Selain baterai lithium ilopefo4 72v/100ah, mobil listrik buggy car dilengkapi spesifikasi berupa motor bldc 3kw, kontroler 150A, charger 72v/20ah, waktu pengecasan 4-6 jam, kecepatan max 40 km/jam, jarak tempuh 40-60 km, dan daya angkut 600kg (6 orang).
“Kita charge cuma dua jam rata-rata. Kalau R-One Smekti itu satu kilo satu persen. Jadi, kalau kemudian terakhir kita pakai 12-13 kilometer, jadi per kilo itu satu persen dia konsumsi dayanya. Karena ini sama R-one itu kapasitas baterainya sama, 100 ah. Jadi bisa menempuh 80-90 kilometer kalau kasarannya,” ujar Ruju
Mengembangkan kendaraan berbasis listrik kini sudah menjadi program unggulan SMKN 3 Mataram. Sebagai ketua tim pengembang motor listrik, Hadi tak memungkiri peran besar PT PLN (Persero) dalam mewujudkan konsep kendaraan listrik SMKN 3 Mataram. Ia menekankan, tanpa intervensi PT PLN (persero), akan banyak keterbatasan perakitan kendaraan listrik yang tidak mampu ditangani sendiri oleh pihak SMKN 3 Mataram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita dibantu sama PLN dari segi pendanaan untuk mengaktualisasikan ide-ide, kemudian untuk siswa, kompetensinya, peningkatan dan sebagainya. Itu luar biasa sekali. Yang tidak pernah kami bayangkan, produk-produk ini bisa go public, bisa dipamerkan di Jakarta dua tahun terakhir. Bukan hanya sekali,” katanya.
Sebagai pionir perakitan kendaraan listrik NTB di bawah payung binaan PT PLN UIP Nusra, SMKN 3 Mataram akan kembali memperoleh suntikan dana untuk mengeskalasi proyek kendaraan listrik dan mencapai sejumlah target lainnya dalam program TJSL PLN di tahun 2023.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






