Home / NTB

“Ketua Tim Iqbal-Dinda Nyaris Jadi Komisaris Bank NTB Syariah, DPRD: Gubernur Harus Konsisten dengan Janjinya!”

- Wartawan

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi. (Foto: Istimewa)

Ketua komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Polemik baru kembali menyeruak di tengah dinamika politik NTB pasca-Pilgub. Nama Ketua Tim Pemenangan Iqbal-Dinda, Lalu Anis Mudjahid Akbar, masuk dalam bursa calon Komisaris Independen Bank NTB Syariah. Langkah ini langsung menuai sorotan, terutama karena bertabrakan dengan pernyataan Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, yang sebelumnya bersumpah tak akan menempatkan tim sukses di BUMD.

Janji itu bukan sekadar wacana. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Iqbal secara terbuka menyatakan bahwa BUMD selama ini gagal berkembang karena diisi oleh orang-orang yang direkrut berdasarkan kedekatan politik, bukan profesionalisme.

“Salah satu akar masalah BUMD kita adalah karena terlalu banyak diisi oleh tim sukses. Ini harus diakhiri,” kata Iqbal dalam RDP Februari lalu, yang juga bisa disaksikan di kanal resmi DPR RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kenyataannya kini berbicara lain. Ketika sosok Anis tokoh sentral dalam mesin pemenangan Pilgub justru diusulkan menjadi Komisaris, muncul pertanyaan besar soal konsistensi dan integritas politik yang ditampilkan oleh pemerintah provinsi.

Sikap kritis datang dari Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi. Ia menyatakan tak mempermasalahkan rekam jejak atau kapasitas pribadi Anis. Namun posisinya sebagai Ketua Tim Sukses Pilgub otomatis menimbulkan persepsi publik tentang praktik akomodasi politik.

“Ini bukan soal kapasitas. Tapi soal simbol. Ketika Gubernur berjanji tidak akan tempatkan tim sukses, tapi Ketua Timses justru diusulkan, maka publik akan menilai itu sebagai bentuk inkonsistensi dan balas budi politik,” tegas Sambirang, Jumat (23/5).

Lebih lanjut, Sambirang menekankan pentingnya menjaga kredibilitas Bank NTB Syariah sebagai lembaga keuangan daerah yang sedang berupaya meningkatkan kepercayaan publik. Menurutnya, integritas manajemen Bank NTB Syariah akan sangat bergantung pada proses seleksi yang dilakukan secara objektif dan profesional.

Ia mengajak semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lain, untuk turut serta mengawal proses seleksi hingga tahap akhir di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya agar tidak ada lagi ruang bagi seleksi yang didasarkan pada kedekatan politik semata.

“Kalau kita ingin Bank NTB Syariah tumbuh sebagai bank daerah yang sehat, maka pemimpinnya juga harus berasal dari proses yang sehat. Ini ujian besar bagi komitmen reformasi yang digaungkan Gubernur,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kuta Jangan Hanya Dijual sebagai Surga Wisata, Sistem Perlindungan Wisatawan Harus Naik Kelas
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:59 WITA

ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima

Rabu, 30 September 2026 - 13:15 WITA

11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Rabu, 30 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Rp1 Investasi Sosial Menghasilkan Rp2,56 Manfaat, Pelajaran dari Desa Berdaya Medana

Berita Terbaru