Pelaku jasa wisata di kawasan Gunung Rinjani menunjukkan penggunaan layanan QRIS Cross Border dari Bank NTB Syariah untuk memudahkan transaksi wisatawan domestik dan mancanegaraLombok Timur, Halontb.com – Gunung Rinjani tidak hanya menjadi ikon wisata alam Nusa Tenggara Barat, tetapi kini juga mulai berkembang sebagai kawasan percontohan transformasi digital sektor pariwisata.
Melalui implementasi QRIS Cross Border, Bank NTB Syariah memperluas jaringan pembayaran digital hingga ke pelaku jasa ojek wisata yang beroperasi di jalur pendakian Kandang Sapi.
Sebanyak 34 merchant baru resmi bergabung dalam ekosistem QRIS Bank NTB Syariah, memperkuat layanan transaksi non-tunai bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah maupun mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini dinilai strategis mengingat Rinjani merupakan salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia yang setiap tahunnya menerima ribuan kunjungan wisatawan asing.
Dengan adanya QRIS Cross Border, wisatawan dari negara-negara yang telah terkoneksi dengan sistem pembayaran Indonesia tidak lagi harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Mereka dapat melakukan pembayaran secara langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya melalui proses pemindaian QR yang cepat dan aman.
Sub Branch Manager Bank NTB Syariah KCP Pringgabaya, Andrian Syafrial Huda, menjelaskan bahwa transformasi digital harus mampu menyentuh seluruh rantai ekonomi pariwisata, termasuk pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung layanan wisata.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar perubahan metode pembayaran, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.
“Melalui QRIS, masyarakat pelaku wisata dapat lebih mudah mengelola transaksi, memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan profesionalisme usaha mereka. Ini menjadi langkah penting menuju ekosistem wisata yang modern dan berkelas dunia,” ujarnya.
Bank NTB Syariah mencatat layanan QRIS Cross Border saat ini telah mendukung transaksi dari Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan China. Negara-negara tersebut merupakan pasar wisatawan yang selama ini mendominasi kunjungan ke kawasan Rinjani.
Keberhasilan implementasi QRIS di kawasan wisata ini sekaligus mempertegas posisi Bank NTB Syariah sebagai salah satu motor penggerak digitalisasi ekonomi daerah.
Dengan menghubungkan pelaku usaha lokal dengan sistem pembayaran internasional, Bank NTB Syariah tidak hanya membangun infrastruktur transaksi, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat NTB untuk menjadi bagian dari ekonomi digital global.
Transformasi yang dimulai dari lereng Rinjani tersebut diharapkan menjadi model pengembangan digitalisasi pariwisata yang dapat direplikasi di berbagai destinasi unggulan lainnya di Nusa Tenggara Barat.











