LOMBOK TIMUR, Halontb.com – Perjalanan panjang 62 tahun Bank NTB Syariah ditandai dengan langkah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah menghadirkan aksi hijau melalui penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Paremas, Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan perusahaan dalam membangun kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Bank NTB Syariah, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Melalui pendekatan ESG, perusahaan berupaya memastikan setiap langkah pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.
Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, menyampaikan bahwa momentum HUT ke-62 menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan.
“Perjalanan kami selama 62 tahun bukan hanya tentang bagaimana memberikan layanan keuangan terbaik kepada masyarakat, tetapi juga bagaimana memberikan kontribusi nyata untuk lingkungan,” jelas Rully.
Menurutnya, mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Ekosistem ini menjadi rumah bagi berbagai biota laut sekaligus menjadi pelindung kawasan pantai dari ancaman abrasi.
Lebih dari itu, mangrove juga menjadi salah satu solusi alami dalam menghadapi dampak perubahan iklim karena kemampuannya menyerap karbon.
“Kita tidak bisa berbicara tentang masa depan tanpa menjaga lingkungan hari ini. Karena itu, aksi seperti ini harus menjadi gerakan bersama,” katanya.
Penanaman mangrove tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank NTB Syariah dengan Coral Reef Care, Indonesia Biru Foundation (IBF), Yayasan Bale Mangrove Lombok, serta Pemerintah Desa Paremas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, lembaga konservasi, akademisi, dan komunitas lingkungan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa menjaga alam membutuhkan kepedulian bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan ekosistem.
Melalui kegiatan konservasi ini, Bank NTB Syariah berharap kawasan Mangrove Paremas dapat terus tumbuh menjadi pusat edukasi lingkungan, destinasi ekowisata, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sebuah pesan sederhana menjadi makna utama dari kegiatan tersebut: menjaga alam hari ini berarti menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.
Editor : Reza










