PLN NTB Ubah Limbah FABA Jadi Inovasi, Pendidikan dan Ekonomi Desa Tumbuh Pesat

- Wartawan

Rabu, 4 Desember 2024 - 06:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja lokal mengolah limbah FABA menjadi material bangunan, mendukung pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan UMKM. (Foto: Dok. PLN)

Pekerja lokal mengolah limbah FABA menjadi material bangunan, mendukung pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan UMKM. (Foto: Dok. PLN)

Halontb.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN NTB) menunjukkan bagaimana limbah bisa diubah menjadi berkah melalui program PLN Peduli. Dengan memanfaatkan limbah Fly Ash & Bottom Ash (FABA), PLN NTB telah membawa perubahan besar pada pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur desa.

Di bidang pendidikan, PLN membangun ruang kelas baru menggunakan material berbasis FABA di tiga sekolah informal. Fasilitas ini memberikan kenyamanan dan semangat baru bagi siswa, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kualitas pendidikan di wilayah terpencil.

Di sektor ekonomi, PLN NTB memberdayakan enam UMKM lokal untuk mengolah FABA menjadi paving block, batako, dan bahan bangunan lainnya. Produk ini tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan pendapatan UMKM. “Kami senang bisa ikut berkontribusi. Kini kami punya produk yang lebih kompetitif,” ujar salah satu pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Infrastruktur desa juga menjadi perhatian utama. Jalan-jalan desa yang sebelumnya sulit dilalui kini dibangun ulang menggunakan FABA, membuka aksesibilitas yang lebih baik bagi warga untuk beraktivitas dan mengembangkan usaha.

Dengan melibatkan lebih dari 100 tenaga kerja lokal, program ini juga memberikan dampak langsung terhadap pengentasan pengangguran di wilayah sekitar PLTU. “Ini adalah bukti nyata bahwa keberlanjutan dapat tercapai dengan inovasi. Kami berharap langkah ini menginspirasi lebih banyak pihak,” tutur Sudjarwo, General Manager PLN NTB.

Ke depan, PLN NTB berencana memperluas pemanfaatan FABA ke lebih banyak desa. Kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas lokal menjadi kunci untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jamin Keandalan Listrik, PLN Siapkan Ribuan Posko Siaga Sambut Natal dan Tahun Baru
Natal Khidmat Tanpa Hambatan, PLN NTB Siagakan Ratusan Personel dan Teknologi Mutakhir
Kesiapan PLN NTB Sambut Libur Akhir Tahun 2025, Kolaborasi dengan BPH Migas dan Pemerintah Dipuji
PLN dan Sekolah Literasi Rinjani: Cetak Agen Perubahan Lewat Kampanye Kreatif Bahaya Pernikahan Dini
PLTMGU Lombok Peaker Beralih ke Gas, PLN Pastikan Keandalan Listrik Selama Nataru
PLN Kerahkan Ribuan Personel dan 164 Posko Siaga, Natal dan Tahun Baru di NTB Bebas Gangguan Listrik
PLN Hadapi Cuaca Ekstrem, Tim Siang-Malam Pastikan Listrik di NTB Kembali Normal
Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim, PLN NTB Pastikan Keandalan Listrik Selama Nataru

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:06 WITA

Soroti Belanja Pegawai 34%, Lobar di Ambang Krisis Fiskal, DPRD: Jangan Sampai Nasib P3K Dikorbankan!

Rabu, 1 April 2026 - 14:31 WITA

Polemik Mesin Masaro Lobar Memanas: DPRD Endus Kejanggalan Anggaran BTT, Kasta NTB Desak APH Turun Tangan

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

Hearing Publik: PPS Desak Kemenhaj NTB Sanksi Tegas Travel Nakal Buntut Jamaah Umrah Terlantar

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:45 WITA

Viral Protes Pajak Parkir di Batu Bolong, Begini Penjelasan Bapenda Lobar!

Senin, 30 Maret 2026 - 05:40 WITA

Dari Desa hingga Nasional, Setahun Haerul Warisin Dinilai Sukses Ubah Wajah Lombok Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:55 WITA

Dari Ka’bah ke Ketidakpastian: Jamaah Umroh NTB Jadi Korban, Negara Ditantang Bertindak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:13 WITA

Arus Balik H+4 Lebaran 2026: Penumpang Lembar–Padangbai Melandai, ASDP Siaga Antisipasi Lonjakan Akhir Pekan

Senin, 23 Maret 2026 - 01:59 WITA

LPK ARK Jinzai Solusi Group Bidik 1.000 Slot ke Jepang: Tak Sekadar Kirim Kerja, Tapi Ubah Nasib Lewat Bahasa

Berita Terbaru