Home / NTB

HMI Tegaskan Aksi Mahasiswa Soal PPS Bukan Tindakan Melawan Hukum

- Wartawan

Minggu, 1 Juni 2025 - 07:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa Barat, Indra Dwi Herfiansyah. (Foto: Istimewa)

Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa Barat, Indra Dwi Herfiansyah. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Penetapan tersangka terhadap sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi Cipayung Bima oleh Polres Kabupaten Bima menuai kritik keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat. Ketua Umum HMI Sumbawa Barat, Indra Dwi Herfiansyah, menilai langkah kepolisian tersebut tidak hanya tergesa-gesa, namun juga berpotensi mencederai demokrasi dan memperburuk citra penegakan hukum di tanah air.

“Jangan sampai penegakan hukum dijadikan alat untuk membungkam suara mahasiswa. Itu sama halnya dengan kriminalisasi terhadap gerakan yang sah secara konstitusional. Dan ini adalah bentuk nyata kemunduran demokrasi,” tegas Indra dalam keterangannya, Sabtu (31/5).

Ia mengingatkan bahwa aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) bukanlah tindakan melawan hukum, melainkan bagian dari perjuangan panjang untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah Sumbawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aspirasi pembentukan PPS adalah hak konstitusional rakyat. Ini juga merupakan kebutuhan mendesak. Ketimpangan pembangunan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sudah terlalu lama dibiarkan,” ujarnya.

Indra juga menyoroti potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jika polemik ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang adil. Menurutnya, sikap represif justru akan memicu ketegangan dan memperburuk situasi sosial politik di wilayah NTB.

“Jangan sampai polemik ini berlanjut dan menciptakan suasana kamtibmas yang tidak kondusif. Aspirasi mahasiswa adalah bagian dari sistem demokrasi, dijamin konstitusi, dan seharusnya dilindungi, bukan ditindas,” tambahnya.

HMI Cabang Sumbawa Barat mendesak aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polda NTB, untuk bersikap bijak dan objektif. Indra berharap proses hukum tidak dijadikan alat intimidasi terhadap gerakan rakyat, melainkan sebagai pilar keadilan yang berdiri tegak bagi semua pihak.

“Kami akan terus mengawal proses perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa sebagai solusi atas ketimpangan. Ini bukan hanya soal wilayah, tapi soal keadilan pembangunan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:23 WITA

Jemaah Haji NTB Wafat: Kemenhaj Fasilitasi Santunan Rp54,1 Juta dan Pengembalian Barang

Senin, 8 Juni 2026 - 01:47 WITA

Kabar Duka: 11 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci, Ini Daftar Daerah Asalnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:32 WITA

Tiba dengan Selamat di Tanah Air, 393 Jemaah Haji Lombok Barat Disambut Langsung Bupati LAZ

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:25 WITA

Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter 2 Lombok Tengah Resmi Diserahkan ke Pemkab

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:43 WITA

393 Jemaah Haji Kloter 3 Lombok Barat Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Kamis Siang

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:01 WITA

Alhamdulillah! 393 Jemaah Haji Kloter 1 NTB Tiba di BIZAM dalam Kondisi Sehat

Berita Terbaru