HALO NTB — LOMBOK UTARA, Pembangunan sumber daya manusia membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur. Di balik kemajuan sebuah daerah, terdapat kebutuhan untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan belajar, mengembangkan potensi, dan membangun keyakinan terhadap masa depan mereka. Kesadaran inilah yang menjadi salah satu landasan penting bagi kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas pendidikan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), melalui Srikandi PLN UP3 Selaparang, turut mengambil bagian dalam gerakan 1000 Guru Lombok dengan mengikuti kegiatan Traveling and Teaching di SDN 6 Samaguna, Kabupaten Lombok Utara, pada 16 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi sosial insan PLN melalui berbagi pengetahuan dan motivasi kepada generasi muda.
Sebanyak 50 siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan tersebut. Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, para relawan berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong rasa ingin tahu, keberanian, serta semangat anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk saling mendukung dalam bidang pendidikan. Sekolah tetap menjadi pusat proses belajar, sementara keterlibatan relawan memberikan tambahan pengalaman dan inspirasi yang dapat memperkaya interaksi siswa dengan lingkungan di luar sekolah.
Dalam konteks pembangunan daerah, penguatan pendidikan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan perhatian dan partisipasi berbagai pihak. Ketersediaan fasilitas dan infrastruktur penting untuk menunjang kehidupan masyarakat, tetapi pengembangan kualitas manusia juga memerlukan pengetahuan, motivasi, karakter, dan kesempatan untuk bertumbuh.
Melalui partisipasi dalam gerakan 1000 Guru Lombok, PLN UIW NTB memperlihatkan bahwa kontribusi perusahaan dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan. Selain menjalankan peran dalam penyediaan tenaga listrik, insan PLN juga dapat terlibat dalam kegiatan sosial yang membantu memperkuat hubungan dengan masyarakat dan mendukung pengembangan generasi muda.
Keterlibatan Srikandi PLN UP3 Selaparang dalam program tersebut juga melalui proses seleksi. Dari sekitar 700 kandidat yang mengikuti seleksi untuk menjadi bagian dari gerakan 1000 Guru Lombok, satu Srikandi PLN UP3 Selaparang berhasil terpilih sebagai pengajar. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan pegawai dalam kegiatan kerelawanan dan pendidikan.
Manager PLN UP3 Selaparang, Seno Wuryanto, menilai bahwa partisipasi tersebut merupakan bentuk kepedulian insan PLN terhadap pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
“Kami mengapresiasi Srikandi PLN UP3 Selaparang yang telah terpilih menjadi bagian dari program 1000 Guru Lombok. Ini merupakan kebanggaan sekaligus bukti bahwa insan PLN memiliki semangat untuk terus berbagi manfaat bagi masyarakat. Kami percaya pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Melalui kegiatan Traveling and Teaching, kami berharap anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, berani bermimpi, dan terus berusaha meraih cita-cita mereka,” ujar Seno.
Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan pendidikan merupakan salah satu cara untuk menerjemahkan nilai kepedulian ke dalam aksi nyata. Melalui interaksi langsung dengan siswa, insan PLN dapat berbagi pengalaman sekaligus memberikan dorongan agar anak-anak semakin bersemangat menjalani proses belajar.
Komitmen tersebut sejalan dengan pandangan PLN UIW NTB bahwa kebermanfaatan perusahaan perlu terus dikembangkan melalui kegiatan yang menjangkau kebutuhan masyarakat. General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa keterlibatan dalam kegiatan sosial dan pendidikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.
“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga ingin menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya. Kami berharap partisipasi Srikandi PLN dalam gerakan 1000 Guru Lombok dapat menginspirasi lebih banyak insan PLN untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan pendidikan, sehingga manfaat yang dihadirkan perusahaan dapat dirasakan lebih luas,” ungkap Yondri.
Bagi PLN, pendekatan tersebut mencerminkan upaya menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam perjalanan pembangunan. Keandalan pasokan listrik mendukung berbagai aktivitas kehidupan, termasuk kegiatan belajar dan operasional sekolah. Di sisi lain, berbagi pengetahuan dan inspirasi merupakan bentuk kontribusi sosial yang dapat berjalan berdampingan dengan peran utama perusahaan di sektor ketenagalistrikan.
Kedua pendekatan tersebut memiliki tujuan yang saling melengkapi, yakni mendukung kehidupan masyarakat agar semakin produktif dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, komunitas pendidikan, dan relawan menjadi penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong tumbuhnya semangat belajar.
PLN UIW NTB berharap partisipasi dalam gerakan 1000 Guru Lombok dapat menjadi awal bagi penguatan kolaborasi yang lebih luas. Dengan mempertemukan kepedulian perusahaan dan semangat para relawan, lebih banyak kegiatan inspiratif diharapkan dapat hadir untuk mendukung proses belajar anak-anak di Nusa Tenggara Barat.
Semangat tersebut terangkum dalam komitmen Terangi Negeri, Menginspirasi Generasi. Bagi PLN, menerangi negeri bukan hanya tentang menghadirkan energi untuk menunjang aktivitas masyarakat, tetapi juga tentang mengambil bagian dalam ikhtiar bersama membangun generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, dan optimisme untuk menghadapi tantangan masa depan.







