BIMA, HALONTB.com — Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai kehidupan bermasyarakat kembali diingatkan melalui pesan keselamatan kelistrikan.
Memaknai Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sape memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya listrik. Sosialisasi dilakukan secara langsung dan keliling menyasar wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Wawo.
Langkah tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menyampaikan informasi mengenai listrik. Lebih jauh, PLN ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan kelistrikan merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan keterlibatan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah semakin pentingnya listrik dalam menopang aktivitas rumah tangga, perdagangan maupun berbagai kegiatan masyarakat, pemahaman mengenai risiko kelistrikan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Petugas PLN memberikan edukasi mengenai sejumlah potensi bahaya, termasuk risiko tersengat listrik, korsleting dan bahaya akibat aktivitas yang dilakukan terlalu dekat dengan jaringan listrik.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan kelistrikan.
Pesan tersebut menjadi penting karena sebagian infrastruktur kelistrikan berada di ruang yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat. Tanpa kewaspadaan dan pengetahuan yang memadai, aktivitas tertentu dapat menimbulkan risiko keselamatan.
Karena itu, PLN mendorong masyarakat tidak hanya berhati-hati terhadap penggunaan listrik di lingkungan masing-masing, tetapi juga memiliki kepedulian ketika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.
Jika terdapat kondisi berisiko, masyarakat diharapkan segera menyampaikan laporan kepada PLN sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prosedur keselamatan.
Manager PLN UP3 Bima mengatakan edukasi keselamatan merupakan bagian dari langkah preventif PLN untuk menekan risiko kecelakaan kelistrikan.
“Kami terus mendorong edukasi keselamatan kelistrikan dilakukan secara konsisten dan menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, respons positif masyarakat menjadi dorongan bagi PLN untuk terus memperkuat komunikasi dan pemahaman mengenai potensi bahaya listrik, terutama di sekitar jaringan kelistrikan.
Dalam konteks tersebut, keselamatan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. PLN memiliki tanggung jawab dalam memberikan edukasi dan pelayanan, sementara masyarakat memiliki peran melalui kepatuhan terhadap aspek keselamatan serta kepedulian terhadap lingkungan.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli menempatkan keselamatan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab PLN dalam memberikan pelayanan kelistrikan.
“Semangat Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk terus memperkuat kepedulian dan gotong royong, termasuk dalam menjaga keselamatan kelistrikan,” kata Yondri.
Ia mengajak seluruh masyarakat di NTB untuk mengenali potensi bahaya listrik dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar jaringan kelistrikan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang dapat membahayakan.
Menurut Yondri, kepedulian bersama bukan hanya penting untuk mencegah kecelakaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan penggunaan listrik yang aman serta mendukung keandalan pelayanan PLN.
Edukasi yang dilakukan PLN ULP Sape di Sape dan Wawo pada akhirnya membawa satu pesan penting: keselamatan kelistrikan bukan sekadar aturan teknis, melainkan kebiasaan yang harus dibangun bersama.
Semakin banyak masyarakat yang memahami potensi bahaya dan mengetahui cara menghindarinya, semakin kuat pula lingkungan keselamatan yang dapat dibangun.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila pun menjadi ruang untuk kembali mengingatkan bahwa semangat kepedulian dan gotong royong dapat diwujudkan dalam hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari termasuk menjaga keselamatan dalam menggunakan dan beraktivitas di sekitar listrik.









