Bukan Sekadar Ruang Monitor, Centralized Command Center PLN NTB Disiapkan Jadi Otak Koordinasi Kelistrikan

- Wartawan

Kamis, 10 September 2026 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi peresmian Centralized Command Center PLN UIW NTB ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran manajemen PLN.

Prosesi peresmian Centralized Command Center PLN UIW NTB ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran manajemen PLN.

MATARAM, Halontb.com – Pengelolaan kelistrikan di Nusa Tenggara Barat kini memiliki satu lagi instrumen penting untuk memperkuat kecepatan dan ketepatan pelayanan. PT PLN (Persero) UIW NTB resmi meresmikan Centralized Command Center yang ditempatkan di lingkungan PLN UP2D NTB.

Namun, pusat kendali tersebut bukan sekadar ruangan dengan sejumlah perangkat monitoring. PLN menempatkannya sebagai bagian dari perubahan pola kerja, di mana data dan informasi operasional dikonsolidasikan agar dapat menjadi dasar koordinasi dan pengambilan keputusan secara lebih cepat.

Peresmian Centralized Command Center berlangsung pada 10 September 2026 dan dilakukan Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri bersama Executive Vice President Operasi Distribusi Sugeng Widodo, General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli serta jajaran manajemen PLN Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari transformasi PLN untuk membangun pengelolaan sistem kelistrikan yang terintegrasi, responsif dan semakin berbasis teknologi.

Dalam sistem kelistrikan modern, informasi memiliki posisi strategis. Kondisi sistem yang diketahui lebih cepat akan memberikan ruang bagi unit terkait untuk menentukan langkah yang diperlukan. Karena itu, kecepatan arus informasi menjadi salah satu aspek yang ikut menentukan efektivitas pelayanan.

Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri mengatakan, teknologi yang digunakan di dalam Centralized Command Center harus mampu memberikan manfaat nyata terhadap proses operasional.

“Centralized Command Center bukan hanya mengenai fasilitas dan teknologi, tetapi bagaimana data dan informasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan respons operasional yang lebih cepat, tepat, dan terukur,” katanya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa digitalisasi bukan tujuan akhir. Teknologi justru menjadi alat untuk memperpendek jalur informasi dan memperkuat koordinasi di antara unit-unit yang terlibat dalam pengelolaan sistem distribusi.

Untuk menjalankan fungsi tersebut secara berkesinambungan, PLN menyiapkan 36 personel. Sebanyak 28 orang bertugas di Centralized Command Center dan delapan orang menjalankan fungsi callback.

Mereka bekerja dalam sistem empat shift dengan pola tiga shift bertugas dan satu shift libur. Pengaturan itu memungkinkan fungsi monitoring dan koordinasi berlangsung secara berkelanjutan.

Manager PLN UP2D NTB Faris Fitrianto mengatakan, kekuatan utama fasilitas tersebut bukan hanya pada perangkat yang tersedia, melainkan pada bagaimana sistem, SDM dan mekanisme koordinasi dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

“Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, personel yang kompeten, serta pola kerja shift yang terstruktur, kami dapat mempercepat alur informasi dan koordinasi sehingga setiap kondisi operasional dapat ditindaklanjuti secara tepat dan terukur,” ujar Faris.

Bila dilihat dari sisi pelayanan publik, sistem tersebut memiliki konsekuensi yang cukup penting. Pelanggan pada dasarnya tidak hanya membutuhkan listrik tersedia, tetapi juga membutuhkan respons yang cepat ketika muncul persoalan.

Karena itu, kemampuan PLN menerima informasi, melakukan monitoring, mengidentifikasi kebutuhan koordinasi dan meneruskannya kepada unit terkait menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan.

General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan Centralized Command Center menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola kelistrikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan.

“Peresmian Centralized Command Center menjadi momentum penting bagi PLN UIW NTB untuk memperkuat pola kerja yang terintegrasi dan berbasis data,” ujar Yondri.

Ia menegaskan, keberadaan 28 personel Centralized Command Center dan delapan personel callback dengan dukungan sistem kerja empat shift diharapkan mampu memastikan informasi dikelola secara cepat dan kebutuhan operasional memperoleh tindak lanjut yang tepat.

Transformasi tersebut juga memperlihatkan bahwa keandalan listrik tidak hanya ditentukan oleh pembangkit, jaringan atau gardu yang berada di lapangan. Di balik sistem fisik tersebut terdapat kebutuhan untuk memastikan seluruh informasi mengenai kondisi sistem dapat dikelola dengan baik.

Centralized Command Center menjadi salah satu jawaban PLN terhadap kebutuhan tersebut. Pusat kendali ini menghubungkan unsur data, teknologi dan manusia dalam satu pola kerja yang diarahkan untuk mempercepat koordinasi.

Dengan sistem yang semakin terintegrasi, PLN UIW NTB berharap pengelolaan kelistrikan di wilayah NTB dapat bergerak lebih responsif. Informasi tidak sekadar menjadi laporan, tetapi menjadi dasar tindakan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan fasilitas tersebut bukan hanya terlihat dari kecanggihan teknologi yang digunakan, melainkan dari seberapa jauh keberadaannya mampu memperkuat keandalan sistem dan memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat NTB.

“Seluruh upaya ini kami arahkan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, responsif, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” tegas Yondri.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

500 Personel Disiapkan, PLN Bangun Benteng Kelistrikan Hadapi MotoGP Mandalika 2026
Saat Dunia Menatap Mandalika, PLN Pastikan Energi NTB Siap Menopang MotoGP 2026
Bukan Sekadar Seremoni Harpelnas, PLN UP3 Selaparang Bawa Semangat Mendengar Pelanggan ke Kopang
Hari Pelanggan Nasional, ASDP Lembar Sapa Penumpang Lewat Aksi Sosial dan Perkuat Layanan
Dari Layanan Listrik hingga Kepedulian Lingkungan, PLN UP3 Bima Tegaskan Diri sebagai Mitra Daerah
Diklat Advokasi Nasional SP PLN di NTB, Perkuat Garda Terdepan Perlindungan Hak Pekerja
Dari Kebiasaan Menabung, Bank NTB Syariah Bidik Fondasi Ekonomi Generasi Masa Depan NTB
Dari NTB untuk Generasi Masa Depan, Bank NTB Syariah Sabet Penghargaan KEJAR Terbaik di Kawasan Timur Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:28 WITA

352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:13 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:07 WITA

Kumpulkan Kepala Daerah di NTB, Menko Polkam Djamari Chaniago Sampaikan Instruksi Presiden Prabowo

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:59 WITA

Ingin Tahu Kapan Berangkat Haji? Cek Langsung Posisi Antrean Anda di BPKH Apps!

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:13 WITA

Skema Dana MBG Diurai Waka BGN, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran Utama

Rabu, 7 Januari 2026 - 04:52 WITA

Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Diperpanjang, Tim Perluas Penyisiran

Rabu, 24 Desember 2025 - 03:30 WITA

Banjir Bandang Aceh Tamiang: Saat Pesantren Menahan Jutaan Gelondongan Kayu

Rabu, 24 Desember 2025 - 03:16 WITA

Ferry Irwandi Ungkap Peran Kayu Besar dalam Kerusakan Jembatan di Sumatera

Berita Terbaru