Inovasi KKN UNRAM di Tirtanadi: Limbah Kotoran Sapi Disulap Jadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomi

- Wartawan

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Universitas Mataram (UNRAM) bersama warga Desa Tirtanadi berpose usai menyiapkan pupuk kompos berbahan kotoran sapi sebagai upaya pengelolaan limbah ternak ramah lingkungan dan bernilai ekonomi di Lombok Timur.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

Mahasiswa KKN Universitas Mataram (UNRAM) bersama warga Desa Tirtanadi berpose usai menyiapkan pupuk kompos berbahan kotoran sapi sebagai upaya pengelolaan limbah ternak ramah lingkungan dan bernilai ekonomi di Lombok Timur.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

LOMBOK TIMUR, Halontb.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) yang melaksanakan pengabdian di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, menghadirkan terobosan pengelolaan limbah ternak melalui pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kotoran sapi.

Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN menyiapkan sampel pupuk kompos yang akan digunakan dalam kegiatan pelatihan bagi masyarakat desa. Program ini dirancang untuk mendorong pemanfaatan limbah ternak secara lebih produktif sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Kelompok KKN UNRAM Desa Tirtanadi berjumlah 10 orang mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Mereka berasal dari Fakultas Peternakan, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, serta Hukum. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program berbasis kebutuhan masyarakat desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa KKN UNRAM di Desa Tirtanadi mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos ramah lingkungan bernilai ekonomi.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

Kegiatan pengolahan pupuk kompos ini merupakan bagian dari agenda pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKN UNRAM dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi lokal. Program ini juga dilaksanakan melalui sinergi bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirtanadi serta mendapat dukungan dari Pemerintah Desa setempat.

Kepala Desa Tirtanadi, Ruspan, S.E., menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai relevan dengan kondisi desa. Pasalnya, sebagian besar warga Desa Tirtanadi menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan, khususnya ternak sapi, sehingga ketersediaan bahan baku kompos relatif melimpah.

Ketua Kelompok KKN UNRAM Desa Tirtanadi, Hotamal Wananda Saputra, mengungkapkan bahwa selama ini pemanfaatan kotoran sapi belum dilakukan secara maksimal.

“Masih banyak limbah ternak yang tidak terkelola dengan baik. Warga yang tidak memiliki lahan pertanian cenderung membuang kotoran sapi ke sungai atau tempat sampah,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Melalui kerja sama dengan BUMDes, mahasiswa KKN mendorong skema pengelolaan terpadu, di mana kotoran sapi dibeli dari warga untuk kemudian diolah menjadi pupuk kompos. Produk pupuk tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali oleh para petani desa, sehingga tercipta perputaran ekonomi berbasis potensi lokal.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru di tingkat desa. Mahasiswa KKN UNRAM berharap inisiatif tersebut dapat berlanjut dan dikembangkan secara berkesinambungan melalui peran aktif pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Karakter dan Kesejahteraan Guru, Gubernur NTB: Jadilah Teladan yang Dicintai Murid
Luar Biasa ! Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali di NTB Science Competition 2026
NIP dan Gaji Puluhan PPPK Paruh Waktu Lobar Macet, DPRD Desak BKD Segera Tuntaskan Administrasi
Nasib 1.632 Guru Honorer Lobar di Ujung Tanduk, Sasaka Nusantara Siapkan ‘Perang’ Advokasi hingga ke Pusat
Inspiratif! Kepala MAN Lobar Beri Apresiasi dan Penghargaan bagi Dua Atlet Pencak Silat Peraih Medali
Siswa MAN Lombok Barat Sabet Dua Medali di Mataram Open Pencak Silat Tournament 2026
Sentuh Hati Ratusan Siswa di Mataram, Mendes PDT: Doa Orang Tua Adalah ‘Jalan Tol’ Menuju Sukses
Sekolah Rakyat di NTB, Hadirkan Pendidikan Aman, Ramah bagi Anak dan Kelompok Rentan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:33 WITA

Perkuat Karakter dan Kesejahteraan Guru, Gubernur NTB: Jadilah Teladan yang Dicintai Murid

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:01 WITA

NIP dan Gaji Puluhan PPPK Paruh Waktu Lobar Macet, DPRD Desak BKD Segera Tuntaskan Administrasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:49 WITA

Nasib 1.632 Guru Honorer Lobar di Ujung Tanduk, Sasaka Nusantara Siapkan ‘Perang’ Advokasi hingga ke Pusat

Senin, 27 April 2026 - 08:28 WITA

Inspiratif! Kepala MAN Lobar Beri Apresiasi dan Penghargaan bagi Dua Atlet Pencak Silat Peraih Medali

Senin, 27 April 2026 - 08:25 WITA

Siswa MAN Lombok Barat Sabet Dua Medali di Mataram Open Pencak Silat Tournament 2026

Kamis, 16 April 2026 - 05:16 WITA

Sentuh Hati Ratusan Siswa di Mataram, Mendes PDT: Doa Orang Tua Adalah ‘Jalan Tol’ Menuju Sukses

Selasa, 14 April 2026 - 09:31 WITA

Sekolah Rakyat di NTB, Hadirkan Pendidikan Aman, Ramah bagi Anak dan Kelompok Rentan

Senin, 13 April 2026 - 17:06 WITA

Dari Proyek ke Dampak, Satker Prasarana Strategis NTB Ubah Arah Pembangunan Lebih Berorientasi Publik

Berita Terbaru