Halontb.com – Geliat aktivitas masyarakat pada malam pergantian Tahun Baru 2026 berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi listrik di Nusa Tenggara Barat. PLN UIW NTB mencatat pertumbuhan beban puncak sistem kelistrikan mencapai sekitar 12 persen secara tahunan, namun pasokan listrik tetap terjaga tanpa gangguan signifikan.
Peningkatan paling menonjol terjadi di Sistem Lombok. Beban puncak listrik pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar 366,9 MW, naik dari 322,1 MW pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tingginya konsumsi listrik dipicu oleh aktivitas perayaan di pusat kota, kawasan wisata, serta berbagai kegiatan masyarakat yang berlangsung hingga dini hari.
Di sisi lain, Sistem Tambora juga menunjukkan pertumbuhan beban listrik sebesar 7,4 persen. Beban puncak tercatat mencapai 145,9 MW, mencerminkan meningkatnya kebutuhan listrik di wilayah Sumbawa seiring ramainya aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menjelaskan bahwa PLN telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keandalan pasokan. Mulai dari perencanaan operasi sistem, pengamanan berlapis, hingga penyiagaan petugas teknik di lokasi-lokasi strategis seperti pusat perayaan dan fasilitas publik.
Selain menjaga kontinuitas pasokan, PLN juga menyiapkan skema respons cepat terhadap gangguan. Petugas disiagakan penuh selama 24 jam dengan dukungan peralatan modern dan sistem pemantauan terintegrasi. Dengan kesiapan tersebut, PLN memastikan listrik tetap menjadi penopang utama kenyamanan masyarakat serta aktivitas ekonomi dan pariwisata di awal tahun 2026.







