Harga Semen di Lombok Barat Tembus Rp85 Ribu, Disdag Soroti Kelangkaan Pasokan

- Wartawan

Rabu, 30 September 2026 - 11:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, H. Muhammad Adnan. (Foto: Halo NTB/Taufik).

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, H. Muhammad Adnan. (Foto: Halo NTB/Taufik).

LOMBOK BARAT, HALONTB.com — Kelangkaan semen mulai dirasakan warga di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam beberapa hari terakhir. Terbatasnya pasokan membuat harga semen di tingkat pengecer naik hingga Rp80 ribu-Rp85 ribu per sak.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, Muhammad Adnan, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah distributor, pengecer, dan toko bangunan untuk mengetahui kondisi pasokan dan harga semen di lapangan.

Baca juga: Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Adnan, harga semen di tingkat distributor masih berada dalam kisaran normal, yakni sekitar Rp58 ribu-Rp60 ribu per sak. Namun, harga di tingkat pengecer jauh lebih tinggi.

“Kalau di tingkat distributor sebenarnya harga sesuai standar, tidak ada harga yang berlebihan. Justru yang terjadi di pengecer harga antara Rp80 ribu sampai Rp85 ribu,” kata Adnan.

Adnan menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah distributor, pasokan semen dari luar daerah saat ini tidak sebanyak kondisi normal. Ia menyebut sejumlah kendala yang disampaikan distributor turut memengaruhi produksi dan pasokan semen.

Di antaranya persoalan ketersediaan solar, kendala jalur distribusi melalui Selat Hormuz, serta kekeringan di Kalimantan yang menghambat penggunaan sungai sebagai jalur pengangkutan batu bara.

“Dropping dari luar sedikit, tidak sesuai dengan setiap harinya,” ujarnya.

Baca juga:ASDP Lembar–Kayangan Perkuat Kepatuhan dan Akurasi Manifest Angkutan Penyeberangan

Di sisi lain, kebutuhan semen justru meningkat menjelang akhir tahun. Sejumlah proyek fisik pemerintah maupun swasta membutuhkan pasokan semen untuk penyelesaian pekerjaan. Kondisi tersebut, kata Adnan, menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah produksi dan kebutuhan di lapangan.

“Produksi semakin sedikit, sementara di akhir tahun ini banyak kegiatan atau proyek-proyek fisik yang cukup banyak yang harus dikerjakan. Sehingga terjadi ketimpangan antara jumlah produksi dan kebutuhan yang ada,” katanya.

Keterbatasan pasokan juga terlihat dari kondisi stok di gudang distributor. Adnan mengatakan, saat dilakukan pemantauan, tidak terdapat stok semen yang tersimpan di gudang distributor yang didatangi.

Menurut dia, semen yang tiba langsung didistribusikan kepada toko atau pengecer yang sebelumnya telah mendaftar untuk mendapatkan pasokan. Untuk salah satu distributor yang dipantau, pasokan semen disebut mencapai sekitar 3.000-4.000 sak per hari. Namun, jumlah tersebut langsung habis setelah didistribusikan.

“Harganya antara Rp58 ribu-Rp60 ribu. Tetapi kenyataannya di masyarakat antara Rp80 ribu sampai Rp85 ribu yang dijual,” ungkap Adnan.

Baca juga: Empat Tahun Menunggu, CV Clini Agung Kini Siap Mengguyur Pasar Air Mineral NTB dari Sigerongan

Adnan mengatakan pihaknya juga menanyakan kepada pengecer mengenai tingginya selisih harga antara tingkat distributor dan konsumen. Pengecer, kata dia, mengaku harus mengantre untuk mendapatkan pasokan semen. Proses antre tersebut bahkan bisa berlangsung satu hingga dua hari.

Selama menunggu, pengecer mengeluarkan biaya operasional, termasuk kebutuhan makan sopir dan biaya lainnya. Biaya tambahan tersebut kemudian disebut menjadi salah satu alasan pengecer menaikkan harga jual.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta pelaku usaha tidak menaikkan harga secara berlebihan. Terkait dugaan penimbunan, Adnan memastikan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya praktik tersebut dalam pemantauan yang telah dilakukan.

Namun, Dinas Perdagangan akan kembali melakukan inspeksi ke sejumlah toko dan pengecer untuk memastikan kondisi stok serta harga semen di lapangan.

“Kita akan turun lagi ini, mungkin besok atau lusa untuk memastikan, siapa tahu juga ada penimbunan di beberapa toko atau di pengecer,” ujarnya.

Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Matangkan Pengamanan Lewat Operasi Cipta Mandalika Rinjani

Adnan juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan dugaan penimbunan maupun penjualan semen dengan harga yang dinilai terlalu tinggi. Laporan masyarakat nantinya dapat ditindaklanjuti bersama Satgas Pangan yang terdiri dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, dan Satpol PP.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perdagangan Lombok Barat akan mengirimkan surat imbauan kepada distributor, pengecer, dan pemilik toko.
Distributor diminta menyalurkan semen secara adil dan merata kepada pengecer.

Pemerintah juga meminta kebutuhan semen untuk proyek fisik pemerintah maupun kepentingan publik menjadi salah satu prioritas dalam distribusi.

“Jangan ada penimbunan maupun dropping yang tidak adil dan merata di pengecer maupun di toko,” tegas Adnan.

Dinas Perdagangan memastikan pemantauan harga dan ketersediaan semen akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya
Jelang MotoGP Mandalika 2026, ITDC-DLU Gelar Simulasi Pelayaran dan Perkuat Konektivitas Laut
Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika
Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026
ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan
Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026
Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima
11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Disparekrafpora Lobar Sebut Hotel di Senggigi Mulai Nyaris Penuh

Senin, 21 September 2026 - 11:50 WITA

Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9

Kamis, 17 September 2026 - 06:08 WITA

PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:08 WITA

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Terjual 50%, Pemprov NTB Genjot Infrastruktur dan Layanan Inklusif

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:46 WITA

FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:07 WITA

Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:11 WITA

BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat

Berita Terbaru