Home / NTB

Kadis PUPR NTB ‘Blunder’, Pemuda Pancasila NTB Sindir Jabatan Bisa Hilang Gara-Gara Lidah !

- Wartawan

Rabu, 3 Desember 2025 - 05:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophiaan bersama jajaran PP NTB saat menyampaikan pernyataan sikap terkait ucapan kontroversial Kadis PUPR NTB yang memicu reaksi masyarakat. (Foto: Istimewa)

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophiaan bersama jajaran PP NTB saat menyampaikan pernyataan sikap terkait ucapan kontroversial Kadis PUPR NTB yang memicu reaksi masyarakat. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan pernyataan keras menyusul kontroversi ucapan Kepala Dinas PUPR NTB dalam sebuah forum diskusi yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa. PP NTB menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk “Rasisme Birokrasi” yang dianggap merusak keharmonisan sosial dan memecah persatuan masyarakat NTB.

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB, Eddy Sophiaan, menegaskan bahwa pernyataan pejabat publik yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan terhadap wilayah tertentu tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menimbulkan ketegangan horizontal.

“Ucapan yang disampaikan Kadis PUPR NTB dalam forum itu telah memicu reaksi keras masyarakat. Sebagai pejabat publik, ia semestinya memahami bahwa NTB terdiri dari dua wilayah kepulauan dan berbagai suku. Pernyataan yang dianggap meremehkan satu wilayah dapat menimbulkan kesan diskriminatif,” ujar Eddy Sophiaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Eddy, sebagai organisasi kemasyarakatan dengan kepengurusan lengkap di seluruh kabupaten/kota se-NTB, Pemuda Pancasila berkewajiban menyikapi setiap tindakan aparat pemerintah yang berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat.

BPPH Pemuda Pancasila NTB Angkat Suara: “Mulutmu Harimaumu”

Reaksi lebih keras datang dari Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila NTB, H. Salman, SH, yang menilai ucapan Kadis PUPR NTB bukan saja tidak etis, tetapi juga berbahaya bagi stabilitas sosial.

“Pejabat publik harus lebih berhati-hati berbicara. Rakyat sekarang sensitif dan tidak takut bersuara. Ingat peribahasa: mulutmu harimaumu. Seorang pejabat bisa jatuh dari jabatannya hanya karena ucapannya sendiri,” tegas H. Salman di Mataram, Selasa (2/12).

H. Salman menambahkan bahwa suara penolakan dari Pengurus Daerah Pemuda Pancasila se-Pulau Sumbawa sangat kuat, menandakan betapa besar dampak pernyataan tersebut di tengah masyarakat.

Pertanyakan Sikap Pejabat Publik: “Ini Omongan Pribadi atau Ada Arahan?”

Eddy Sophiaan juga mempertanyakan apakah pernyataan Kadis PUPR NTB tersebut merupakan pandangan pribadi atau mencerminkan arahan dari pimpinan.

“Setelah Pilkada, gubernur adalah milik seluruh masyarakat NTB, bukan hanya milik pemilih atau partainya saja. Karena itu, program pembangunan harus merata antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Jika pernyataan Kadis cenderung tendensius, maka gubernur wajib mengklarifikasi,” ungkap Eddy.

Ia menegaskan bahwa kondisi sosial dan politik NTB sangat sensitif, sehingga seorang pejabat setingkat kepala dinas tidak boleh sembarangan berbicara, terlebih jika berpotensi menyinggung masyarakat di suatu wilayah.

PP NTB juga menyoroti munculnya persepsi negatif masyarakat yang mempertanyakan latar belakang Kadis PUPR NTB, yang dianggap tidak memahami kultur NTB atau dinilai sedang mencari posisi aman di hadapan pimpinan politik.

Ultimatum Pemuda Pancasila NTB, Evaluasi atau Copot Kadis PUPR

Sebagai bentuk penyikapan organisasi, Eddy Sophiaan dan H. Salman menyampaikan ultimatum terbuka:

1. Gubernur NTB diminta melakukan evaluasi mendesak terhadap Kadis PUPR NTB atas pernyataan yang memicu kegaduhan.

2. Kadis PUPR NTB diminta segera bertemu masyarakat Pulau Sumbawa, memberikan klarifikasi, menjelaskan maksud pernyataannya, dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

3. Jika tidak berani bertemu atau enggan meminta maaf, Pemuda Pancasila meminta Gubernur NTB untuk mencopot dan mengganti Kadis PUPR dengan sosok yang lebih profesional dan komunikatif.

“Ini bukan semata soal kata-kata, tetapi soal menjaga keadilan dan persatuan masyarakat NTB. Jika pejabat tidak mampu menjaga etika jabatan dan justru menyinggung rakyat, lebih baik diganti,” tegas H. Salman.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:58 WITA

Kopihyang Corner Buka Cabang Ketiga di Gerung, Rangkaian Grand Opening Diwarnai Aksi Sosial Santun Anak Yatim

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:11 WITA

Tak Sekadar Bicara Listrik, PLN UIW NTB Bangun Kesadaran Generasi Muda Lawan Kekerasan Seksual Lewat Srikandi Goes to Campus

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:59 WITA

Edukasi Keselamatan Kelistrikan Jadi Prioritas, PLN UIW NTB Gandeng Pemkab Lombok Barat Bangun Budaya Zero Accident

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:23 WITA

PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, 51 SPKLU Beroperasi dan Media Diajak Kawal Transformasi Energi

Senin, 22 Juni 2026 - 00:09 WITA

Sentuh Ujung Lombok Barat, Gerakan Pangan Murah Pemprov NTB Sukses Tekan Harga Sembako

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Keselamatan Jadi Prioritas, PLN UP3 Selaparang Satukan Langkah Seluruh Personel Perkuat Budaya K3

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:44 WITA

Perkuat Literasi Digital Pelanggan, Srikandi PLN Selaparang Gencarkan Sosialisasi PLN Mobile di Lombok Timur

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:56 WITA

Keandalan Listrik Dimulai dari Sistem Pengawasan, PLN Rawat Peralatan Monitoring Gardu Induk Mantang

Berita Terbaru