LOMBOK BARAT, Halontb.com – Kondisi Gedung Nifas RSUD Tripat Gerung menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah foto dan unggahan di media sosial memperlihatkan bagian bangunan yang dinilai kurang terawat. Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan pemeliharaan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat itu.
Sejumlah pengguna media sosial menilai tampilan beberapa bagian gedung terlihat kusam dan membutuhkan perbaikan. Kondisi tersebut kemudian menjadi perbincangan publik karena rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat.
Menanggapi sorotan tersebut, pihak RSUD Tripat Gerung menyatakan menerima kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat sebagai bagian dari fungsi kontrol publik terhadap pelayanan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasubag Humas dan Hukum RSUD Tripat Gerung, Baiq Dewi Septemi, mengakui secara visual terdapat beberapa bagian bangunan yang mungkin terlihat kurang menarik dipandang. Namun demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak berarti fasilitas tersebut tidak terawat.
“Kalau secara visual mungkin memang ada yang dianggap kurang menarik. Itu kami jadikan sebagai masukan. Rumah sakit adalah layanan publik yang berjalan 24 jam sehingga setiap kegiatan pemeliharaan harus melalui tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, serta penentuan skala prioritas,” ujarnya, Sabtu (20/6).
Menurut Temi sapaan akrabnya, anggaran pemeliharaan gedung sebenarnya tersedia setiap tahun. Namun pelaksanaannya harus mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, termasuk pembahasan prioritas kebutuhan di tingkat manajemen rumah sakit.
Ia menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin tetap dilakukan melalui petugas kebersihan, petugas taman, dan unit terkait. Hanya saja, pekerjaan seperti pengecatan atau renovasi bangunan memerlukan perencanaan tersendiri karena menyangkut kebutuhan anggaran dan pelaksanaan teknis.
Temi juga menegaskan pihak rumah sakit tidak mempermasalahkan kritik yang muncul di media sosial selama disampaikan secara konstruktif. Menurutnya, setiap keluhan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pelayanan.
“Kami menerima kritik itu sebagai bentuk kontrol publik. Ketika ada keluhan, kami tindak lanjuti, kami buat perencanaan dan kemudian dieksekusi sesuai mekanisme yang ada,” katanya.
Sementara itu, Kabag Umum dan Humas RSUD Tripat Gerung, Ulul Azmi, menjelaskan bahwa perbaikan Gedung Nifas sebenarnya telah masuk dalam agenda pemeliharaan rumah sakit. Bahkan anggaran untuk pekerjaan tersebut disebut sudah tersedia dalam pos pemeliharaan fasilitas rawat inap.
Menurut Ulul, bukan hanya ruang nifas yang menjadi perhatian, melainkan sejumlah fasilitas lain yang juga membutuhkan pemeliharaan secara bertahap. Saat ini rumah sakit tengah melakukan efisiensi dan optimalisasi sumber daya agar perbaikan dapat dilakukan tanpa membebani anggaran secara berlebihan.
Ia mengungkapkan salah satu tantangan yang dihadapi rumah sakit adalah keterbatasan sumber daya manusia pada Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS). Pengurangan jumlah tenaga teknis menyebabkan pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan yang paling mendesak.
“Fokus kami saat ini adalah persoalan yang langsung bersentuhan dengan pelayanan pasien, seperti lampu, keran, wastafel, maupun fasilitas yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan pasien,” jelasnya.
Meski demikian, Ulul memastikan pekerjaan pengecatan dan pemeliharaan Gedung Nifas tetap menjadi bagian dari program yang akan segera dieksekusi. Bahkan, menurutnya, pekerjaan tersebut sempat dijadwalkan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat, namun harus menyesuaikan kondisi internal dan ketersediaan tenaga teknis.
Pihak rumah sakit juga mencontohkan sejumlah pembenahan yang telah dilakukan secara swakelola, termasuk perbaikan dan penataan beberapa fasilitas di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) tanpa menggunakan jasa pihak ketiga.
Di sisi lain, masyarakat berharap kondisi fasilitas kesehatan milik pemerintah terus ditingkatkan agar memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien dan keluarga pasien yang menjalani perawatan.
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSUD Tripat Gerung menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai masukan masyarakat.











