LOMBOK BARAT, Halontb.com – Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat mulai mengintensifkan langkah antisipasi menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pemerintah daerah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor hingga pasar tradisional guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga tetap terjaga.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, H. Muhammad Adnan, mengatakan, hingga saat ini harga sejumlah komoditas strategis masih relatif stabil meski terdapat kenaikan pada beberapa jenis kebutuhan pokok, terutama daging sapi dan daging ayam.
“Harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram, sedangkan ayam sekitar Rp45 ribu per kilogram. Kondisinya masih relatif stabil karena permintaan masyarakat belum mencapai puncaknya menjelang Maulid,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jmuat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata
Menurutnya, Dinas Perdagangan telah menyusun langkah pengawasan secara bertahap. Pada pekan depan, tim akan lebih dahulu melakukan sidak ke sejumlah distributor modern seperti Alfamart, Indomaret, Gemar, serta pusat distribusi lainnya untuk memastikan ketersediaan gula, minyak goreng, beras, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Setelah itu, pengawasan akan dilanjutkan ke sejumlah pasar tradisional di Lombok Barat guna memantau perkembangan harga secara langsung sekaligus mengidentifikasi potensi lonjakan yang tidak wajar.
“Kalau ditemukan kenaikan harga yang cukup tinggi di pasar tertentu, kami akan mengantisipasinya melalui pelaksanaan pasar murah,” katanya.
Dinas Perdagangan juga telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) agar dapat memberikan dukungan pelaksanaan pasar murah di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
Meski demikian, Adnan memperkirakan harga beberapa komoditas masih berpotensi mengalami kenaikan ketika memasuki puncak perayaan Maulid, khususnya daging sapi dan gula pasir yang biasanya mengalami peningkatan permintaan.
“Kalau prediksi kami, kemungkinan yang naik itu terutama daging dan gula pasir karena permintaan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Baca juga: KMP Putri Yasmin Terbakar, Direktur RSUD Tripat Turun Langsung Pantau Penanganan Korban
Selain kebutuhan pangan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga mengantisipasi meningkatnya konsumsi gas LPG 3 kilogram selama momentum Maulid. Dinas Perdagangan telah mengirimkan surat kepada Pertamina untuk meminta penambahan alokasi pasokan LPG hingga 100 persen dari kebutuhan harian.
Adnan menjelaskan, konsumsi LPG di Lombok Barat dalam kondisi normal mencapai sekitar 900 ribu tabung per bulan. Karena itu, tambahan kuota dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga mewaspadai kemungkinan adanya praktik permainan harga oleh oknum tertentu menjelang hari besar keagamaan. Untuk itu, pengawasan terhadap distributor, agen, hingga pasar akan diperketat.
“Kami ingin memastikan stok tersedia dan harga tetap terkendali, sehingga tidak ada lonjakan yang memberatkan masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan sementara, harga komoditas lain seperti cabai dan bawang putih masih tergolong stabil dan belum menunjukkan kenaikan signifikan.
Sebagai langkah menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota akan menggelar Gerakan Pasar Murah Serentak pada 21 Agustus, dengan pelaksanaan di Lombok Barat dipusatkan di Desa Kuripan Utara. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi guna menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Adnan juga mengimbau para pedagang agar tidak mengambil keuntungan secara berlebihan dengan menaikkan harga di luar kewajaran.
“Kami berharap para pedagang menjual sesuai harga yang wajar dan tidak memanfaatkan momentum Maulid untuk menaikkan harga secara berlebihan karena akan berdampak langsung kepada masyarakat,” katanya.
Kepada masyarakat, ia meminta agar tidak melakukan panic buying, terutama terkait LPG 3 kilogram. Menurutnya, stok LPG di Lombok Barat dalam kondisi aman meskipun sempat muncul kepanikan akibat informasi kelangkaan di daerah lain.
“Jangan mudah terpengaruh isu. Stok LPG di Lombok Barat aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga eceran LPG 3 kilogram tetap mengacu pada ketentuan sebesar Rp18 ribu per tabung, sementara di tingkat pengecer diharapkan tidak melebihi Rp22 ribu sesuai arahan pemerintah daerah.
Dinas Perdagangan bersama Polres, pemerintah daerah, serta para agen juga telah melakukan pengawasan terhadap pola distribusi LPG agar penyaluran tetap berada dalam wilayah pangkalan masing-masing. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan biaya distribusi yang berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.
Dengan rangkaian pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga selama momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan tanpa terbebani lonjakan harga yang berlebihan.










