Halontb.com – Pemberdayaan perempuan desa acap kali terhambat oleh minimnya akses terhadap pengetahuan, sarana produksi, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan. Namun, kondisi itu mulai berubah di Desa Medana. Melalui program Womenpreneur Empowerment, PLN UIW NTB bersama Klub Baca Perempuan berhasil merancang model pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang terukur dan berorientasi jangka panjang.
Program yang menjadi bagian dari TJSL Srikandi Women Support Women ini tidak hanya memberikan pelatihan singkat, tetapi membangun sebuah ekosistem pendukung bagi lahirnya wirausaha perempuan. Program dirancang dengan skema training, mentoring, monitoring, sustainability, yang memastikan peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pendampingan hingga usaha mereka stabil.
Sebanyak 30 perempuan dipilih menjadi peserta inti. Dari mereka, tercipta 15 UMKM baru yang mayoritas bergerak di sektor F&B—mulai dari olahan pangan lokal hingga produk rumahan modern. Pendampingan intensif selama 6 bulan diberikan oleh Tim Srikandi PLN, mencakup bisnis plan, penguatan produksi, manajemen mutu, hingga evaluasi kinerja usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendekatan ini menjadi nilai tambah program, karena sebagian besar kegiatan pemberdayaan di desa sering terhenti pada tahap pelatihan tanpa tindak lanjut.
PLN juga menyisipkan materi krusial terkait keselamatan listrik. Edukasi ini penting karena sebagian UMKM rumahan beroperasi dengan peralatan listrik yang rentan menimbulkan risiko jika tidak digunakan secara tepat. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk menjalankan usaha secara aman dan efisien.
Tidak berhenti sampai di situ, peserta juga diajak mengikuti Edutour, sebuah perjalanan mengenal ekosistem pemberdayaan di Klub Baca Perempuan. Di sini, peserta melihat proses produksi kreatif seperti membatik Bayan Lelede, pengolahan minyak VCO, budidaya jamur tiram, hingga pagelaran musik tradisional. Kegiatan ini memperkuat wawasan peserta bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari kolaborasi dan kreativitas lokal.
Pendiri Klub Baca Perempuan, Nursida Syam, menyebut bahwa perempuan membutuhkan ruang aman untuk berkembang.
“Kami menciptakan ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang percaya diri bagi perempuan desa,” katanya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menilai program ini sebagai bagian dari misi sosial PLN yang tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami ingin perempuan menjadi lebih mandiri dan produktif. Pemberdayaan perempuan adalah investasi sosial yang dampaknya besar bagi ekonomi desa,” ujarnya.
Ketua PKK dan Dekranasda Lombok Utara, Hj. Rohani Najmul Akhyar, menegaskan bahwa program ini selaras dengan agenda pemberdayaan ekonomi perempuan daerah.
“Inisiatif PLN memberikan contoh bahwa sinergi pemerintah, komunitas, dan perusahaan dapat memperkuat daya saing perempuan desa,” ujarnya.
Program Womenpreneur Empowerment kini menjadi fondasi penting bagi Desa Medana. Dengan penguatan UMKM, peningkatan literasi ekonomi, dan pendampingan berkelanjutan, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan perempuan desa di wilayah lainnya. PLN pun berharap keberhasilan ini menjadi pijakan bagi terciptanya ekosistem sosial yang lebih inklusif dan berdaya saing.






