HALO NTB — MATARAM, Akses pembiayaan, kesiapan keterampilan, dan kepastian program menjadi tiga unsur penting dalam membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), upaya mempertemukan ketiga kebutuhan tersebut mulai diperkuat melalui kolaborasi sektor perbankan dan lembaga pelatihan kerja.
Bank NTB Syariah menjalin kerja sama dengan PT Lombok Global Edukasi dalam penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan peserta pemagangan luar negeri, terutama yang mengikuti program ke Jepang.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Gedung Bank NTB Syariah, Mataram, Selasa (13/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan akses pembiayaan kepada masyarakat yang ingin bekerja atau mengikuti program pemagangan di luar negeri, tetapi membutuhkan dukungan finansial untuk mempersiapkan keberangkatan.
Bank NTB Syariah memperoleh plafon pembiayaan KUR sebesar Rp10 miliar untuk mendukung program tersebut pada 2026. Penyalurannya tetap mengacu pada persyaratan dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi calon pekerja migran, tetapi juga peserta pemagangan yang mengikuti program melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) maupun perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang memenuhi ketentuan.
“Bank NTB Syariah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada calon PMI maupun peserta magang melalui lembaga yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan KUR ini,” kata Agus.
Menurut dia, kerja sama dengan lembaga terkait menjadi bagian penting dalam proses penyaluran pembiayaan. Bank tidak hanya mempertimbangkan pengajuan dari sisi finansial, tetapi juga melakukan verifikasi dan mitigasi risiko dengan memperhatikan profil calon penerima serta kesiapan mereka mengikuti program.
Langkah tersebut diperlukan agar pembiayaan dapat disalurkan secara tepat sasaran sekaligus mendukung pelaksanaan program penempatan kerja dan pemagangan yang memenuhi ketentuan.
Agus mengakui realisasi penyaluran pada tahap awal masih relatif rendah karena program baru mulai berjalan. Namun, pihaknya melihat peluang peningkatan penyaluran seiring bertambahnya mitra dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap fasilitas KUR tersebut.
Bank NTB Syariah juga membuka kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan lembaga penyelenggara program penempatan dan pemagangan ke berbagai negara, sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.
Mempertemukan Pembiayaan dan Kebutuhan Tenaga Kerja
Keterlibatan sektor perbankan dalam program ini menjadi penting karena persiapan menuju pasar kerja internasional tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi juga sumber daya finansial.
Di sisi lain, pembiayaan saja tidak cukup untuk memastikan keberhasilan calon peserta. Lembaga pelatihan memiliki peran dalam menyiapkan kompetensi, sedangkan pemerintah daerah dapat memperkuat penyebaran informasi dan koordinasi antarpihak.
Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan, yang hadir mewakili Gubernur NTB, menyambut baik kolaborasi Bank NTB Syariah dan PT Lombok Global Edukasi.
Ia menilai sinergi pemerintah, perbankan, dan lembaga pelatihan kerja perlu diperkuat agar masyarakat memperoleh akses terhadap informasi, pelatihan, dan pembiayaan yang sesuai ketentuan.
Aidy juga mendorong agar sosialisasi program dilakukan secara lebih luas. Menurutnya, calon peserta harus memahami persyaratan, mekanisme pengajuan, dan berbagai tahapan yang perlu dipenuhi sebelum mengikuti program penempatan atau pemagangan.
Selain itu, kesiapan kompetensi perlu menjadi perhatian utama. Penguasaan bahasa asing, keterampilan kerja, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja di negara tujuan merupakan bekal penting bagi calon peserta.
Program pemagangan ke Jepang, kata Aidy, dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda NTB untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman kerja internasional.
Namun, kesempatan tersebut perlu dipersiapkan melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan dari lembaga yang memenuhi persyaratan.
Lebih dari 50 Calon Peserta Telah Berkontrak
Direktur PT Lombok Global Edukasi, I Putu Darma Bakti, mengatakan kerja sama dengan Bank NTB Syariah berpotensi membantu calon peserta yang mengalami keterbatasan biaya untuk mengikuti program pemagangan di Jepang.
Ia menyebutkan, lebih dari 50 calon peserta telah menandatangani kontrak dengan perusahaan di Jepang. Meski demikian, tidak seluruh peserta membutuhkan fasilitas pembiayaan karena sebagian mampu menanggung biaya persiapan secara mandiri.
Menurut Darma Bakti, kehadiran KUR dapat menjadi alternatif bagi peserta yang memenuhi persyaratan, tetapi membutuhkan dukungan finansial untuk mempersiapkan keberangkatan.
Selama ini, sebagian calon peserta harus mengupayakan sendiri dana yang dibutuhkan untuk mengikuti program. Karena itu, akses pembiayaan diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan dan kesungguhan untuk mengikuti pemagangan.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat membantu lebih banyak peserta mempersiapkan keberangkatan secara terencana.
Mengukur Manfaat hingga Peserta Kembali ke Daerah
Dalam jangka panjang, keberhasilan program pemagangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah peserta yang memperoleh kesempatan berangkat ke luar negeri.
Manfaat yang lebih luas diharapkan muncul melalui peningkatan keterampilan, pengalaman kerja, dan kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah menyelesaikan program.
Bagi NTB, pengalaman internasional tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Darma Bakti menegaskan harapannya agar peserta yang kembali dari Jepang dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal.
“Kami berharap setelah kembali dari Jepang, para peserta dapat membangun NTB dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Harapan itu sekaligus menempatkan pemagangan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia. Peserta tidak hanya diharapkan memperoleh pengalaman di luar negeri, tetapi juga membawa pulang keterampilan dan etos kerja yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan profesional maupun pembangunan daerah.
Melalui kerja sama antara Bank NTB Syariah, PT Lombok Global Edukasi, dan dukungan pemerintah daerah, akses pembiayaan diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan pengembangan kompetensi tenaga kerja.
Tantangan selanjutnya adalah memperluas sosialisasi, memastikan calon peserta memahami seluruh persyaratan, serta menjaga agar pembiayaan tersalurkan kepada penerima yang layak dan mengikuti program sesuai ketentuan.
Dengan koordinasi yang baik, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalur bagi generasi muda NTB untuk mengembangkan kapasitas diri, memperoleh pengalaman internasional, dan membawa manfaatnya kembali bagi daerah.







