LOMBOK TENGAH, Halontb.com — Hari Pelanggan Nasional kerap identik dengan ucapan apresiasi dan berbagai kegiatan seremonial. Namun, PT PLN (Persero) UP3 Selaparang memilih memaknai momentum tersebut dengan cara yang lebih substantif: datang langsung kepada pelanggan dan mendengarkan suara mereka.
Melalui ULP Kopang, jajaran PLN menyambangi sejumlah pelanggan di wilayah kerjanya, termasuk PT Sariguna dan CV Miyaz. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi PLN untuk menyerap aspirasi sekaligus memahami kebutuhan pelanggan secara langsung.
Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya untuk mengubah pola pelayanan dari sekadar merespons menjadi lebih aktif mendengar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelayanan publik, kedekatan memiliki arti penting. Ketika penyedia layanan hadir langsung di tengah pelanggan, berbagai persoalan dan kebutuhan dapat disampaikan tanpa jarak.
Itulah yang coba dibangun PLN melalui kunjungan tersebut.
Jajaran PLN ULP Kopang berdialog dengan pelanggan, menerima masukan dan menggali kebutuhan terkait layanan kelistrikan. Setiap masukan kemudian menjadi bagian dari bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Manager PLN UP3 Selaparang, Seno Wuryanto, menegaskan bahwa kunjungan pelanggan merupakan bentuk nyata komitmen PLN dalam meningkatkan customer experience.
Pelanggan, menurut dia, tidak hanya ditempatkan sebagai penerima layanan, tetapi juga menjadi mitra penting dalam proses evaluasi dan pengembangan kualitas pelayanan PLN.
Pandangan tersebut sekaligus menegaskan bahwa transformasi pelayanan membutuhkan keterlibatan pelanggan. PLN membutuhkan umpan balik dari masyarakat untuk mengetahui apakah pelayanan yang diberikan telah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Karena itu, PLN UP3 Selaparang terus mendorong unit-unit layanan, termasuk ULP Kopang, agar semakin responsif dalam memberikan solusi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.
Terlebih bagi pelanggan yang aktivitasnya bergantung pada listrik, keandalan pasokan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Momentum Harpelnas kemudian menjadi titik untuk memperkuat kembali komitmen tersebut.
Manager ULP Kopang menyampaikan bahwa peringatan Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang cepat, responsif dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mendengarkan secara langsung kebutuhan, masukan, maupun harapan pelanggan terhadap layanan PLN,” ujarnya.
Komunikasi langsung, menurutnya, memberi ruang bagi PLN untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih utuh sekaligus membangun hubungan yang lebih erat.
Bagi PLN, hubungan tersebut merupakan modal penting dalam menciptakan pelayanan yang berkelanjutan.
Semangat “Pelanggan adalah Prioritas” pun tidak berhenti sebagai slogan. Prinsip tersebut diterjemahkan melalui upaya menghadirkan layanan yang mudah, cepat, responsif dan andal.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menempatkan kedekatan dengan pelanggan sebagai bagian penting dari transformasi pelayanan PLN.
Menurut Yondri, Hari Pelanggan Nasional harus menjadi pengingat bahwa pelanggan merupakan bagian penting dalam perjalanan perusahaan.
“Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar seremoni,” tegasnya.
PLN ingin memastikan pelanggan merasakan kehadiran perusahaan melalui pelayanan yang andal, komunikasi terbuka dan respons cepat terhadap kebutuhan mereka.
Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ukuran keberhasilan pelayanan tidak semata-mata berada di balik sistem dan infrastruktur kelistrikan. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana pelanggan merasa didengar, dipahami dan mendapatkan respons atas kebutuhan mereka.
Kunjungan PLN UP3 Selaparang melalui ULP Kopang menjadi salah satu gambaran dari upaya tersebut.
Di tengah perubahan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, pelanggan semakin menginginkan layanan yang bukan hanya cepat, tetapi juga manusiawi dan komunikatif.
PLN pun dituntut untuk terus beradaptasi.
Dengan mendatangi pelanggan secara langsung, membuka ruang dialog dan menjadikan masukan sebagai bahan evaluasi, PLN UP3 Selaparang berupaya memastikan transformasi pelayanan tidak berhenti pada konsep.
Sebab pada akhirnya, kualitas pelayanan kelistrikan bukan hanya tentang seberapa besar infrastruktur yang dimiliki. Ia juga tentang seberapa dekat perusahaan memahami orang-orang yang setiap hari menggunakan layanan tersebut.
Dari Kopang, pesan itu kembali ditegaskan: pelayanan yang baik dimulai dari kesediaan untuk datang, mendengar dan kemudian memperbaiki.








