Halontb.com – Padatnya lalu lintas laut menuju kawasan wisata Tiga Gili menjadikan Pelabuhan Pemenang sebagai simpul vital transportasi laut di Nusa Tenggara Barat. Menyadari peran strategis tersebut, Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Pemenang memasuki tahun 2026 dengan kebijakan pengawasan yang lebih ketat demi menjamin keselamatan pelayaran.
UPP Pemenang memastikan setiap kapal yang beroperasi telah melalui pemeriksaan fisik dan administrasi secara menyeluruh. Mulai dari kondisi lambung kapal, mesin, sistem kemudi, hingga kelengkapan alat keselamatan dan dokumen resmi.
Selain itu, keputusan keberangkatan kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca. Koordinasi rutin dengan BMKG menjadi prosedur tetap untuk memastikan pelayaran berlangsung dalam kondisi aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika cuaca tidak memungkinkan, kapal tidak akan diberangkatkan. Keselamatan penumpang jauh lebih penting daripada ketepatan jadwal,” ujar Kepala UPP Pemenang.
Pelabuhan sebagai Penggerak Ekonomi
Tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, Pelabuhan Pemenang juga berperan sebagai penggerak roda ekonomi Lombok Utara. Aktivitas pelayaran yang aman dan tertib berdampak langsung pada kelancaran pariwisata, penyerapan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya usaha pendukung di sekitar kawasan pelabuhan.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, UPP Pemenang berupaya menjaga keseimbangan antara keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pelayanan publik.
Digitalisasi dan Penataan Layanan
Sebagai bagian dari peningkatan pelayanan, UPP Pemenang mulai mendorong penerapan sistem digital dalam layanan kepelabuhanan. Penataan sistem tiket dan pelayanan berbasis teknologi diharapkan mampu mengurangi antrean, meningkatkan transparansi, serta memberi kepastian layanan bagi pengguna jasa.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi laut yang modern dan berorientasi pada keselamatan.
Tanggung Jawab Bersama
UPP Pemenang mengingatkan bahwa menjaga keselamatan pelayaran bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama operator kapal. Kepatuhan terhadap aturan, etika pelayanan, dan kesadaran akan risiko cuaca menjadi kunci menjaga kepercayaan wisatawan.
Satu insiden kecelakaan, kata pihak UPP, dapat berdampak luas terhadap citra pariwisata Lombok Utara. Karena itu, keselamatan pelayaran dan pelayanan publik yang profesional harus berjalan beriringan sepanjang tahun 2026.
Editor : reza







