352 Siswa Diduga Keracunan MBG di Lombok Tengah, Wakil Ketua DPR Desak Evaluasi Menyeluruh

- Wartawan

Senin, 14 September 2026 - 04:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sari Yuliati.(Foto: Fraksi Golkar)

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sari Yuliati.(Foto: Fraksi Golkar)

JAKARTA, Halontb.com — Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, anggota DPR RI Dapil NTB II, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh menyusul kasus keracunan yang menimpa 352 siswa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Insiden tersebut terjadi pada Jumat (11/9/2026), diduga setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangan persnya, Sabtu (12/9/2026), Sari menegaskan kejadian ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa mengingat MBG merupakan program strategis pemerintah yang menyasar langsung kepentingan anak-anak. Ia menekankan bahwa keamanan pangan, kualitas gizi, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“Saya prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh,” ujar Sari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: 352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG

Sari mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan, termasuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan SOP secara disiplin dan konsisten.

Ia menilai evaluasi tidak cukup berhenti pada pencarian penyebab kejadian semata, tetapi juga harus memastikan apakah prosedur yang berlaku benar-benar dijalankan di lapangan.

Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, Sari meminta agar diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar. Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain,” tegasnya.

Baca juga: BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG

Lebih lanjut, Sari menyampaikan bahwa DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasannya terhadap pelaksanaan program MBG secara nasional, termasuk memantau kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah.

“DPR akan proaktif mengawasi kinerja BGN dan SPPG melalui instrumen pengawasan yang dimiliki DPR. Kita juga akan mendorong pengawasan di daerah agar pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai standar,” katanya.

Sari menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak semata diukur dari jumlah penerima manfaat, melainkan juga dari kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada anak-anak.

“Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” pungkas Sari.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Erina Galery Wakili NTB di Panggung Mode Internasional, Bawa Semangat Kebangkitan Sade Pascakebakaran
MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Petugas Siaga Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Kombes Agus Herli Pimpin Evakuasi Korban KM Virgo, Helikopter Dauphin Polri Diterjunkan ke Laut Kalimantan
352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG
Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani
Kumpulkan Kepala Daerah di NTB, Menko Polkam Djamari Chaniago Sampaikan Instruksi Presiden Prabowo
Ingin Tahu Kapan Berangkat Haji? Cek Langsung Posisi Antrean Anda di BPKH Apps!
Skema Dana MBG Diurai Waka BGN, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran Utama

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:51 WITA

Tak Cukup Hadirkan Listrik, PLN NTB Bangun Budaya Selamat di Kalangan Pelaku UMKM Sumbawa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Setelah Delapan Tahun Absen, Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Kuota Rp40 Miliar Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Keandalan Listrik Tak Cukup Dibangun dengan Infrastruktur, PLN Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur SUTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:54 WITA

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan di NTB, Pengujian SLO PLTS Sengkol Jadi Langkah Jaga Pelayanan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45 WITA

Saat Sumber Air Mengering di Lombok Utara, 90 Ribu Liter Air Bersih Mengalir Berkat Inisiatif Perempuan Desa Medana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:49 WITA

Bank NTB Syariah dan Toko Ladang Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital, Layanan Keuangan Terintegrasi Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:48 WITA

Keselamatan Petugas Jadi Kunci Keandalan Listrik, PLN UP3 Mataram Raih Penghargaan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Lebih dari Sekadar Terang, PLN Tegaskan Listrik Jadi Penopang Ekonomi Rakyat dan Masa Depan Generasi Bangsa

Berita Terbaru