Sinergi OJK, Pemprov NTB dan Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Desa, 20 Warga Lendang Nangka Utara Terima Bantuan Usaha

- Wartawan

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank NTB Syariah bersama pemangku kepentingan meninjau lokasi budidaya ayam petelur dalam Program Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Lombok Timur. Program ini menyasar 20 penerima manfaat untuk mendorong ekonomi produktif dan kemandirian masyarakat desa.(Foto: Istimewa)

Bank NTB Syariah bersama pemangku kepentingan meninjau lokasi budidaya ayam petelur dalam Program Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Lombok Timur. Program ini menyasar 20 penerima manfaat untuk mendorong ekonomi produktif dan kemandirian masyarakat desa.(Foto: Istimewa)

LOMBOK TIMUR, Halontb.com — Pembangunan ekonomi daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pusat-pusat pertumbuhan di kawasan perkotaan. Desa dengan segala potensi lokalnya juga harus menjadi bagian penting dari ekosistem pertumbuhan ekonomi.

Upaya memperkuat fondasi tersebut terus dilakukan melalui Program Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah inisiatif yang mempertemukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi NTB, lembaga keuangan dan berbagai mitra pembangunan.

Baca juga: 62 Tahun Mengabdi, Bank NTB Syariah Hadiahkan Aksi Hijau untuk Alam Lewat Penanaman Mangrove Paremas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu bentuk implementasinya berlangsung di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 20 warga desa menerima bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui budidaya ayam petelur yang disalurkan Bank NTB Syariah.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong masyarakat desa agar tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi di wilayahnya.

Pengembangan usaha berbasis potensi lokal menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun ekonomi desa. Masyarakat diberikan ruang untuk mengembangkan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Baca juga: Bukan Hanya Kirim Uang, Bank NTB Syariah Dorong PMI Bangun Aset di Kampung Halaman

Budidaya ayam petelur menjadi salah satu pilihan karena dapat dikembangkan sebagai usaha produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam memperluas dampak program pemberdayaan. Dalam penyaluran bantuan di Lendang Nangka Utara, hadir jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang masing-masing diwakili Sekretaris Daerah.

Turut hadir pimpinan OJK Pusat dan OJK Provinsi NTB, kepala dinas terkait, mitra lembaga keuangan lokal dan internasional, serta jajaran Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara dan masyarakat.

Sejumlah mitra yang turut terlibat antara lain Astra Financial, PT SMF, WWB dan ILO.

Kehadiran berbagai institusi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi desa membutuhkan orkestrasi program dan dukungan dari banyak pihak.

Baca juga: Tak Sekadar Bisnis, Bank NTB Syariah dan Bank Jatim Bantu 220 Pelajar dengan Kacamata Gratis

Bagi Bank NTB Syariah, keterlibatan dalam Program Desa Berdaya merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan peran perbankan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan bank memiliki komitmen untuk ikut memperkuat perekonomian daerah melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Bank NTB Syariah berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir dan berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif pada Program Desa Berdaya bersama OJK dan Pemprov NTB,” ujar Adhi.

Baca juga: HUT Ke-62 Bank NTB Syariah Jadi Momentum Akselerasi Transformasi Digital Lewat RIMO RUN 2026

Ia mengatakan bantuan yang diberikan kepada 20 penerima manfaat diharapkan mampu menjadi stimulus bagi lahirnya usaha-usaha mandiri di tengah masyarakat.

Menurut Adhi, sektor usaha mikro dan peternakan rakyat mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan apabila dikelola secara terstruktur, produktif dan berkelanjutan.

Karena itu, bantuan sarana budidaya ayam petelur diharapkan tidak berhenti pada tahap pemberian fasilitas. Penerima manfaat didorong untuk mampu mengelola usaha secara optimal sehingga hasil produksi dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga.

Lebih jauh, berkembangnya usaha peternakan rakyat juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi lain di sekitarnya.

Baca juga: HUT Ke-62 Bank NTB Syariah Jadi Momentum Akselerasi Transformasi Digital Lewat RIMO RUN 2026

Rantai ekonomi yang terbentuk mulai dari penyediaan kebutuhan peternakan hingga pemasaran hasil produksi berpotensi menciptakan perputaran ekonomi baru di desa.

Dalam konteks tersebut, Program Desa Berdaya memiliki arti strategis. Desa tidak hanya diposisikan sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai basis pertumbuhan ekonomi yang mempunyai potensi dan karakteristik tersendiri.

Penguatan ekonomi berbasis desa juga berkaitan erat dengan upaya memperluas inklusi keuangan. Masyarakat yang memiliki kegiatan usaha produktif membutuhkan akses terhadap pengetahuan, layanan serta ekosistem keuangan yang mendukung pengembangan usaha.

Bank NTB Syariah menyatakan akan terus memperluas program pemberdayaan dan pendampingan keuangan inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan fungsi sosial dan bisnis perbankan syariah secara beriringan.

Di tengah kebutuhan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, pendekatan kolaboratif menjadi semakin penting. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan ekosistem, OJK menjalankan fungsi penguatan dan pengawasan sektor jasa keuangan, sementara lembaga keuangan dapat mengambil bagian melalui dukungan pemberdayaan masyarakat.

Desa Lendang Nangka Utara menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi tersebut diterjemahkan dalam bentuk program konkret.

Baca juga: Dari Santunan Menuju Kemandirian, BPJS Ketenagakerjaan dan Bank NTB Syariah Bangun Harapan Baru bagi Keluarga Pekerja di NTB

Sebanyak 20 penerima manfaat kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha budidaya ayam petelur. Tantangan selanjutnya adalah memastikan usaha tersebut mampu tumbuh, produktif dan berkelanjutan.

Jika dikelola dengan baik, usaha tersebut bukan hanya memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan desa.

Pada akhirnya, keberhasilan Program Desa Berdaya bukan semata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan yang lahir setelah program berjalan, masyarakat yang semakin produktif, usaha yang semakin berkembang, akses keuangan yang semakin terbuka, dan desa yang semakin mampu menggerakkan ekonominya sendiri.

Dari Lendang Nangka Utara, semangat tersebut kembali ditegaskan: membangun ekonomi daerah berarti memastikan masyarakat desa memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menyatukan Sains, Teknologi dan Keuangan Syariah, Bank NTB Syariah Jajaki Kemitraan Strategis dengan FMIPA UNRAM
KDKMP Jadi Penggerak Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif
PLN Siapkan 45 Ribu Personel Amankan Listrik HUT ke-81 RI, Pemulihan Gempa Flores Terus Dikebut
Jelang HUT ke-81 RI, PLN Perkuat Keandalan Listrik di Praya Lombok Tengah
Dari Labuhan Sangoro, PLN Terjemahkan Semangat Kemerdekaan Lewat Energi untuk Nelayan Sumbawa
KMP Putri Yasmin Terbakar, Direktur RSUD Tripat Turun Langsung Pantau Penanganan Korban
Tarif Listrik Tidak Berubah Hingga September 2026, Komitmen Pemerintah dan PLN Hadirkan Energi Andal dengan Harga Terjangkau
PLN UIW NTB Jadikan Semangat Kemerdekaan Sebagai Energi Pemberdayaan UMKM Perempuan di Kota Bima

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:33 WITA

Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:14 WITA

Tekan Angka Kejahatan 3C dan Balap Liar, Tim URC Puma Ditreskrimum Polda NTB Gencarkan Patroli Strong Point

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:14 WITA

Jelang MotoGP 2026, Polda NTB Survei Lokasi Pos Pengamanan di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:39 WITA

Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:27 WITA

Haniy, Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:24 WITA

Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:10 WITA

RESMI! Ini Klasemen Akhir Perolehan Medali Porprov NTB 2026, Kota Mataram Hattrick Juara Umum

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:11 WITA

KODRAT Lombok Barat Borong 3 Emas di Porprov NTB 2026, Lampaui Target Sebelumnya

Berita Terbaru