Siswa MAN Lombok Barat Sabet Medali Emas Islamic Olympiade VII
Perkuat Karakter dan Kesejahteraan Guru, Gubernur NTB: Jadilah Teladan yang Dicintai Murid
Luar Biasa ! Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali di NTB Science Competition 2026

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:33 WITA

Kloter Terakhir Tiba, Seluruh Rangkaian Haji Embarkasi Lombok Resmi Berakhir

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:53 WITA

Hingga Hari ke-14 Debarkasi Lombok, 11 Kloter dengan Total 4.313 Jemaah Haji NTB Telah Kembali

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:53 WITA

Innalillahi! Satu Lagi Jemaah Haji Asal NTB Wafat, Total Kini Capai 12 Orang

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:23 WITA

Jemaah Haji NTB Wafat: Kemenhaj Fasilitasi Santunan Rp54,1 Juta dan Pengembalian Barang

Senin, 8 Juni 2026 - 01:47 WITA

Kabar Duka: 11 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci, Ini Daftar Daerah Asalnya

Senin, 8 Juni 2026 - 00:23 WITA

Hingga Kloter 5, Kemenhaj NTB Pastikan 1.963 Jemaah Haji Tiba di Lombok dalam Kondisi Sehat

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:32 WITA

Tiba dengan Selamat di Tanah Air, 393 Jemaah Haji Lombok Barat Disambut Langsung Bupati LAZ

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:25 WITA

Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter 2 Lombok Tengah Resmi Diserahkan ke Pemkab

Berita Terbaru