Sumbawa Barat – Anak-anak TK Imam Syafi’i Jorok Tiram tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi keselamatan listrik yang digelar oleh PLN UIW NTB melalui UPK Tambora. Tidak seperti kegiatan kelas pada umumnya, peserta diajak belajar mengenai bahaya listrik melalui permainan edukatif, video animasi, hingga simulasi interaktif yang membuat proses belajar terasa menyenangkan.
Acara bertema “Kenali Bahaya Listrik Sejak Dini” ini melibatkan murid, wali murid, guru, serta yayasan total 39 orang. PLN memperkenalkan alat listrik yang digunakan sehari-hari dan cara menghindari bahaya korsleting yang dapat memicu kebakaran.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan listrik adalah bentuk nyata kontribusi PLN kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin membangun generasi yang tidak hanya pintar menggunakan listrik, tetapi juga mengerti risiko dan cara menjaga keselamatan,” ungkapnya.

Sri Heny menegaskan bahwa PLN terus mendorong program edukasi ini secara berkelanjutan di sekolah-sekolah sebagai dukungan terhadap SDGs, khususnya sektor pendidikan dan keselamatan lingkungan.
Sementara itu, Manager UPK Tambora, Doddy Rizqi, mengatakan bahwa pencegahan dini adalah cara paling efektif mengurangi potensi kecelakaan.
“Kami menargetkan edukasi keselamatan listrik ini dapat dilakukan di seluruh lembaga pendidikan di wilayah kerja PLN UPK Tambora,” terangnya.
Pihak sekolah mengapresiasi langkah PLN yang tidak hanya fokus pada pelayanan kelistrikan, tetapi juga memikirkan keselamatan pengguna. PLN berharap edukasi ini menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda dan memperkuat kesadaran masyarakat tentang penggunaan listrik secara bijak.
Editor : reza






