Halontb.com – Upaya mewujudkan transportasi ramah lingkungan di Nusa Tenggara Barat semakin nyata. PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan SPKLU Center pertama di NTB, sebuah pusat pengisian kendaraan listrik yang terintegrasi dan modern, berlokasi di Lombok Epicentrum Mall.
Peresmian ini menjadi simbol percepatan transisi energi bersih di NTB, sekaligus menandai keseriusan PLN dalam mendukung gaya hidup rendah emisi di tengah masyarakat. Momentum menjelang Natal dan Tahun Baru dipilih sebagai waktu yang tepat, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut.
SPKLU Center ini menghadirkan fasilitas pengisian daya berkapasitas besar dengan 10 nozzle, terdiri dari DC charger dan AC charger. Kombinasi ini memungkinkan pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian cepat maupun reguler sesuai kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri menyampaikan bahwa pembangunan SPKLU Center merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam menghadapi pertumbuhan kendaraan listrik nasional. Menurutnya, infrastruktur adalah kunci agar masyarakat semakin percaya dan nyaman beralih ke kendaraan listrik.

Komisaris Independen PLN Ali Masykur Musa menilai langkah PLN ini sejalan dengan agenda besar transisi energi nasional. Ia menekankan bahwa kehadiran SPKLU Center di ruang publik seperti pusat perbelanjaan akan mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.
General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti menambahkan bahwa lokasi SPKLU Center di kawasan Lombok Epicentrum Mall diproyeksikan menjadi titik pengisian dengan tingkat pemanfaatan tinggi, seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik di NTB yang kini telah melampaui 400 unit.
Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas ESDM menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif PLN. Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik dinilai selaras dengan visi NTB Bersih dan target Net Zero Emission 2050.
Dengan beroperasinya SPKLU Center pertama ini, NTB semakin siap menjadi bagian dari masa depan transportasi hijau Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah yang adaptif terhadap transformasi energi.
Editor : reza







