Viral Gedung Nifas RSUD Tripat Disorot Netizen, Begini Klarifikasi dan Langkah Manajemen

- Wartawan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasubag Humas dan Hukum, Baiq Dewi Septemi (kiri), dan Kabag Umum dan Humas RSUD Tripat Gerung, Ulul Azmi (kanan), saat memberikan klarifikasi resmi terkait kabar mengenai gedung nifas yang viral di media sosial, pada Sabtu (20/6/2026).(Foto: Istimewa)

Kasubag Humas dan Hukum, Baiq Dewi Septemi (kiri), dan Kabag Umum dan Humas RSUD Tripat Gerung, Ulul Azmi (kanan), saat memberikan klarifikasi resmi terkait kabar mengenai gedung nifas yang viral di media sosial, pada Sabtu (20/6/2026).(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Kondisi Gedung Nifas RSUD Tripat Gerung menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah foto dan unggahan di media sosial memperlihatkan bagian bangunan yang dinilai kurang terawat. Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan pemeliharaan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat itu.

Sejumlah pengguna media sosial menilai tampilan beberapa bagian gedung terlihat kusam dan membutuhkan perbaikan. Kondisi tersebut kemudian menjadi perbincangan publik karena rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat.

Menanggapi sorotan tersebut, pihak RSUD Tripat Gerung menyatakan menerima kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat sebagai bagian dari fungsi kontrol publik terhadap pelayanan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasubag Humas dan Hukum RSUD Tripat Gerung, Baiq Dewi Septemi, mengakui secara visual terdapat beberapa bagian bangunan yang mungkin terlihat kurang menarik dipandang. Namun demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak berarti fasilitas tersebut tidak terawat.

“Kalau secara visual mungkin memang ada yang dianggap kurang menarik. Itu kami jadikan sebagai masukan. Rumah sakit adalah layanan publik yang berjalan 24 jam sehingga setiap kegiatan pemeliharaan harus melalui tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, serta penentuan skala prioritas,” ujarnya, Sabtu (20/6).

Menurut Temi sapaan akrabnya, anggaran pemeliharaan gedung sebenarnya tersedia setiap tahun. Namun pelaksanaannya harus mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, termasuk pembahasan prioritas kebutuhan di tingkat manajemen rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin tetap dilakukan melalui petugas kebersihan, petugas taman, dan unit terkait. Hanya saja, pekerjaan seperti pengecatan atau renovasi bangunan memerlukan perencanaan tersendiri karena menyangkut kebutuhan anggaran dan pelaksanaan teknis.

Temi juga menegaskan pihak rumah sakit tidak mempermasalahkan kritik yang muncul di media sosial selama disampaikan secara konstruktif. Menurutnya, setiap keluhan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami menerima kritik itu sebagai bentuk kontrol publik. Ketika ada keluhan, kami tindak lanjuti, kami buat perencanaan dan kemudian dieksekusi sesuai mekanisme yang ada,” katanya.

Sementara itu, Kabag Umum dan Humas RSUD Tripat Gerung, Ulul Azmi, menjelaskan bahwa perbaikan Gedung Nifas sebenarnya telah masuk dalam agenda pemeliharaan rumah sakit. Bahkan anggaran untuk pekerjaan tersebut disebut sudah tersedia dalam pos pemeliharaan fasilitas rawat inap.

Menurut Ulul, bukan hanya ruang nifas yang menjadi perhatian, melainkan sejumlah fasilitas lain yang juga membutuhkan pemeliharaan secara bertahap. Saat ini rumah sakit tengah melakukan efisiensi dan optimalisasi sumber daya agar perbaikan dapat dilakukan tanpa membebani anggaran secara berlebihan.

Ia mengungkapkan salah satu tantangan yang dihadapi rumah sakit adalah keterbatasan sumber daya manusia pada Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS). Pengurangan jumlah tenaga teknis menyebabkan pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan yang paling mendesak.

“Fokus kami saat ini adalah persoalan yang langsung bersentuhan dengan pelayanan pasien, seperti lampu, keran, wastafel, maupun fasilitas yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan pasien,” jelasnya.

Meski demikian, Ulul memastikan pekerjaan pengecatan dan pemeliharaan Gedung Nifas tetap menjadi bagian dari program yang akan segera dieksekusi. Bahkan, menurutnya, pekerjaan tersebut sempat dijadwalkan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat, namun harus menyesuaikan kondisi internal dan ketersediaan tenaga teknis.

Pihak rumah sakit juga mencontohkan sejumlah pembenahan yang telah dilakukan secara swakelola, termasuk perbaikan dan penataan beberapa fasilitas di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) tanpa menggunakan jasa pihak ketiga.

Di sisi lain, masyarakat berharap kondisi fasilitas kesehatan milik pemerintah terus ditingkatkan agar memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien dan keluarga pasien yang menjalani perawatan.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSUD Tripat Gerung menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai masukan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Asak Datu Desak Pemkab Lombok Barat Bekukan Aplikasi BANTU-IN, Soroti Serapan Anggaran dan Dasar Hukumnya
Duka SMKN 1 Gerung, Siswi Baru Meninggal Terseret Ombak di Pantai Semeti, Sekolah Gelar Doa Bersama dan Beri Santunan
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?
Pasca OTT Bupati Lobar, Aktivis dan LSM Bentuk FBI: Desak Bersihkan Dinasti LAZ dan Evaluasi Total Birokrasi
Miq Tuan Dar Apresiasi Langkah Humanis Kapolres Baru Lombok Barat, Siap Bersinergi Jaga Kamtibmas
Tingkatkan Standar Pelayanan, ASDP Lembar Resmi Terapkan Sistem Zonasi dan Face Recognition
Polemik Berakhir Damai, Ponpes Al-Ishlahuddiny Terima Permohonan Maaf tvOne dan Imbau Jamaah Jaga Kondusivitas

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:57 WITA

DPRD Lobar Ungkap Dugaan Pola Pergeseran Anggaran, 90 Persen Proyek Temuan KPK Tak Pernah Dibahas di Paripurna

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:24 WITA

Asak Datu Desak Pemkab Lombok Barat Bekukan Aplikasi BANTU-IN, Soroti Serapan Anggaran dan Dasar Hukumnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:25 WITA

12 Tuntutan Forum FBI Warnai Hearing Akbar Bersama Seluruh Komisi DPRD Lombok Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Pemkab Lombok Barat Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen, Fokus Tangani 4.000 KK Miskin Ekstrem

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:35 WITA

Tenggang Waktu Menipis, DPRD Lombok Barat Desak Pemda Tuntaskan Status 31 Honorer Sebelum Desember

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:59 WITA

Dewas RSUD Tripat Disorot, DPRD Lombok Barat Desak Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:51 WITA

Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?

Senin, 27 Juli 2026 - 03:32 WITA

Pasca OTT Bupati Nonaktif LAZ, Wabup Lobar Pastikan CFN-CFD, Festival Senggigi, hingga Subsidi UMKM Tetap Berjalan

Berita Terbaru