MATARAM, Halontb.com – Menjaga listrik tetap menyala bukan hanya soal membangun pembangkit baru, tetapi juga memastikan seluruh jaringan transmisi berada dalam kondisi terbaik. Kesadaran inilah yang mendorong PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat program pemeliharaan jaringan menggunakan metode Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
Melalui metode tersebut, pekerjaan penggantian isolator pada Tower 110 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Line Jeranjang-Sengkol-Mantang berhasil dilakukan tanpa menghentikan pasokan listrik kepada pelanggan.
Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi operasional PLN dalam menghadirkan pelayanan yang semakin profesional dan minim gangguan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 10 personel PDKB yang telah memiliki sertifikasi kompetensi dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. Dengan dukungan peralatan khusus dan standar keselamatan kerja yang tinggi, proses pemeliharaan dapat berlangsung aman sekaligus menjaga kontinuitas pasokan listrik.
Manager PLN UPT Mataram, Anung Hermawan, menjelaskan bahwa penggantian isolator merupakan bagian dari langkah antisipatif agar jaringan transmisi tetap memiliki tingkat keandalan yang tinggi.
Menurutnya, aset transmisi yang terawat dengan baik akan mengurangi potensi gangguan sekaligus memperpanjang usia operasional peralatan.
PLN menilai pemeliharaan preventif menjadi investasi jangka panjang karena mampu mencegah terjadinya gangguan yang dapat memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 menjadi momentum untuk mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan listrik yang andal sebagai penopang pembangunan.
Ia menegaskan, listrik yang stabil bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi telah menjadi infrastruktur utama bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga sektor industri.
Karena itu, PLN akan terus memperkuat sistem kelistrikan melalui inovasi, modernisasi teknologi, serta pemeliharaan aset secara berkelanjutan agar masyarakat NTB dapat menikmati layanan listrik yang semakin berkualitas.
Ke depan, penerapan metode PDKB diharapkan semakin memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat sehingga mampu menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah.
Editor : Reza










