Usai KPK Tangkap Bupati, Izzul Islam Desak Audit PDAM, Evaluasi Total Birokrasi, dan Hentikan Praktik Jabatan Titipan

- Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh masyarakat Lombok Barat yang juga mantan Wakil Bupati Lombok Barat, H.M. Izzul Islam (kanan), saat memberikan keterangan pers, Selasa (28/7/2026).(Foto: Istimewa)

Tokoh masyarakat Lombok Barat yang juga mantan Wakil Bupati Lombok Barat, H.M. Izzul Islam (kanan), saat memberikan keterangan pers, Selasa (28/7/2026).(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Tokoh Lombok Barat yang juga mantan Wakil Bupati Lombok Barat, H.M. Izzul Islam, mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan audit investigasi terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola birokrasi menyusul kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Lombok Barat nonaktif dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat, 7 Orang Dibawa ke Jakarta

Menurut Izzul, peristiwa hukum tersebut menjadi momentum penting untuk membenahi sistem pemerintahan agar lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sebagai unsur masyarakat Lombok Barat tentunya sangat merasa terpukul dengan kejadian seperti ini, karena ini bukan sekali dua kali terjadi,” katanya, Selasa (28/7).

Baca juga: Gubernur NTB Tunjuk Wabup Lombok Barat Jalankan Tugas Bupati

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari DPRD, tokoh masyarakat, kepala desa, akademisi, jurnalis, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM), untuk bersama-sama mengawal proses perbaikan tata kelola pemerintahan pasca-OTT.

Izzul menilai salah satu sektor yang perlu menjadi perhatian adalah PDAM. Ia mengaku akan menemui Wakil Bupati Hj. Nurul Adha yang saat ini menjalankan tugas pemerintahan Bupati untuk mengusulkan dilaksanakannya audit investigasi terhadap perusahaan daerah tersebut.

Baca juga: KPK Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat Nonaktif

Menurutnya, meski PDAM telah beberapa kali menjalani pemeriksaan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), audit investigasi secara menyeluruh dinilainya belum pernah dilakukan.

Dalam keterangannya, Izzul juga mengungkapkan pandangannya mengenai pola yang menurutnya kerap terjadi dalam praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah, seperti penitipan anggaran pada organisasi perangkat daerah (OPD) hingga praktik yang disebutnya sebagai “ijon proyek”. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi berdasarkan pengalamannya selama menjabat sebagai Wakil Bupati, Pelaksana Tugas Bupati, dan anggota DPRD Lombok Barat.

Baca juga: Penyidik KPK Angkut Dua Mobil Mewah Bupati Non-Aktif Lombok Barat dari Rumah Dinas

Selain PDAM, Izzul memperkirakan sejumlah organisasi perangkat daerah juga akan menjadi bagian dari proses pendalaman penyidikan oleh KPK, baik dalam kapasitas sebagai saksi maupun pihak yang dimintai keterangan.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang menurutnya belum terselesaikan, seperti penanganan perkara PDAM yang pernah dihentikan penyidikannya melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), serta proses lelang aset milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Kota Mataram yang disebutnya dijual di bawah harga pasar. Izzul mengklaim dokumen terkait persoalan tersebut telah disampaikan kepada KPK.

Baca juga: Pasca OTT Bupati Nonaktif LAZ, Wabup Lobar Pastikan CFN-CFD, Festival Senggigi, hingga Subsidi UMKM Tetap Berjalan

Tak hanya itu, Izzul mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan internal pemerintah daerah. Menurutnya, Inspektorat Kabupaten Lombok Barat seharusnya mampu mendeteksi berbagai indikasi penyimpangan sejak dini.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif PDAM yang menurutnya banyak disampaikan oleh kepala desa dan tokoh masyarakat. Persoalan tersebut, kata dia, akan turut disampaikan kepada wakil Bupati yang melaksanakan kewenangan Bupati agar dapat dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Mataram sesuai kewenangan pengelolaan.

Baca juga: KPK Dalami Aliran Uang dan Cawe-Cawe Proyek, Semua Kadis di Lombok Barat Berpotensi Diperiksa

Izzul juga menyoroti belum meratanya realisasi sejumlah program pembangunan desa yang pernah dijanjikan pemerintah sebelumnya, termasuk bantuan senilai Rp1 miliar per desa.

Di sisi lain, ia mengkritisi proses pengisian sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Menurutnya, rekrutmen pejabat, termasuk Dewan Pengawas RSUD Tripat Gerung, seharusnya dilakukan secara terbuka berdasarkan kompetensi dan profesionalisme, bukan atas dasar kedekatan personal maupun kepentingan politik.

Baca juga: KPK Geledah Kantor Bupati, Rumah Dinas, hingga Dinas PUPRPKP Lombok Barat

Menutup keterangannya, Izzul menegaskan bahwa perhatian utama saat ini bukan pada siapa yang akan mengisi jabatan Wakil Bupati, melainkan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik di bawah kepemimpinan pelaksana tugas kepala daerah.

Dirinya berharap momentum pasca-OTT KPK dapat menjadi awal reformasi birokrasi di Lombok Barat melalui penguatan sistem pengawasan, penempatan aparatur berdasarkan kompetensi, serta peningkatan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:34 WITA

Legislator NTB H. Suharto Sosialisasikan Raperda Pencegahan Pinjol Ilegal dan Judi Online di Lombok Barat

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:31 WITA

Gubernur NTB Tunjuk Wabup Lombok Barat Jalankan Tugas Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:30 WITA

Terkendala Lahan, Pemdes Mekarsari Tunggu Kepastian Pusat Terkait Realisasi KDMP

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:56 WITA

Wamendagri: Strategi Gubernur NTB Patut Menjadi Inspirasi Gubernur Se-Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:13 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:17 WITA

Resmi Dilantik, Kades Banyu Urip Minta Dua Kasi Baru Prioritaskan Kepentingan Masyarkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:17 WITA

Perkuat Sinergi, Pemprov NTB Ajak NGO Spanyol Kolaborasi dalam Program Desa Berdaya

Senin, 22 Juni 2026 - 07:56 WITA

Pelabuhan Senggigi Melejit: PAD Tembus 97 Persen, Wisatawan Naik 10 Kali Lipat

Berita Terbaru