Listrik Tetap Nyala, Ibadah Tak Terganggu: PLN NTB Hadirkan Terang di Tengah Takbir Idul Adha

- Wartawan

Jumat, 6 Juni 2025 - 07:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah solat Idul Adha yang bersalaman dengan petugas siaga di salah satu masjid di Praya, Lombok Tengah usai pelaksanaan solat Ied yang aman dan khidmat. (Foto: Dok. PLN)

Jemaah solat Idul Adha yang bersalaman dengan petugas siaga di salah satu masjid di Praya, Lombok Tengah usai pelaksanaan solat Ied yang aman dan khidmat. (Foto: Dok. PLN)

Halontb.com – Saat gema takbir membelah langit Nusa Tenggara Barat di malam Idul Adha, tak banyak yang menyadari bahwa di balik keheningan dan keteduhan itu, ada ribuan petugas yang tetap berjaga. Mereka bukan hanya menjaga kabel dan tiang listrik mereka menjaga perasaan damai jutaan orang yang ingin beribadah dengan tenang. PLN NTB kembali menunjukkan komitmennya: listrik bukan sekadar energi, tapi bagian dari momen suci umat.

PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mencatat keberhasilan penuh dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan selama Hari Raya Idul Adha 1446 H, yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Tanpa ada gangguan berarti, umat Muslim di NTB dapat melaksanakan ibadah Sholat Id dan penyembelihan hewan kurban dengan khusyuk, berkat sistem kelistrikan yang tetap stabil dan responsif.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwati, menyampaikan bahwa seluruh elemen di bawah komandonya telah bekerja maksimal selama masa siaga Hari Raya. “Kami berupaya memastikan bahwa tak ada satu pun titik aktivitas masyarakat terganggu akibat masalah kelistrikan. Semua dilakukan demi ibadah yang tenang dan khidmat,” ujar Heny.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah antisipatif PLN tidak dilakukan setengah-setengah. Sebanyak 1.957 personel dari unsur internal PLN, Tenaga Alih Daya (TAD), dan mitra kerja disiagakan di 164 titik posko pengamanan kelistrikan di seluruh NTB. Tak hanya bertugas memantau, mereka juga dilengkapi dengan perlengkapan darurat seperti genset dan UPS untuk mengatasi potensi gangguan secara cepat.

Sistem Lombok mencatat beban puncak sebesar 282 MW, sedangkan Sistem Tambora mencatat 137 MW. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan energi selama perayaan, namun tetap dapat dilayani dengan baik berkat perencanaan dan kesiapan sistem yang matang.

Tidak kurang dari 28 titik lokasi pelaksanaan Sholat Id—terdiri dari 10 masjid besar dan 18 lapangan terbuka—menjadi fokus pengamanan utama, termasuk beberapa lokasi VVIP dan kawasan padat penduduk. Pengawasan dilakukan intensif, dengan personel siaga ditempatkan langsung di titik-titik strategis.

Menariknya, PLN NTB juga tak melupakan agenda masa depan: transisi menuju energi bersih. Sebanyak 14 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sembilan lokasi strategis turut disiagakan selama libur panjang, mendukung mobilitas masyarakat pengguna kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem energi ramah lingkungan.

Lebih dari sekadar menjaga pasokan listrik, PLN NTB aktif menjalin koordinasi dengan pengelola masjid, aparat keamanan, dan pemerintah daerah. Komunikasi ini penting agar antisipasi dini bisa dilakukan dan tindakan lapangan lebih cepat serta tepat sasaran.

Hingga 7 Juni 2025, PLN masih menetapkan masa siaga kelistrikan. Monitoring sistem tetap dilakukan menyeluruh untuk memastikan pasokan selama sisa masa libur tetap aman dan stabil.

“Listrik bukan sekadar fasilitas. Bagi kami, ini adalah bentuk pelayanan dan kehadiran PLN di tengah kehidupan masyarakat, apalagi di saat-saat penting seperti Idul Adha. Kami ingin memastikan setiap rumah, masjid, dan lapangan tetap terang, agar ibadah dan kebersamaan tak pernah terputus,” pungkas Heny, menutup pernyataannya dengan penuh semangat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gelegar Lentera Ramadhan Jadi Model Integrasi Ekonomi dan Spiritualitas di NTB
Ramadan Penuh Makna, PLN UIW NTB Tebar Kepedulian di Sumbawa dan Perkuat Dampak Sosial Berkelanjutan
Optimalisasi Daya Listrik Saat Ramadan, PLN Beri Diskon Besar untuk Tambah Daya Hingga 7.700 VA
Dari Pohon Tumbang hingga Tiang Roboh, PLN NTB Pastikan Listrik Lombok Kembali Menyala
Bank NTB Syariah Siapkan Skema Pembiayaan Syariah Berkelanjutan untuk Dongkrak Pariwisata NTB
Dari Kampus ke Sistem Digital, Bank NTB Syariah–UIN Mataram Kolaborasi Bangun Keuangan Syariah Terintegrasi
Strategi “Ramadan Andal” PLN NTB: Penguatan Infrastruktur Transmisi Jadi Garda Terdepan Keandalan Listrik Sumbawa
Menyalakan Kepedulian di Bulan Suci, PLN UIW NTB Hadirkan Layanan Kesehatan dan Clean Up untuk 251 Santri Dhuafa

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:04 WITA

Dari Bima ke Tanjung Balai: Jejak Pelarian Koko Erwin Terhenti, Skandal Narkoba dan Dugaan “Setoran” Aparat Kian Terbuka

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:51 WITA

Breaking News: Buronan Interpol WNA Kazakhstan Ditangkap di Lombok!

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:19 WITA

Fantastis! Polda NTB Sita Uang Tunai Rp3 Miliar Lebih dan 2,5 Kg Sabu dari Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:48 WITA

Dari Sawah ke Halaman Pribadi? Skandal Pokir Combine Harvester KSB Dibongkar, Rp11,25 Miliar Dipertaruhkan

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:38 WITA

Polemik Penonaktifan BUMDes Leseng, Ada Apa di Balik Kebijakan Kades?

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:52 WITA

Grebek Mafia Beras di Kediri! Satgas Pangan NTB Amankan Terduga Pelaku Pengoplos Beras Subsidi

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:29 WITA

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lotim, Terancam 12 Tahun Penjara

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:44 WITA

“Jangan Hanya Sapu Halaman Warga!” LH Sumbawa Desak Bersih-Bersih Internal, Tantang Transparansi Pemberantasan Narkoba

Berita Terbaru