Mataram,Halontb.com — Komitmen PLN dalam membangun lingkungan yang aman dan inklusif kembali ditunjukkan melalui kegiatan “Srikandi Movement Goes to Campus” yang digelar Srikandi PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) di Universitas Mataram.
Kegiatan yang melibatkan lebih dari 100 mahasiswa dan mahasiswi tersebut menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya mencegah sexual harassment sejak dini, baik di lingkungan kampus maupun dunia kerja. Program ini juga menjadi bagian dari gerakan sosial PLN untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya saling menghormati dan menciptakan ruang aman bagi semua orang.
Sejak awal kegiatan, suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi mengenai bentuk-bentuk sexual harassment, dampak psikologis terhadap korban, hingga pentingnya keberanian untuk melapor apabila menemukan atau mengalami tindakan pelecehan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dr. Ihsan Ro’is, SE, M.Si, memberikan apresiasi terhadap langkah Srikandi PLN yang dinilai membawa isu penting ke ruang akademik. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pemicu meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga etika, menghormati sesama, dan membangun budaya kampus yang sehat.
“Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual. Edukasi seperti ini sangat penting agar lingkungan kampus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar,” ujarnya.
Selain edukasi mengenai sexual harassment, kegiatan juga diisi dengan sesi career talk yang memperkenalkan peluang karier di PLN. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai dunia kerja profesional, budaya kerja di PLN, serta peluang pengembangan diri bagi generasi muda yang ingin berkarier di sektor energi dan ketenagalistrikan.
General Manager PLN UIW NTB sekaligus Pembina Srikandi PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa Srikandi PLN terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Ia menegaskan bahwa isu sexual harassment dipilih karena masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa memiliki pemahaman yang kuat bahwa sexual harassment bukan sesuatu yang boleh dianggap normal atau dibiarkan. Harus ada keberanian untuk speak up dan kepedulian bersama agar korban tidak merasa sendirian,” tegasnya.
Melalui “Srikandi Movement Goes to Campus”, PLN berharap dapat menjadi bagian dari gerakan sosial yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang lebih aman, sehat, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.











