Home / NTB

Kakak Gubernur NTB Incar Kursi Inspektur: Politik Dinasti atau Meritokrasi ?

- Wartawan

Sabtu, 6 September 2025 - 02:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hj Baiq Nelly Kusumawati . (Foto: Istimewa)

Hj Baiq Nelly Kusumawati . (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama lingkup Pemprov NTB 2025 mendadak menjadi sorotan publik. Bukan semata karena posisi yang diperebutkan adalah kursi strategis Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, melainkan karena salah satu pesertanya adalah Hj Baiq Nelly Kusumawati, kakak kandung Gubernur NTB, H Lalu Muhammad Iqbal.

Langkah Nelly sontak memicu perbincangan soal potensi politik dinasti. Namun, sang Inspektur Inspektorat Kota Mataram itu menampik anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa seleksi jabatan terbuka berbasis meritokrasi sama sekali tidak menutup peluang bagi keluarga kepala daerah.

“Kalau kita mampu, kenapa tidak. Keluarga itu tidak punya konflik kepentingan. Yang penting punya kualifikasi dan kemampuan,” tegas Nelly, Rabu (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pemilihan pejabat di pemerintahan tidak bisa disamakan dengan perusahaan. Ada mekanisme ketat mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, tes kompetensi berbasis computer assisted test (CAT), hingga wawancara dengan Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Inspektorat itu beda. Tugasnya memeriksa keuangan OPD, jadi pengawasannya sangat ketat,” ujarnya.

Nelly sendiri bukan figur baru di birokrasi. Kariernya terbilang lengkap: pernah menjadi Kepala Bagian Umum Setda Kota Mataram, Kepala BKPSDM Kota Mataram, hingga kini menduduki kursi Inspektur Inspektorat Kota Mataram. “Saya ini sudah eselon II, tinggal satu tingkat lagi. Beda kalau saya masih sekretaris atau staf,” jelasnya.

Meski begitu, ia menyadari statusnya sebagai kakak gubernur otomatis menimbulkan kecurigaan publik. Namun Nelly menegaskan, hubungannya dengan sang adik tidak akan mencampuri mekanisme seleksi. “Pak Gubernur juga pasti kalau memang orang itu punya kemampuan, ya bisa dipilih,” katanya.

Tahapan seleksi, diakui Nelly, menguras energi dan pikiran. Ia baru saja melewati tes wawancara, setelah sebelumnya menjalani serangkaian ujian kompetensi. “Saya tidak terlalu memikirkan sorotan publik. Yang penting fokus jalani proses sesuai aturan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:40 WITA

Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:24 WITA

Tiga Anggota DPRD NTB Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Siluman

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Polresta Mataram Gelar 44 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WITA

Polresta Mataram Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Berita Terbaru