Home / NTB

Dari Ampenan, Gubernur NTB Serukan Mitigasi Serius Hadapi Ancaman Rob di Kawasan Pesisir

- Wartawan

Senin, 26 Januari 2026 - 01:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pesisir Ampenan saat diterjang gelombang tinggi yang merusak rumah warga. Gubernur NTB turun langsung memastikan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.(Foto: Diskominfotik NTB)

Kondisi pesisir Ampenan saat diterjang gelombang tinggi yang merusak rumah warga. Gubernur NTB turun langsung memastikan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.(Foto: Diskominfotik NTB)

Halontb.com – Mataram – Bencana banjir rob kembali mengancam permukiman warga pesisir di Kota Mataram. Kali ini, gelombang laut tinggi menghantam Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, menyebabkan kerusakan berat pada sedikitnya enam rumah warga. Tiga di antaranya dilaporkan hanyut terseret ombak, sementara tiga rumah lainnya tidak lagi layak huni.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal. Sepulang dari kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, Gubernur langsung menuju lokasi bencana tanpa terlebih dahulu kembali ke Pendopo Gubernur.

Di tengah puing-puing rumah yang rusak, Gubernur berbincang dengan warga untuk mendengar langsung dampak yang mereka alami. Sejumlah warga mengaku trauma dengan kejadian tersebut, karena gelombang datang saat sebagian besar warga tengah beristirahat di rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, gelombang mulai meninggi sejak pukul 20.00 WITA dan terus berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 dini hari. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter, jauh lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Biasanya ombak tidak sampai sejauh ini. Tapi tadi malam langsung menghantam rumah warga,” ungkapnya.

Kerusakan terparah dialami enam rumah warga yang berada paling dekat dengan garis pantai. Selain itu, sejumlah rumah lain juga terdampak abrasi meski masih dapat ditempati secara terbatas. Warga berharap pemerintah segera menyediakan tempat evakuasi yang layak serta solusi jangka panjang atas ancaman banjir rob yang berulang setiap musim tertentu.

Dalam kunjungannya, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya mitigasi bencana pesisir secara menyeluruh. Ia menilai persoalan banjir rob tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah darurat, tetapi membutuhkan perencanaan jangka panjang, termasuk relokasi, perlindungan garis pantai, dan penataan kawasan pesisir.

“Kita harus memikirkan keselamatan warga ke depan. Bukan hanya hari ini, tapi juga tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan tenda darurat bagi warga terdampak. Bantuan sosial juga disalurkan melalui BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas NTB. Sementara itu, rencana relokasi ke rumah susun masih terus dikaji, mengingat keterbatasan kapasitas hunian sementara yang tersedia.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kota Mataram, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta aparat kelurahan dan kecamatan setempat. Suasana haru tampak saat Gubernur menyempatkan diri duduk bersama warga sambil minum kopi, mendengarkan cerita mereka tentang detik-detik ombak menghantam rumah.

BMKG memprediksi hujan dan angin kencang masih akan terjadi hingga 26 Januari 2026. Pemerintah pun mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika kondisi laut kembali memburuk.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Berita Terbaru